Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Otoritas Honduras Sita Aset Mantan Presiden Hernandez Terdakwa Kasus Narkoba

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 April 2022 13:16 1:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 April 2022 13:16
Bagikan
Mantan ibu negara Honduras Rosa Elena Bonilla, istri dari mantan presiden Porfirio Lobo, dijatuhi hukuman penjara 58 tahun dalam dakwaan penipuan dan penyalahgunaan uang publik.
Bagikan

Hidayatullah.com–Pihak berwenang Honduras telah menyita properti, keuangan dan aset lainnya milik mantan Presiden Juan Orlando Hernandez, yang akan ekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba dan senjata.

Kementerian Urusan Publik mengatakan dalam sebuah pernyataan, Jumat (1/4/2022), bahwa setelah melakukan penyelidikan terhadap aset keluarga Hernandez,pihak berwenang “melakukan operasi untuk mengamankan dan menyita aset material dan immaterial, bisnis komersial serta produk keuangan yang terkait dengan inti keluarga”.

Jubir kementerian Yuri Mora mengatakan kepada AFP bahwa 33 properti, delapan bisnis komersial, 16 kendaraan dan beberapa produk keuangan telah disita.

Langkah itu dilakukan menyusul penangkapan Hernandez ada pertengahan Februari, sehari setelah Washington meminta agar dia di ekstradisi.

Sebulan kemudian, hakim Honduras memerintahkan agar dia diekstradisi dan belum lama ini keputusan itu diperkuat oleh Mahkamah Agung, sehingga peluang dirinya didudukkan di kursi terdakwa di Amerika Serikat semakin terbuka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mantan presiden berusia 53 tahun itu kehilangan kekebalannya setelah menyerahkan kekuasaan kepada Xiomara Castro, presiden wanita pertama negara itu, pada akhir Januari. Hernandez yang meninggalkan jabatannya pada bulan Januari, setelah delapan tahun berkuasa, pernah menjadi sekutu penting AS dalam perangnya melawan perdagangan narkoba, 

Para penentangnya bersukacita dengan keputusan ekstradisi bekas pemimpin yang mereka tuding korup itu.

Amerika Serikat menuduh Hernandez menerima suap jutaan dolar untuk melindungi para pengedar narkoba dari penyelidikan dan penuntutan, termasuk gembong narkoba Meksiko Joaquin “El Chapo” Guzman.

Dia juga dituduh berkonspirasi mendatangkan zat-zat tertentu (narkoba) ke wilayah AS, menggunakan atau membawa senjata api termasuk senapan mesin, serta konspirasi menggunakan atau membawa senjata api.

Jaksa AS menudingnya menggunakan uang suap untuk mendanai kampanye politik.

Semua tuduhan itu dibantah oleh Hernandez.

Sebagian besar tuduhan terhadap Hernandez muncul dalam dua persidangan di New York, yaitu dalam dakwaan yang berkaitan dengan Juan Antonio “Tony” Hernandez – saudara laki-laki mantan presiden itu dan mantan anggota kongres Honduras – serta tuduhan terhadap Geovanny Fuentes Ramirez.

Kedua pria itu adalah bagian dari kasus perdagangan narkoba yang diajukan ke pengadilan pada tahun 2015, dan keduanya sudah dijatuhi hukuman seumur hidup.

Jika divonis bersalah, Hernandez bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Istrinya, Ana Garcia, pekan ini bergabung dengan sekitar belasan pengunjuk rasa di luar Mahkamah Agung di Tegucigalpa, menyatakan suaminya tidak bersalah. “Jika seorang warga negara diadili, mereka harus diadili di negara kita sendiri,” ujarnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHondurasJuan Orlando Hernandeznarkobapresidensenjata api
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anak di Daerah Lumbung Pangan Mozambique Kekurangan Gizi
Tulisan selanjutnya Tanaman Ganja Bersemi di Pekarangan Parlemen New Zealand

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz

Terbaru

  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?