Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rakus Jabatan Bekas PM Australia Scott Morrison Didesak Mundur dari Parlemen

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2022 15:12 3:12 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Agustus 2022 15:10
Bagikan
PM Morrison memperingatkan Presiden Jokowi (kanan) bahwa Australia akan protes pembebasan bersyarat Ustadz Abu Bakar Baasyir.
Bagikan

Hidayatullah.com– Bekas perdana menteri Australia Scott Morrison didesak mundur dari parlemen, setelah terungkap bahwa dirinya secara diam-diam merangkap lima tugas menteri tambahan ketika menjabat sebagai kepala pemerintahan.

Morrison saat ini menjabat anggota parlemen untuk mewakili daerah Cook.

Morrison menjadi mengemban tugas secara bersamaan dengan menteri yang ada untuk bidang kesehatan, keuangan, perbendaharaan, urusan dalam negeri, dan sumber daya mulai Maret 2020 sampai Mei 2021.

Hal tersebut menimbulkan kegemparan di kalangan masyarakat dan rekan-rekannya. Sebagian dari mereka menyebut perilakunya “diktator”.

Dilansir BBC, dalam konferensi pers hari Rabu (17/8/2022), Morrison menolak seruan mundur dengan membenarkan tindakannya semasa menjabat PM – yang diambil selama pandemi Covid-19 – sebagai “perlu” pada “masa luar biasa”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia bersikeras mengatakan dirinya “bertindak untuk kepentingan nasional pada masa krisis” ketika menteri tidak mampu bekerja karena Covid-19.

Dia menegaskan bahwa dia tidak pernah bertindak sebagai menteri, meskipun faktanya secara diam-diam disumpah untuk mengemban tugas portofolio tersebut.

Ketika ditanya mengapa kala itu dia tidak mengungkapkannya ke publik, Morrison berdalih dia tidak ingin tindakannya disalahpahami sehingga menimbulkan perdebatan yang tidak perlu di masa pandemi.

Bendahara negara saat ini Jim Chalmers mengatakan Morrison memiliki “kecenderungan diktator”, dan meminta pemimpin Koalisi Peter Dutton untuk mengutuk tindakannya.

Perdana menteri saat ini Anthony Albanese menyebutnya sebagai “penghancuran demokrasi kita yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Kabar itu mencuat ke publik setelah dua jurnalis New Corp menulis dalam buku yang baru terbit bahwa Morrison semasa menduduki jabatan PM pernah memberikan sejumlah tugas menteri kepada dirinya sendiri.

Beberapa menteri – termasuk menteri keuangan saat itu Mathias Cormann – kabarnya tidak menyadari bahwa mereka berbagi portofolio dengan Morrison.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliaPerdana MenteriScott Morrison
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kawal Petugas Vaksinasi Polio Dua Polisi Pakistan Ditembak Mati
Tulisan selanjutnya Tanzania Pasang Koneksi Internet Berkecepatan Tinggi di Gunung Tertinggi Afrika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?