Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Xinjiang Police File: Wanita Muslim Dipenjara Karena Anak Tidak Minum Alkohol

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Mei 2022 16:50 4:50 pm
Ahmad
Dipublikasikan 30 Mei 2022 16:45
Bagikan
Berkas 'Xinjiang Police File' berisi 2.800 tahanan, diperoleh setelah peretas berhasil mengambil database kepolisian Xinjiang, ada korban yang ditangkap karena belajar Islam dan menyimpan jilbab
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang hacker alias peretas berhasil membobol server milik kepolisian China dan menemukan sebuah dokumen berisi informasi rahasia dan dokumen terkait tahanan Uighur. Peretas yang tidak disebutkan namanya kemudian menyerahkan dokumen bernama ‘Xinjiang Police File’ atau File Polisi Xinjiang kepada akademisi yang berbasis di AS Dr Adrian Zenz dari Yayasan Peringatan Korban Komunisme, yang telah diblokir oleh pemerintah China untuk penelitiannya di Xinjiang, lapor Daily Mail Online.

Data yang ditemukan mengungkapkan bagaimana lebih dari 20.000 orang etnis Uighur dari hanya satu distrik – Shufu – dipenjara di kamp-kamp penahanan antara 2017 dan 2018 atas tuduhan palsu seperti mempertahankan jenggot, melakukan shalat, atau hanya mengenakan jilbab.  Semua tahanan berada di bawah pengawasan ketat penjaga yang diperintahkan untuk menembak mati bagi mereka yang melarikan diri.

Daily Mail Online menambahkan, dokumen yang berhasil diretas menunjukkan sisi baru yang mengerikan dari kekerasan yang dialami oleh Muslim Uighur di ‘kamp pendidikan ulang’ dan penjara Xinjiang, yang dikelola rezim China.

Misalnya, seorang nenek Muslim asal Uighur bernama Tajigul Tahir, dipenjara oleh pemerintah China hanya karena putranya tidak memiliki biasa minum alkohol atau merokok, menurut dokumen File Polisi Xinjiang.  Pemerintah China menganggap tindakan tidak minum alkohol dan merokok sebagai penanda bahwa putranya adalah ‘seseorang yang sangat shaleh’ , termasuk pelanggaran besar di mata pihak berwenang.

Ribuan foto, spreadsheet, dan data rahasia ini mengungkapkan bagaimana tahanan Muslim Uighur terus-menerus diawasi dengan ketat oleh otoritas yang memegang tongkat, dokumen tentang sesi kamp indoktrinasi, dokumen tentang bagaimana polisi bersenjatakan senapan, perisai anti-huru hara dan tongkat yang dilatih untuk melumpuhkan kaki yang tidak hanya diborgol dan tangan, bahkan wajah dan kepala mereka juga ditutupi kain.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tumpukan dokumen rahasia yang dibobol ini mengungkapkan, dari 5.000 foto tahanan, setidaknya 2.884 berlokasi di penjara atau kamp pendidikan ulang di provinsi itu—sebagian besar di distrik Shufu. Di antara alasan mereka ditahan selain karena berjenggot, ‘dipengaruhi ekstremisme agama’, bepergian ke ‘negara sensitif’ (negara mayoritas Muslim), atau sang ibu yang memiliki putranya ‘memeluk agama’, tidak minum alkohol, mendengarkan ‘pembicaraan terlarang’, mengunduh dan mengaktifkan aplikasi terenkripsi dari mata-mata China di ponsel mereka.

Alasan lain mengapa Muslim Uighur ditahan karena tuduhan yang sebenarnya kurang jelas. Misalnya hanya karena dengan sengaja menghindari teknologi sebagai cara untuk menyembunyikan aktivitas mereka. Tuduhan lain termasuk ‘sengaja bertengkar’ atau ‘mengganggu tatanan sosial’.

Hawagul Tewekkul ditahan dengan alasan yang tidak diketahui di Xinjiang. (Xinjian Police File /ABC)

Informasi yang terungkap menemukan bahwa tahanan termuda pada saat penangkapan adalah seorang gadis berusia 15 tahun dan yang tertua adalah seorang nenek berusia 73 tahun. Tidak hanya itu, dokumen rahadia yang diretas, tapi data yang menemukan bahwa komunitas Muslim Uighur yang tidak bersenjata juga berada di bawah pengawasan ketat.

Sedikitnya 2.116 orang -tidak ada catatan penangkapan, tetapi masih dibawa ke kantor polisi untuk difoto -kadang-kadang dibawa di tengah malam.  Sebagian besar foto tampaknya digunakan untuk melatih perangkat lunak pengenalan wajah pemerintah China.

Sebelumnya, Ketua Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang Shohrat Zakir membantah keberadaan kamp tahanan dan kamp pendidikan ulang bagi Muslim Uighur.  “Tuduhan bahwa pusat pelatihan telah menahan satu juta etnis Uighur sama tidak berdasarnya dengan tuduhan mendanai terorisme terhadap mereka,” klaimnya.

Tidak ada kamp penahanan yang melibatkan etnis Uighur dan kelompok minoritas Muslim di Xinjiang, sebaliknya, itu adalah pusat pendidikan dan kejuruan untuk kelompok yang dibangun atas dasar hukum, sejalan dengan pengakuan internasional, tulis portal berita tersebut.

The Daily Mail Online melaporkan lagi, setelah Dr Adrian Zenz memperoleh dokumen itu, ia kemudian membagikannya kepada kantor berita BBC yang menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memverifikasi informasi yang terkandung di dalamnya, sebelum menerbitkannya.

Tursun Kadir, seorang khatib berusia 58 tahun, dijatuhi hukuman 16 tahun 11 bulan penjara hanya karena ‘memiliki jenggot’, dan ratusan Muslim lainnya dipenjara karena ‘membiarkan telepon kehabisan pulsa’ dan beberapa dipenjara karena mendengarkan ceramah agama.

Rahile Omer, 15, adalah tahanan termuda dalam arsip rahasia yang dibobol hacker (Xinjiang Police File/ABC)

Sejak 2017 , sebanyak 1,8 juta Muslim Uighur dan minoritas Muslim lainnya telah ditahan secara paksa di kamp-kamp penahanan Xinjiang, seolah-olah akan dididik ulang untuk mengendalikan dan mengasimilasi minoritas ini seolah-olah sebagai langkah untuk mencegah ekstremisme dan kekerasan agama.

Pihak berwenang China dilaporkan telah menargetkan dan menahan banyak pengusaha, pemikir, dan tokoh budaya dan agama Uighur di sekitar Xinjiang selama beberapa tahun terakhir.*

Baca juga: Xinjiang Police File: Ribuan Dokumen dan Foto Muslim Uighur Bocor, Ungkap Kejahatan China

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DokumenFile Polisi XinjianguighurxinjiangXinjiang Police File
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hidayatullah Jabar Gelar Silaturahmi Syawal, Launching Yayasan Ta’awun Da’i Indonesia
Tulisan selanjutnya Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?