Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Langsung dari Gaza

MUI Apresiasi Pertemuan OKI Bahas Masjid Al-Aqsha yang Dinodai ‘‘Israel’’

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 April 2022 10:50 10:50 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 April 2022 11:00
Bagikan
Pertemuan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Luar Biasa Komite Eksekutif OKI hari Senin Jeddah Arab Saudi
Bagikan

Hidayatullah.com—Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan apresiasi terhadap Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang telah menyelenggarakan pertemuan luar biasa membahas perkembangan terbaru Masjid Al-Aqsha. Apresiasi juga disampaikan  kepada Duta Besar Eko Hartono,  sebagai wakil tetap Indonesia untuk OKI yang telah menunjukkan sikap tegas dan pembelaan kuat pemerintah Indonesia terhadap perjuangan untuk kemerdekaan rakyat dan bangsa Palestina. 

“Bagi MUI, perjuangan bangsa Palestina adalah meruapakan perjuangan abadi sepanjang pemerintah zionis ‘Israel’ masih menunjukkan kecongkaannya melakukan aneksasi, genosida, menerapkan politik apartheid serta tidak menghentikan penjajahannya terhadap Palestina,” ujar Ketua MUI, Sudarnoto Abdul Hakim, hari Kamis (28/4/2022).

Menurut MUI, ‘Israel’ adalah pemerintah paling brutal yang secara terus menerus hingga abad XXI ini melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, agama, budaya dan hukum internasional. “Tindakan-tindakan negara jumawa ‘Israel’ ini harus dihentikan melalui berbagai cara dan dilakukan oleh elemen masyarakat internasional. Isu ‘Israel’-Palestina bukan isu lokal dan  bukan juga konflik politik lokal. Akan tetapi  ini merupakan tragedi dan sejarah kelam politik dan kemanusiaan dan bahkan agama yang sangat menyayat yang dipertontonkan secara global,” ujarnya.

Menurutnya, menangangi kasus ‘Israel’-Palestina sama sekali tidak cukup melalui kutukan akan tetapi harus ada langkah-langkah pasti dan kongkrit yang dilakukan secara terus menerus oleh sebuah kerjasama global. “A global friendship and alliance yang efektif sehingga ‘Israel’ benar-benar tak berdaya dan menghentikan seluruh tindakan kotor,” tambahnya.

MUI sependapat dengan sejumlah keputusan penting yang dihasilkan dalam pertemuan luar biasa OKI. MUI memandang, bagi bangsa Indonesia dan harusnya juga bagi negara-negara anggauta OKI lainnya, perjuangan untuk membela Palestina harus terus dilakukan dengan mewujudkan  kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dan rakyat Palestina.

Baca Juga

Hamas akan Memilih Kepala Cabang Baru Gaza Minggu Ini
Hamas akan Memilih Kepala Cabang Baru Gaza Minggu Ini
Gaza Memulai Upaya Inokulasi di Tengah Kekurangan Vaksin Covid-19
Indonesia Bisa Terima Miliaran Dollar Dari Amerika jika Normalisasi dengan ‘‘Israel’’
Gaza Cabut Pembatasan Covid-19, Masjid hingga Pasar Dibuka Kembali
2 Nelayan Gaza Tewas Ditembak Tentara Mesir Saat Melaut

MUI menilai masih banyak hambatan yang dihadapi untuk terwujudnya Palestina sebagai sebuah negara yang berdaulat dan merdeka.  Antara lain ialah pertentangan faksional di Palestina, lemahnya persatuan negara-negara Timur Tengah, dukungan kuat Amerika yang ditunjukkan melalui Veto di Sidang Dewan Keamanan PBB.

Sehubungan dengan itu, dukungan negara-negara OKI, haruslah benar-benar kongkrit, efektif dan berdampak kuat bagi penghentian imperialisme ‘Israel’ dan penodaan pada Masjid Al-Aqsha. Misalnya menghentikan kegiatan impor barang-barang produk ‘Israel’.

“Boikot terhadap produk ‘Israel’ ini penting dilakukan oleh semua negara-negara anggauta OKI. Butuh keberanian, ketabahan dan konsolidasi,” kata Hakim. “Disamping itu, langkah untuk mereview hubungan diplomatik dengan ‘Israel’ yang dilakukan oleh negeri-negara anggauta OKI yang selama ini telah melakukan normalisasi hubungan diplomatic juga sebuah langkah penting dan patriotik dan akan sangat membentu penyelesaian ‘Israel’-Palestina dan penciptaan perdamaian,” tambahnya.

Langkah lain yang sangat penting dilakukan ialah dukungan dari negara-negara anggauta PBB untuk melakukan tekanan terhadap zionis ‘Israel’. Namun demian, berkaca kepada pengalaman, maka harus diyakinkan agar Amerika tidak lagi menggunakan veto.

Upaya-upaya diplomatik  untuk meyakinkan Amerika dengan demikian juga sangat penting agar Amerika bersedia merubah cara pandang dan politik luar negerinya supaya lebih lebih fair, adil dan benar-benar diorientasikan kepada pembelaan terhadap kemanusiaan dan perdamaian. Ini memang sulit akan tetapi harus dilakukan.

“Indonesia bisa memainkan peran penting. PBB harus jauh lebih demokratis dan berdaya supaya berbaga keputusan penting yang menyangkut masa depan Palestina benar-benar mendapatkan jaminan dan pengawalan yang lebih pasti. Salah satu letak kuncinya ialah Amerika dan negara -negara lain pemegang Veto,” tambahnya.

Pertemuan OKI

Oki telah menyelenggarakan pertemuan luar biasa (the Open-Ended Meeting of the Executive Committee at the Level of Permanent Representatives) di markas OKI, Jeddah, pada 25 April 2022. Pertemuan ini dilatarbelakangi oleh perkembangan yang kian mengkhawatirkan di Palestina, terutama di Masjid Al-Aqsha.

Pertemuan luar biasa tersebut dipimpin oleh Saudi Arabia selaku Ketua Executive Committee dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal OKI, dan Wakil Tetap negara anggota OKI. Pertemuan luar biasa tingkat Wakil Tetap negara ini terjadi atas desakan pemerintah Indonesia.

​Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal OKI, Hussein Ibrahim Taha menekankan komitmen OKI untuk terus mendukung perjuangan bangsa Palestina hingga meraih kemerdekaannya. Lebih lanjut Hissein Brahim Taha menyampaikan OKI telah mengirim surat ke sejumlah international actors berisi penolakan dan pengecaman terhadap upaya penjajah ‘Israel’ untuk menerapkan penyekatan/pembatasan yang bersifat sementara maupun sebagian dari kompleks mesjid Al-Aqsha.

“Kami juga ingin menekankan perlunya dan pentingnya melestarikan sejarah dan hukum yang ada di Masjid Al-Aqsha karena merupakan tempat ibadah suci khusus umat Islam,” ujar Hussein Ibrahim Taha.

OKI meminta agar aktor international menekan dan menghentikan agresi ‘Israel’ ke Palestina khususnya tanah suci Al-Aqsha. Sementara Wakil Tetap Indonesia untuk OKI, Duta Besar Eko Hartono, menjelaskan posisi pemerintah Indonesia, mengutuk serangan tentara ‘Israel’ ke dalam kompleks Al-Aqsha, yang menembaki warga Palestina yang tengah beribadah, dan serangan ke jalur Gaza, termasuk upaya ‘Israel’ melakukan penyekatan akses ke dalam komplek Al-Aqsha.* 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Masjid Al-AqshaMUIOKIpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puasa yang Melahirkan Uswah
Tulisan selanjutnya Presiden Erdogan Hadiri Peluncuran ‘Mushaf Istanbul’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Hamas Umumkan Kesepakatan Akhiri Agresi ‘Israel’ di Gaza

1 September 2020 08:59
membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Israel Kembali Gempur Gaza dengan Serangan Drone dan Pesawat Tempur

28 Agustus 2020 20:57
Langsung dari Gaza

Empat Warga Palestina Meninggal Dunia dalam Serangan ‘Israel’ di Gaza

26 Agustus 2020 12:49
Langsung dari Gaza

Hamas Mendesak Para Pemimpin Dunia untuk Menekan ‘Israel’ atas Blokade & Serangan ke Gaza

25 Agustus 2020 19:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?