Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Imam Ar-Razi dan Mengikis Dikotomi Ilmu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2012 09:35 9:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Oktober 2012 09:35
Bagikan
Bagikan

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

FAKHRUDDIN Ar-Razi Competition (FRC) 2012 diadakan secara serempak di 18 kota besar di Indonesia, seperti: Banten, Tegal, Magelang, Surabaya, Malang, Bojonegoro, Nganjuk, Pasuruan, Makasar, Bali dan Medan. Khusus di Medan, Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, tempat penulis mengabdikan ilmu, mendapat kehormatan khusus karena Gedung Serbaga Guna yang ada digunakan sebagai tempat ujian para peserta yang berjumlah 304 orang.

Tahun ini, FRC mengambil tajuk “Membentuk Generasi Ulama-Intelek”. Satu tajuk yang sejatinya menggambarkan konsep ilmu dalam Islam yang tak mengenal dikotomi. Karena karena ternyata di tengah-tengah umat Islam sikap dikotomis dalam memandang dan mengamalkan ilmu masih begitu menyengat aromanya. Padahal, Imam Fakhruddin Ar-Razi (543 H/1148 M-606 H/1209 M) sendiri adalah model “ulama-intelek” yang menolak dikotomi ilmu. Dalam kamusnya tidak ada istilah ilmu umum dan ilmu agama. Anehnya, sedikit yang merasa bahwa istilah ilmu umum dan ilmu agama adalah istilah yang keliru dan rancu. Karena kata “umum” biasanya dihadapkan dengan “khusus”. Sehingga “agama” lebih tepat dihadapkan dengan “filsafat”.

Sebagai model ulama-intelek yang dimiliki oleh Islam, Imam Fakhruddin Ar-Razi membuktikan bahwa memang tidak boleh ada dikotomi. Dalam cabang ilmu Fiqh dan Ushul al-Fiqh, Imam Ar-Razi mengarang buku tebal al-Maḥṣūl fī ‘Ilm al-Uṣūl; dalam Tafsir dan Ilmu-ilmu Al-Qur’an dia mengarang al-Tafsīr al-Kabīr yang disebutnya dengan Mafātīḥ al-Ghaib, ‘Ajā’ib al-Qur’ān; Asrār al-Tanzīl wa Anwār al-Ta’wīl; Tafsīr Sūrat al-Ikhlāṣ; Tafsīr Sūrat al-Fātiḥah atau Mafātīḥ al-‘Ulūm; dan Risālah fī al-Tanbīh ‘alā Ba‘ḍ al-Asrār al-Muwadda‘ah fī Ba‘ḍ Āyāt al-Qur’ān al-Karīm

Dalam Ilmu Kalam, Imam Ar-Rāzī menulis banyak buku penting, seperti: Ajwibat al-Masā’il al-Najjāriyyah; al-Arba‘īn fī Uṣūl al-Dīn; Irsyād al-Naẓā’ir ilā Laṭā’if al-Asrār; Asās al-Taqdīs; al-Isyārah fī ‘Ilm al-Kalām; al-Bayān wa al-Burhān fī al-Radd ‘alā Ahl al-Zaigh wa al-Ṭughyān; Taḥṣīl al-Ḥaqq; al-Jabr wa al-Qadar; al-Jawhar al-Fard; Ḥudūts al-‘Ālam; al-Khalq wa al-Ba‘ts; al-Khamsīn fī Uṣūl al-Dīn; al-Zubdah fī ‘Ilm al-Kalām; Syarḥ Asmā’ Allāh al-Ḥusnā aw Lawāmi‘ al-Bayyināt fī Syarḥ Asmā’ Allāh al-Ḥusnā wa al-Ṣifāt; ‘Iṣmat al-Anbiyā’; al-Risālah al-Kamāliyyah fī al-Ḥaqā’iq al-Ilāhiyyah; al-Mabāḥit al-‘Imādiyyah fī al-Maṭālib al-Ma‘ādiyyah; al-Maḥṣūl fī ‘Ilm al-Kalām; Risālah al-Ma‘ād; al-Ma‘ālim fī Uṣūl al-Dīn; Risālah fī al-Nubuwwāt; dan Nihāyat al-‘Uqūl fī Dirāyat al-Uṣūl.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan

Dalam Logika dan Filsafat, Imam Ar-Rāzī mengarang: al-Āyāt al-Bayyināt fī al-Manṭiq; Ajwibat Masā’il al-Mas‘ūdī; al-Akhlāq; Aqsām al-Dzāt; Ta‘jīz al-Falāsifah; Risālah fī Ziyārat al-Qubūr; Syarḥ al-Isyārāt wa al-Tanbīhāt dan Syarḥ ‘Uyūn al-Ḥikmah karya Ibn Sīnā; Lubāb al-Isyārāt; al-Mabāḥits al-Masyriqiyyah; al-Mulakhkhaṣ fī al-Ḥikmah wa al-Manṭqi; Mabāḥits al-Wujūd wa al-‘Adam; al-Manṭiq al-Kabīr; Fī al-Nafs wa al-Rūḥ; dan al-Hudā fī al-Falsafah.

Beberapa buku penting dalam Dialektika (al-Jadal) juga dikarang oleh Imam Ar-Rāzī, seperti: al-Jadal; Syifā’ al-‘Ayy wa al-Khilāf; al-Ṭarīqah al-‘Alā’iyyah fī al-Khilāf; dan Fī al-Khilāf wa al-Jadal.

Kemudian dalam Fiqh dan Uṣūl al-Fiqh, beberapa buku penting lahir dari ketajaman mata penanya, seperti: Ibṭāl al-Qiyās; Iḥkām al-Aḥkām; al-Barāhīn al-Bahā’iyyah; Syarḥ al-Wajīz karya Imam al-Ghazālī; al-Maḥṣūl fī ‘Ilm al-Uṣūl; al-Ma‘ālim fī Uṣūl al-Fiqh; Muntakhab al-Maḥṣūl fī Uṣūl al-Fiqh; dan al-Nihāyat al-Bahā’iyyah fī al-Mabāḥits al-Qiyāsiyyah.

Dalam Bahasa Arab dan Sastra, Imam Ar-Rāzī menghasilkan dan mewariskan beberapa kitab penting, yaitu: Syarḥ Saqṭ al-Zand karya Abū al-‘Alā’ al-Ma‘arrī; Syarḥ Nahj al-Balāghah; dan al-Muḥarrar fī Ḥaqā’iq aw Daqā’iq al-Naḥw; Nihāyat al-Ījāz fī Dirāyat al-I‘jāz. Kemudian ada dua buku penting yang ditulisnya dalam bidang sejarah, yakni: Faḍā’il al-Ṣaḥābah dan Manāqib al-Imām al-Syāfi‘ī.

Dalam Matematika, Falak dan Kedokteran, Imam Ar-Rāzī menghasilkan banyak karya penting, seperti: al-Handasah; Risālah fī ‘Ilm al-Hai’ah; al-Ṭibb wa al-Farāsah; al-Asyribah; al-Tasyrīḥ min al-Ra’s ilā al-Ḥalq; Syarḥ al-Qānūn fī al-Ṭibb karya Ibn Sīnā; al-Ṭibb al-Kabīr atau al-Jāmi‘ al-Kabīr; dan Risālah fī ‘Ilm al-Farāsah.

Selain karya-karya di atas, Imam Ar-Rāzī juga menulis buku seputar sihir dan perbintangan (astronomi). Karya-karya dalam bidang ini adalah: al-Aḥkām al-‘Alā’iyyah fī al-A‘lām al-Samāwiyyah; al-Sirr al-Maktūm fī Mukhāṭabat al-Syams wa al-Qamar wa al-Nujūm; dan Muntakhab Durj Tnkuloncha aw Dnkuloha.

Selain itu semua, Imam Ar-Rāzī memiliki banyak karya penting, seperti: I‘tiqādāt Firaq al-Muslimīn wa al-Musyrikīn; Jāmi‘ al-‘Ulūm; Ḥadā’iq al-Anwār; al-Riyāḍ al-Mūniqah fī al-Milal wa al-Niḥal; al-Laṭā’if al-Ghiyātsiyyah; Munāẓarāt Fakhr al-Dīn al-Rāzī; al-Waṣiyyah; Tahdzīb al-Dalā’il wa ‘Uyūn al-Masā’il; Jawāb al-Ghailānī; al-Ri‘āyah; Risālah fī al-Su’āl; al-Risālah al-Ṣāḥibiyyah; al-Risālah al-Majdiyyah; dan Naftsat al-Maṣdūr.

Dari sekian banyak karya yang ditinggalkan dan diwariskan oleh Imam Ar-Rāzī tampak nyata bahwa dikotomi ilmu tidak ada dalam kamusnya. Seluruh ilmu sumbernya satu, Allah Subhanahu Wata’ala. Dan ilmu-ilmu itu, selama tidak bertentangan dengan syariat-Nya, harus dipelajari. Fakhruddin Ar-Razi Competition sejatinya ingin memicu dan memacu para pelajar Muslim untuk meneladani Imam Ar-Rāzī sebagai sosok ulama-intelek. Wallāhu a‘lamu bi al-ṣawāb!

Penulis adalah pengajar di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara. Penulis buku “Salah Paham tentang Islam: Dialog Teologis Muslim-Kristen di Dunia Maya” (2012)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bau “Afghanistan” di Suriah
Tulisan selanjutnya Didik Mereka Jadi Pemberani!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

5 Januari 2023 14:30
ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?