Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Rezeki Yang Melimpah Milik Siapa?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Juli 2012 09:34 9:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Juli 2012 09:34
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

BADAN PANGAN dunia, Food and Agricultural Organization (FAO) memperkirakan bahwa tahun 2050 – era generasi anak dan cucu kita, dunia membutuhkan produksi pangan 2 kali dari tingkat produksi sekarang untuk mampu bertahan dengan kecukupan pangan bagi penduduknya. Dari mana kebutuhan ini akan dipenuhi di tengah lahan pertanian di seluruh dunia yang menyusut 5 – 7 juta hektar per tahunnya? Saat inipun sudah ada sekitar 1 milyar penduduk bumi yang kelaparan, akankah generasi anak cucu kita semakin sengsara? Insyaallah tidak – bila kita berbuat yang tepat saat ini, bahkan di jaman mereka dunia bisa jauh lebih baik! how? Inilah peluangnya…

Pertama yang harus kita sadari adalah bahwa kita-lah yang diberi tugas oleh Allah untuk memakmurkan bumi itu, bukan orang lain. Bukan para konglomerat kapitalis, bukan investor asing – tetapi kita semua yang mendapat tugas itu. Darimana kita tahu bahwa itu tugas kita, bukan tugas orang lain? karena firmanNya ditujukan langsung ke kita:

هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ

“…Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya…” (QS: Hud [11]: 61)

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Kedua, setelah kita menyadari tugas itu kemudian melaksanakannya dengan sungguh-sungguh, sambil terus memohon ampunan kepadaNya dan terus bertaubat, Allah akan memberikan sebagian upahnya di dunia – dan insyallah bagian terbesarnya untuk kehidupan yang abadi nanti.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS al-A’raf [7]: 96)

Ketiga, bahwa dunia yang saat ini sedang menuju keterpurukannya, harus kita yakini akan sampai pada suatu titik dimana arah itu akan berbalik – yaitu kembali menuju ke kemakmurannya. Darimana kita bisa yakin bahwa ini akan terjadi? karena ada kabar yang Sahih dari junjungan kita Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya tetapi dia tidak mendapatkan seorangpun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR. Muslim).

Nah sekarang kita sudah seharusnya yakin bahwa bumi masih akan makmur sekali lagi dan rezeki akan melimpah. Pertanyaannya kemudian adalah – apakah kita bisa ikut berperan atau tidak dalam proses pemakmuran tersebut?

Pilihannya ada tiga, yaitu pertama kita ikut berperan aktif dalam pemakmurannya karena itulah tugas kita seperti di ayat tersebut diatas. Kedua, kita tidak berperan – karena kita anggap itu tugas orang lain yang mampu. Ketiga kita berperan sebaliknya, yaitu ikut rame-rame menyengsarakan bumi dan penghuninya.

Apa ada yang mau berperan di peran yang ketiga ini? Diakui atau tidak inilah yang paling banyak terjadi saat ini yaitu peran ketiga. Justru karena lebih banyak peran ketiga yang dimainkan orang – maka lebih dari 1 milyar orang kelaparan di jaman kita. Peran ketiga ini ada yang berbentuk kapitalisme yang menguasai sektor-sektor produksi dan pasar hanya pada segelintir orang sehingga yang lain kelaparan; ada yang menguras kekayaan alam yang non-renewable dengan tidak bertanggung jawab; ada yang membuat hukum-hukum, perataturan –peraturan yang pro si kaya dengan mengabaikan hak si miskin dlsb. dlsb.

Lantas apa bentuk konkritnya bila kita ingin berperan di peran yang pertama? Salah satunya di bidang ekonomi ya yang menjadi isu central situs ini – yaitu bagaimana kita bisa menjadi entrepreneur yang memakmurkan bumi.

Enterpreneur yang mampu meng-eksplore potensi sumber daya alam yang begitu besar, potensi otak-otak manusia yang begitu cerdas, potensi iman yang akan meneguhkan hati dalam pengambilan keputusan, potensi Al-Qur’an yang menjadi sumber dari segala sumber ilmu, Al-Qur’an yang siap menjawab segala macam persoalan dan Al-Qur’an yang menjadi petunjuk lengkap dengan segala penjelasannya.

Konkritnya di lapangan saya melihat begitu banyak ilmu dan teknologi yang berkembang saat ini yang insyaAllah sangat bisa dimanfaatkan untuk memakmurkan bumi. Sebagian ilmu tersebut sudah kita kuasai, sebagian masih dikuasai orang lain – tetapi pada waktunya insyaAllah akan bisa kita gunakan. Ada teknologi biologi melekuler, ada teknologi microba, ada teknologi nano, ada teknologi aerophonic , ada renewable energy dlsb-dlsb yang semuanya menjanjikan untuk di explore.

Dengan ini semua, kita harus bisa mengubah pertanyaan pesimistis dunia dari ‘how to survive on so little?’ (bagaimana kita bisa bertahan hidup dengan sumber daya yang sangat terbatas), menjadi pertanyaan optimistis ‘what to do with so much…?’ (apa yang harus kita lakukan dengan begitu banyak …).

Keyakinan akan limpahan rezeki itu seyakin kita atas kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits yang sahih yang mengabarkannya, maka kinilah waktunya berbuat merespon tugas yang diembankan ke kita sesuai ayat tersebut diatas – insyaAllah kita akan mampu memperbaiki dunia untuk anak cucu kita ke depan. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, dan kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebangkitan ICMI Malang Siap Gelar Muktamar
Tulisan selanjutnya HTI: AS Takut Pengaruh Arab Spring Menular ke Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?