Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tekno

Ketika Teknologi Realitas Virtual Merampas Esensi Kemanusiaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juli 2022 12:53 12:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juli 2022 13:00
Bagikan
Bagikan

Haruskah kita membuang perjalanan segera? Beginilah cara teknologi realitas virtual memperkaya pariwisata global

Hidayatullah.com—Teknologi realitas virtual saat ini sedang merambah dunia pariwisata. Tidak heran akibat merebaknya pandemi Corona dan penutupan lalu lintas udara dalam waktu lama, manusia menyalurkan hasrat berinteraksinya melalui tekhnologi realitas virtual. Meskipun tekhnologi ini tergolong masih sedikit yang mampu menikmatinya.

Saat ini seseorang yang ingin mendaki Gunung Everest, mengunjungi Musium Fir’aun di Kairo atau menikmati kesakralan dan keindahan kota-kota di Syam, semua itu bisa dilakukan secara virtual, kutip laman Aljazeera.

Saat ini di Eropa, berbagai perusahaan dan badan tertarik untuk menyediakan layanan pariwisata virtual. Otoritas Pariwisata Madrid sudah sejak setahun terakhir memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menjalani pengalaman virtual. Mereka disuguhkan untuk mengenal ibu kota Spanyol sebelum kunjungan yang sebenarnya.

Biasanya tur 30 menit dipesan melalui situs web, setelah itu panggilan video dilakukan melalui aplikasi Zoom. Bila pemandu wisata dan konsumen/ turis telah siap maka tur virtual itu mulai dilakukan. Sang pemandu wisata akan melalui jalan-jalan di Madrid sambil menjelaskan segalanya kepada Si Turis ‘virtual’.

Baca Juga

Beginilah Zionis Mempersiapkan Remaja dan Pelajar jadi Generasi Tentara Siber
Sejumlah Kementerian Zionis Diserang Hacker Dunia  
Kecerdasan Buatan Tetap Terbatas Gunakan Sumber Daya yang Ada
Tak Dapat F-35, Turki Luncurkan KAAN, Pesawat Siluman Generasi ke-5
PP Muhammadiyah Luncurkan Aplikasi MASA

Bila Si Turis ingin berhenti di situs arkeologi atau gedung perpustakaan atau apapun yang menarik hatinya maka Si Pemandu Wisata akan melakukannya. Si Turis bebas untuk bertanya kepada Pemandu Wisata. Dan selama tour itu berlangsung Turis dapat melihat gambar 360 derajat/ panorama. Bahkan bisa diperbesar.

Dunia tiga dimensi

Meskipun layanan ini sangat berguna untuk mendapatkan kesan pertama Kota Madrid sebelum mengunjunginya tetapi harus membedakannya antara wisata realitas virtual dengan layanan realitas virtual tiga dimensi. Realitas virtual tiga dimensi membutuhkan lingkungan yang dihasilkan komputer 3D dan dilihat dengan kacamata realitas virtual.

Armin Brych, seorang peneliti di Kempten University of Applied Sciences menjelaskan bahwa kacamata realitas virtual atau sistem gua lingkungan virtual, yaitu ruangan yang dilengkapi dengan layar besar, harus digunakan agar pengguna dapat dikelilingi oleh realitas virtual. Semakin tenggelam turis di dunia maya di sekitarnya, semakin realistis pengalaman buatannya yang oleh para ahli menyebut kasus ini “perendaman”.

Meskipun beberapa pakar pariwisata masih melihat pariwisata virtual sebagai sektor yang sangat terbatas, telah terlihat beberapa perkembangan di Eropa. Sebuah perusahaan “Timeride” (Timeride) bahkan menawarkan perjalanan waktu virtual. Artinya Si Wisatawan dapat menyaksikan dirinya sendiri ‘hidup’ di era jaman dahulu.

Kota Essen di Jerman menawarkan tur kota menggunakan teknologi Mixed Reality, tur ini dikenal sebagai (Essen 1887); Turis berjalan di sekitar kota yang terletak di wilayah Ruhr, menggunakan Global Positioning System (GPS) dengan kacamata khusus.Cologne, Berlin, Dresden, Munich dan Frankfurt.

Hologram muncul di tempat-tempat tertentu dari tur, dan orang-orang dari tahun 1887 tampak berbicara dengan Si Turis, lalu gerobak tua berjalan di jalan di sekitar turis.

Merebaknya pandemi Corona menyebabkan menjamurnya tawaran wisata virtual, ketika wisatawan tidak dapat melakukan perjalanan selama waktu tutup yang ketat, banyak dari mereka pergi mengunjungi tempat-tempat eksotis secara virtual untuk melepaskan diri dari tekanan kehidupan sehari-hari.

Tristan Horex, peneliti muda di Future Institute Jerman menekankan bahwa meskipun saat ini kita hidup di dunia digital yang besar tetapi kita adalah manusia alami, manusia dua dimensi. Jadi kata Horex, kita  tidak mungkin untuk mengubah semuanya menjadi dunia digital. Terutama hal-hal yang bersifat ‘fisical’.

“Mengunjungi museum seni bukan hanya tentang melihat karya seni, melainkan pengalaman fisical yang umum, yang tentu saja tidak disediakan oleh kunjungan digital ke situs web museum seni.”

Yang paling menyenangkan dari wisata itu adalah gelak tawa dan kegairahan yang tumbuh karena pengalaman fisical. Hal itu sulit dipenuhi dalam wisata realitas virtual.

Namun Horex tidak menolak sepenuhnya penggunaan teknologi virtual reality di sektor pariwisata. Karena teknologi ini akan membantu Si Wisatawan sebelum dia benar-benar memutuskan untuk mengunjunginya secara real.

Pariwisata virtual dapat menciptakan pengalaman dan koeksistensi alternatif bagi beberapa kelompok sasaran, seperti orang-orang yang tidak dapat melakukan perjalanan karena cacat fisik atau perjalanan wisata yang terlalu mahal, terlalu menegangkan atau berbahaya bagi lingkungan dan iklim.

Bagi kaum muslim sendiri, yang paling menarik dari gagasan wisata realitas virtual adalah berkunjung ke tiga kota suci yakni Makkah, Madiinah dan Baitul Maqdis. Wisata jenis ini akan sangat membantu kaum muslim yang tidak memiliki dana, waktu dan tenaga yang cukup untuk berkunjung secara realitas.

Sementara kerinduan sudah sangat tinggi. Tetapi dalam menyikapi teknologi ini poin utamanya adalah jangan sampai kita mencampur adukkan antara wisata dengan ibadah.

Syariat ibadah itu sudah diatur secara tegas dalam al-Quran dan hadits. Misalnya ibadah haji, yang tidak akan mungkin bisa digantikan dengan ibadah haji virtual. Karena ibadah haji mengikat kuat antara hamba dengan tempat (Ka’bah). Keduanya harus bersifat real, tidak bisa salah satunya virtual.*/Hariono

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:realitas virtualteknologi realitas virtualwisata globalwisata masa depan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bustanica Pertanian vertikal Terbesar di Dunia Diresmikan di Dubai
Tulisan selanjutnya Kemenkumham Habib Rizieq Resmi Bebas, Kemenkumham Sebut Habib Rizieq Sudah Penuhi Syarat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Tekno

Google Sudah Lewat, Gen Z Cari Berita dan Informasi di TikTok

16 November 2023 14:45
IptekesTekno

Ratusan Nomor Telepon Terindikasi Penipuan Online Diblokir Pemerintah

16 November 2023 14:32
IptekesTekno

Kemenag Kembangkan Layanan Chatbot Al-Qur’an dengan Teknologi Artificial Intelligence

21 September 2023 20:49
pinjaman online
Tekno

Masyarakat Digital Mandiri Berdaulat dengan Platform Komunitas

28 Februari 2023 12:37
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?