Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Belanda Meminta Maaf atas Kegagalan Mencegah Pembantaian Muslim di Srebrenica Tahun 1995

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Juli 2022 21:16 9:16 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 Juli 2022 21:20
Bagikan
Muslim Bosnia berdoa di makam korban pembantaian Srebrenina
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Belanda telah meminta maaf kepada keluarga Bosniak yang kehilangan kerabat mereka dalam pembantaian (genosida) Muslim Srebrenica 1995 di timur Bosnia dan Herzegovina.Belanda dinilai bagian dari kegagalan dalam mencegah pembantaian Muslim di Srebrenica 1995, kata Menteri Pertahanan Belanda Kajsa Ollongren.

Terkait ini, Menteri Pertahanan Belanda, Kajsa Ollongren menyampaikan permintaan maaf pada peringatan ke-27 genosida di pemakaman pada hari Senin di Potocari di Bosnia dan Herzegovina.  

“Belanda adalah salah satunya. Terlepas dari segalanya, Srebrenica hancur … Belanda juga merupakan bagian dari kegagalan ini. Untuk alasan ini, kami menawarkan permintaan maaf kami yang terdalam. Ini menghubungkan Belanda selamanya,” kata Ollongren.

Dia mengatakan bahwa lembaga internasional telah berjanji untuk melindungi orang yang tidak bersalah.  “Masyarakat internasional gagal melindungi rakyat Srebrenica. Sebagai bagian dari komunitas ini, pemerintah Belanda berbagi tanggung jawab politik atas situasi di mana kegagalan ini bisa terjadi. Kami tidak bisa menghilangkan penderitaan. Tapi yang bisa kami lakukan adalah melihat sejarah langsung di mata,” kata Ollongren.

Misi yang mustahil

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada tahun 2002, pemerintah Belanda saat itu mengundurkan diri dari Bosnia setelah mengakui kegagalannya untuk melindungi pengungsi, tetapi mengatakan bahwa pasukan penjaga perdamaiannya sedang dalam “misi yang mustahil”.

Sebagaimana diketahui, pasukan Belanda yang kewalahan menghadapi pengungsi Muslim yang meminta perlinduan menutup gerbang di pangkalan mereka yang terletak di zona aman PBB di Srebrenica pada tahun 1995.

Sejarah mencatat, saat itu penjaga perdamaian yang bersenjata lengkap melihat orang-orang Serbia-Bosnia memisahkan laki-laki dan anak laki-laki, mengantar mereka dengan bus ke kematian mereka, dan membuang mayat mereka di kuburan massal.

Atas peristiwa ini, putusan pengadilan banding Den Haag, Belanda mengatakan, Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seharusnya mengetahui dengan baik bahwa ada banyak orang dalam bahaya, namun pasukan Belanda dinilai membiarkan mereka jatuh ke tangan pembantai. Demikian, menyangkut kasus genosida atau pembunuhan massal di Bosnia pada tahun 1995, seperti dilaporkan The Guardian, Rabu (28/6/2017).

Pembantaian Srebrenica (disebut juga genosida atau pembantaian Srebrenica) adalah kejadian pada Juli 1995 di mana sekitar lebih dari 8.000 laki-laki dewasa dan remaja etnis Muslim Bosnia dibantai secara massal di daerah Srebrenica, Bosnia, oleh pasukan Republik Srpska yang dipimpin Jenderal Ratko Maldic. Republik Srpska, yang sebelumnya bernama Republik Serbia Bosnia-Herzegovina, adalah satu dari tiga entitas politik di Bosnia-Herzegovina.

Ratusan Muslim itu dibantai di dekat Srebrenica di Bosnia dan Herzegovina selama perang saudara Yugoslavia, demikian putusan pengadilan banding Den Haag.

Putusan tersebut menguatkan keputusan pengadilan di bawahnya tiga tahun yang lalu bahwa pasukan Belanda seharusnya tahu bahwa orang-orang yang mencari perlindungan ke markas mereka akan dibunuh oleh tentara Serbia Bosnia. Koban, yang jumlahnya tidak terhitung, telah melarikan diri ke daerah aman, dan salah satunya termasuk ke markas pasukan Belanda, namun, mereka tidak mendapatkan perlindungan.

Hakim banding Belanda Gepke Dulek-Schermers mengatakan tentara Belanda pasti tahu bahwa orang-orang itu “tidak hanya diperiksa … tetapi dalam bahaya nyata menjadi sasaran penyiksaan dan eksekusi.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Genosida Muslim SrebrenicaMuslim Bosnia. pembantaian Muslim Srebrenicaperang bosnia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Singa Liar Sekarang Nongkrong di Kawasan Pantai Gujarat
Tulisan selanjutnya Situs Pemerintah ‘Israel’ Diserbu Kelompok Hacker

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?