Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tuntutannya Dipenuhi, Turki Dukung Finlandia dan Swedia Masuk NATO

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Juni 2022 16:09 4:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juni 2022 16:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Turki, hari Selasa (28/6/2022), tidak lagi menentang keinginan Finlandia dan Swedia untuk bergabung masuk organisasi pertahanan NATO, setelah tuntutannya dipenuhi.

Setelah pembicaraan tingkat tinggi dengan pemimpin ketiga negara itu, Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa “kita sekarang memiliki kesepakatan yang membuka jalan untuk Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO.” Dia menyebutnya sebagai “keputusan bersejarah.”

Menyusul invasi Rusia ke Ukraina, Finlandia dan Swedia yang selama ini memilih netral dan tidak berminat untuk bergabung dengan pakta pertahanan itu akhirnya mengubah sikap. Perjanjian yang disepakati oleh negara anggota NATO menyebutkan bahwa serangan terhadap salah satu negara dianggap sebagai serangan terhadap semua anggotanya dan semua negara harus memberikan respon militer.

NATO beroperasi dengan konsensus, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan memveto kedua negara itu, menuntut mereka agar mengubah sikapnya terhadap kelompok-kelompok pemberontak Kurdi yang dianggap Ankara sebagai teroris.

Setelah diplomasi selama berpekan-pekan dan pembicaraan selama berjam-jam pada hari Selasa, Presiden Finlandia Sauli Niinistö mengatakan pemimpin ketiga negara telah menandatangani kesepakatan guna mengakhiri kebuntuan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Turki mengatakan pihaknya telah “mendapatkan apa yang diinginkan” termasuk “kerja sama penuh … dalam memerangi” kelompok-kelompok pemberontak.

Stoltenberg mengatakan aliansi beranggotakan 30 negara itu akan mengeluarkan undangan resmi kepada Finlandia dan Swedia untuk bergabung pada hari Rabu, lansir Associated Press. Keputusan itu harus diratifikasi oleh masing-masing anggota, tetapi dia sangat yakin Finlandia dan Swedia bisa menjadi anggota, sesuatu yang bisa terwujud dalam hitungan bulan.

Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson mengatakan keputusan itu baik bagi Finlandia dan Swedia, serta NATO.

Dia juga mengatakan bahwa proses keanggotaan mereka seharusnya “dilakukan lebih cepat lebih baik.”

“Namun, ada 30 parlemen yang perlu menyetujui ini dan Anda tidak pernah tahu (hasilnya),” kata Andersson kepada Associated Press.

Turki menyebut kesepakatan hati selasa itu sebagai kemenangan, mengatakan bahwa kedua negara Nordik itu setuju untuk menindak semua kelompok yang dianggap Ankara sebagai ancaman terhadap negaranya, termasuk Partai Pekerja Kurdi (PKK) dan organisasi afiliasinya di Suriah. Ankara juga mengatakan bahwa kedua negara itu sepakat untuk “tidak memberlakukan embargo dalam industri pertahahan” terhadap Turki, serta setuju untuk”mengambil langkah-langkah konkret dalam memberantas kelompok-kelompok kriminal teroris.”

Turki menuntut agar Finlandia dan Swedia mengekstradisi individu yang dicari aparatnya dan mencabut pembatasan senjata yang diberlakukan setelah serangan militer Turki tahun 2019 ke bagian timur laut Suriah.

Sebagai imbal baliknya Turki setuju untuk mendukung undangan bagi Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO pada KTT Madrid 2022.

Perincian apa saja yang disepakati oleh ketiga negara itu tidak diketahui.

Politisi independen anggota parlemen Swedia yang berlatar belakang Kurdi, Amineh Kakabaveh, yang mendukung pemerintah tergantung pada mayoritas parlemen, mengaku khawatir karena Swedia tidak membeberkan “janji apa saja yang diberikannya kepada Erdogan.”

PM Swedia Andersson membantah dugaan bahwa Swedia dan Finlandia mengalah terlalu banyak.

Ketika ditanya apakah rakyat Swedia akan melihat kesepakatan itu sebagai konsesi atas isu-isu seperti ekstradisi militan Kurdi yang dianggap Ankara sebagai teroris, Andersson mengatakan “mereka akan melihat ini baik untuk keamanan Swedia.”

Di tengah spekulasi peran Amerika Serikat dalam mengakhiri kebuntuan, seorang pejabat senior AS mengatakan Washington tidak menawarkan konsensi apapun ke Turki.

Namun, dia mengatakan AS berperan penting dalam membantu mendekatkan kedua kubu, dan Presiden Biden berbicara kepada Presiden Erdogan pada Selasa pagi atas permintaan Swedia dan Finlandia untuk membantu memuluskan perundingan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAnkaraFinlandiaKurdiNATOrusiasuriahswediaterorisTurkiUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (Video) Tangki Klorin Meledak di Aqaba Yordania 13 Orang Tewas
Tulisan selanjutnya Berhaji Tanpa Izin Terancam Denda 10.000 Riyal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?