Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Universitas Oxford: Marcos Jr Tidak Lulus Sarjana

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Mei 2022 14:07 2:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Mei 2022 12:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Universitas Oxford menyeru Ferdinand Marcos Jr, yang belum lama ini meraih suara terbanyak dalam pemilihan presiden Filipina, agar berhenti memanipulasi keadaan seputar studinya di perguruan tinggi ternama di Inggris itu. Oxford menegaskan bahwa Bongbong Marcos tidak menuntaskan pendidikan sarjana di lembaga pendidikannya.

Dilansir The Guardian Senin (16/5/2022),, Oxford mengkonfirmasi bahwa Marcos Jr tidak menyelesaikan kuliah jenjang sarjana BA dalam bidang studi filsafaat, politik dan ekonomi setelah mendaftarkan diri pada tahun 1975.

“Menurut catatan kami, dia tidak menyelesaikan kuliahnya, tetapi dianugerahi diploma khusus dalam studi sosial pada tahun 1978,” kata Oxford, menanggapi permintaan keterangan – berdasarkan hak kebebasan informasi – yang diajukan oleh pendukung rival Marcos Jr dalam pemilu lalu yang berbasis di Inggris.

Marcos Jr, yang dikenal dengan nama panggilan “Bongbong”, dalam sejumlah wawancara mengatakan bahwa dia mendapatkan gelar sarjana dari Oxford. Sementara website pribadinya menyatakan, “Dia menyelesaikan studi sarjananya di Universitas Oxford dan lulus dengan diploma khusus dalam studi sosial.”

Meskipun kandidat presiden Filipina tidak diharuskan memiliki gelar sarjana dan cukup memiliki kemampuan baca-tulis dan memenuhi usia tertentu, pencitraan diri sebagai lulusan perguruan tinggi ternama – padahal kenyataannya tidak demikian – bisa dikategorikan sebagai pembohongan publik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Marcos Jr menerima lebih dari 31 juta suara dalam penghitungan yang belum diresmikan pada pemilu presiden pekan lalu, termasuk perolehan suara terbesar dalam beberapa dekade pemilu di Filipina.

Isu gelar Oxford Marcos Jr pertama kali muncul tujuh tahun lalu ketika profilnya di situs web untuk pemilihan anggota senat Filipina menyatakan bahwa dia telah memperoleh gelar dari Oxford dalam bidang filsafat, politik dan ekonomi (PPE), jurusan yang paling banyak diambil oleh para politisi di Inggris.

Sejumlah surat yang baru diterbitkan tahun lalu mengungkapkan bahwa utusan-utusan ayahnya telah melobi sejumlah tokoh senior di St Edmund Hall Universitas Oxford untuk mempertahankan karir akademis putranya setelah ia gagal dalam

ujian beberapa kali.

Lolos dari isu akademiknya, Marcos Jr kemudian menjadi wakil gubernur Provinsi Ilocos Norte, kampung halamannya di bagian barat laut Luzon, pada usia 23 tahun. Kemudian dia menjabat gubernur.

Bongbong berusia 29 tahun ketika ayahnya digulingkan dari kekuasaan pada 1989 oleh revolusi rakyat dan keluarganya terpaksa meninggalkan Filipina untuk mengasingkan diri ke Hawaii.

Sebelumnya muncul dokumen yang mengungkapkan bahwa Marcos Jr gagal dalam dua dari tiga ujian pendahuluan di Oxford pada musim panas 1976. Setelah itu dia gagal dalam satu dari dua ujian agar tetap dapat duduk di perguruan tinggi itu, gagal lulus ujian bidang politik untuk kedua kalinya.

Kaki tangan ayahnya kemudian gencar melobi John Kelly, pimpinan St Edmund Hall, yang ditanya apakah mereka dapat memikirkan keadaan khusus apa pun yang bisa “meluluskan” Bongbong dari perguruan tinggi bergengsi itu.

Kesepakatan kemudian dicapai bahwa Marcos Jr diperbolehkan melanjutkan pendidikannya di bidang PPE tetapi dipindahkan ke diploma khusus bidang ilmu-ilmu sosial, program studi yang pada akhirnya kemudian ditutup.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BongbongFerdinand Marcos JrfilipinainggrisOxfordpemilupresidensarjanaUniversitas Oxford
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemungkaran Pemikiran
Tulisan selanjutnya 74 Tahun Nakba Palestina:  Kita Masih menjadi Muslim Tuli

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Berita
27 Agustus 2026 12:13
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?