Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Singa Liar Sekarang Nongkrong di Kawasan Pantai Gujarat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Juli 2022 19:39 7:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Juli 2022 19:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kawasan pesisir pantai negara bagian Gujarat, India, sekarang menjadi tempat “nongkrong” lebih dari 100 ekor singa liar. Hal ini menunjukkan habitat asli mereka sudah menyusut, kata para ahli.

Hutan Gir di Gujarat, satu-satunya habitat asli singa Asia, memiliki sekitar 400 ekor singa pada tahun 2020, menurut data departemen kehutanan setempat. Di daerah lain di negara bagian itu memiliki sekitar 275 ekor singa, yang 104 di antaranya tersebar di area seluas 300km di pesisir pantai Gujarat.

Pakar-pakar konservasi mengatakan pergerakan tidak biasa singa ke arah pantai terjadi disebabkan habitat asli mereka sudah padat.

“Normalnya, sulit bagi singa untuk menyesuaikan diri dengan habitat pantai, tetapi mereka tidak memiliki pilihan sebab lahan terbatas,” kata Dr Nishith Dhariya, pakar kehidupan alam liar, seperti dilansir BBC Senin (11/7/2022).

Dahulu singa terdapat di seluruh Gujarat, tetapi jumlahnya menyusut hingga tinggal belasan di awal abad ke-20, utamanya disebabkan perburuan dan kekeringan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak itu, upaya konservasi membantu populasi mereka bertambah di kawasan hutan Gir yang kering.

Namun, banyak pakar mengatakan dari tahun ke tahun Gir semakin sempit bagi singa, hewan liar yang dikenal teritorial.

Aparat kehutanan mengatakan singa-singa Gujarat mulai merambah pantai di tahun 1990-an disebabkan perebutan wilayah.

“Seekor singa umumnya membutuhkan wilayah sekitar 100km² di mana di sana juga terdapat 3-4 singa betina beserta anak-anaknya. Ketika anak singa jantan beranjak dewas dia akan mengambil alih wilayah itu dari tetuanya atau pergi mencari teritori lain,” kata Shyamal Tikadar, seorang pejabat tinggi kehutanan setempat.

Singa-singa biasanya mencapai kawasan pesisir pantai dengan mengikuti jalur Sungai Heran, yang melewati hutan Gir dan bertemu dengan Laut Arab di muara yang berada di distrik Somnath.

Ini artinya, orang-orang seperti Uday Shah – yang memiliki lahan pertanian di dekat laut di distrik Veraval, 80km (50 mil) jauhnya dari hutan Gir – sekarang terbiasa melihat sekawanan singa di tepi pantai.

“Awalnya kami takut ketika melihat mereka, tetapi sekarang mereka tidak mengganggu kami,” katanya.

HD Galchar, petugas kehutanan di Veraval, mengatakan kawanan yang terdiri dari sekitar tujuh ekor singa sudah bermukim di dekat pantai sejak beberapa tahun silam. Dia mengatakan departemen kehutanan mulai menanam pohon arab gom gugur di daerah itu ketika melihat ada peningkatan populasi singa.

Berhadapan dengan tepi pantai Veraval, sekarang tampak jajaran pohon gom arab fan di sanalah kawanan singa tersebut tinggal. Pohon-pohon itu memberikan habitat bagi singa seperti di hutan Gir.

Galchar mengatakan bahwa terkadang mereka berburu babi liar dan banteng biru (nilgai) di kawasan hutan lindung di pesisir pantai.

Namun, ketika mereka tidak dapat menemukan mangsa, mereka pergi ke desa-desa terdekat dan membunuh kambing dan sapi.

Natha Parmar, yang memiliki perkebunan mangga di dekat sungai Heran di distrik Somnath, mengatakan singa telah membunuh setidaknya 10 ternaknya dalam beberapa tahun terakhir.

Dia dan beberapa warga desa lainnya awalnya sangat marah. Namun, kemudian mereka menyadari bahwa keadaan itu justru ada keuntungannya.

“Sebelumnya, kami harus mengatasi kawanan babi liar dan nilgai karena mereka merusak semua tanaman pangan kami. Sekarang semua itu nyaris berhenti,” ujarnya.

Dia dan petani lain sekarang belajar untuk hidup lebih berhati-hati dan menghormati keberadaan singa-singa itu. Dengan demikian tidak ada serangan oleh singa terhadap manusia di daerah itu sampai sekarang.

“Ketika kami bertemu mereka, kami berhenti dan memberikan jalan bagi mereka atau mengubah rute tanpa menggangu mereka,” paparnya.

Jheenabai, pelacak jejak singa yang bekerja untuk departemen kehutanan, mengatakan warga di daerah sekitar menyesuaikan gaya hidup mereka dengan singa, seperti yang juga dilakukan dahulu oleh masyarakat fi sekitar hutan Gir.

“Terkadang, singa pindah ke hutan terdekat atau daerah pemukiman untuk berburu, tetapi kemudian mereka kembali ke sini untuk beristirahat. Mereka telah beradaptasi dengan habitat ini,” klaimnya.

Singa di Gujarat telah beradaptasi dengan perubahan habitat sesuai dengan keadaan, kata pakar margasatwa Rajan Joshi. Mereka telah terbiasa tinggal di dekat manusia di Gir, katanya, dan kemudian, di lahan terbuka ketika jumlah mereka bertambah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gujarathutan girIndiaPantaiSinga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islamofobia: Seorang Wanita Muslim Berjilbab Diserang di Jerman
Tulisan selanjutnya Belanda Meminta Maaf atas Kegagalan Mencegah Pembantaian Muslim di Srebrenica Tahun 1995

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?