Hidayatullah.com– Dua polisi yang bertugas mengawal tim vaksinasi polio ditembak mati oleh orang-orang bersenjata di barat laut Pakistan.
Meskipun demikian, tim yang terdiri dari dua vaksinator tidak terluka, kata polisi seperti dilansir BBC Selasa (16/8/2022).
Dua pria bersenjata bersembunyi di dekat saluran air sebelum menembaki penjaga dari “jarak yang sangat dekat”, kata polisi setempat.
“Orang bersenjata itu tidak menarget dua anggota tim vaksinasi polio … dan melarikan diri dengan sepeda motor,” kata perwira senior Waqar Ahmad Khan kepada AFP.
Insiden itu terjadi di Kot Azam, distrik Tank, di sebelah barat laut Pakistan.
Pakistan dan Afghanistan merupakan dua negara terakhir di mana polio – yang dalam kasus parah bisa berakibat fatal atau membuat pasien lumpuh – masih tetap endemik.
Petugas vaksinasi polio lokal sering menjadi target serangan militan anti-vaksin, yang sebagian di antaranya mengklaim vaksinasi adalah rencana Barat untuk memandulkan umat Islam.
Petugas penanggulangan polio dan pengawal mereka banyak yang telah dibunuh oleh gerilyawan di Pakistan karena sentimen anti-vaksin, yang mencakup keyakinan bahwa vaksin mengandung lemak babi.
Penolakan semakin menguat setelah dinas intelijen Amerika Serikat CIA melakukan program vaksinasi palsu untuk membantu upaya meraka dalam menemukan tokoh al-Qaeda Osama Bin Laden.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berharap eradikasi global penyakit polio sudah dicapai beberapa tahun silam. Namun, adanya penolakan kuat di sejumlah wilayah menjadikan harapan tersebut sulit diwujudkan, sementara kemunculan kembali kasus-kasus polio belakangan ini menimbulkan kekhawatiran.
Pakistan melaporkan kasus polio pertamanya kurun 15 bulan pada bulan April. Sejak itu, lebih dari 13 kasus lain dikonfirmasi – semuanya berada di Waziristan Utara, bekas benteng pertahanan Taliban yang berbatasan dengan Afghanistan.
Amerika Serikat melaporkan kasus polio pertamanya kurun hampir satu dekade pada bulan Juli.
Di Inggris, virus polio terdeteksi dalam sampel air limbah di London pada bulan Juni. Temuan ini mendorong pemerintah melakukan vaksinasi mendesak atas sekitar satu juta anak. Semua anak berusia satu hingga sembilan tahun di wilayah London Raya akan diberikan vaksin.
Polio disebabkan oleh virus yang menyebar dengan mudah melalui kontak dengan kotoran orang yang terinfeksi atau, meskipun jarang, melalui batuk dan bersin.
Kebanyakan orang yang terjangkit virus polio tidak memiliki gejala, sementara sebagian orang mengalami gejala seperti flu.
Dalam beberapa kasus – yang jarang terjadi – pasien mengalami lumpuh (paling sering) di bagian kaki atau bisa berakibat fatal.*