Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Individu yang Tidak Bahagia Lebih Berisiko Cepat Tua dan Alami Kematian Dini

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 September 2022 09:42 9:42 am
Ahmad
Dipublikasikan 29 September 2022 23:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah penelitian mengungkapkan orang yang merasa kesepian secara konsisten memiliki risiko kematian dini 14% lebih tinggi daripada mereka yang tidak, demikian sebuah studi baru menunjukkan. Ketidakbahagiaan dapat memperpendek umur seseorang lebih dari merokok, surat kabar Metro Inggris.

Menurut penelitian ini, dampak kesepian pada kematian dini hampir sama kuatnya dengan dampak menjadi miskin, yang meningkatkan kemungkinan kematian dini sebesar 19%, menurut penelitian tersebut.

“Kesepian adalah faktor risiko kematian dini di luar apa yang dapat dijelaskan oleh perilaku kesehatan yang buruk,” kata psikolog John Cacioppo, direktur Center for Cognitive and Social Neuroscience di University of Chicago. Dia membahas penelitiannya hari Minggu di pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Chicago. “Merasa kesepian tidak hanya tidak bahagia; itu tidak aman.”

Penelitian ini dilakukan pada 12.000 orang dewasa di China berusia 45 tahun ke atas. Semua peserta memberikan sampel darah, riwayat medis terperinci, dan informasi tentang keadaan sosial dan kesehatan mental mereka.

Para ilmuwan kemudian menggunakan semua data ini untuk memprediksi faktor mana yang mungkin membuat perbedaan terbesar pada umur panjang menggunakan apa yang disebut “jam penuaan”, sebuah model statistik untuk menilai usia biologis daripada usia kronologis.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Faktor psikologis seperti kesepian atau tidak bahagia mempercepat penuaan 1,65 tahun, dibandingkan dengan penuaan normal bagi individu yang sehat tanpa masalah kesehatan fisik atau mental, menurut hasil studi yang diterbitkan dalam hasil studi yang diterbitkan dalam Jurnal Aging.

“Kondisi mental dan psikososial adalah beberapa prediktor yang paling kuat dari hasil kesehatan – dan kualitas hidup,” kata rekan penulis studi Manuel Faria dari Universitas Stanford dalam sebuah pernyataan .

Rokok dan penuaan

Menurut hasil riset ini, penuaan juga dipercepat pada perokok dan orang dengan riwayat penyakit stroke, hati, dan paru-paru. Merokok saat ini, misalnya, mempercepat penuaan 1,25 tahun.

Faktor lain yang mempercepat penuaan termasuk tinggal di daerah pedesaan dan tidak pernah menikah. Jam penuaan yang digunakan untuk menilai faktor mana yang mungkin membuat dampak terbesar pada umur panjang tidak diuji terhadap hasil kehidupan nyata.

Studi ini tidak mengikuti orang sampai mereka meninggal untuk menentukan apakah kesepian atau tidak bahagia dapat menyebabkan kematian dini.  Namun, banyak penelitian sebelumnya juga mengaitkan isolasi sosial dan kesepian dengan peningkatan risiko kematian dini.

Satu penelitian lain terhadap sekitar 17.000 orang dewasa di Amerika Serikat menemukan bahwa isolasi sosial cukup umum di usia paruh baya, berdampak pada sekitar 17 persen wanita dan 21 persen pria. Untuk kedua jenis kelamin, tidak menikah dan jarang berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan adalah salah satu penyebab utama isolasi sosial.

Dan itu dikaitkan dengan risiko kematian dini 62 persen lebih tinggi pada wanita dan peluang 75 persen lebih besar dari kematian dini untuk pria.  Studi lain terhadap hampir 120.000 orang dewasa paruh baya di 20 negara yang berbeda menemukan isolasi sosial lebih sering terjadi pada wanita, orang tua, penduduk kota, orang dengan tingkat pendidikan rendah, dan individu yang menganggur.

Secara keseluruhan, isolasi sosial dikaitkan dengan risiko kematian dini 26 persen lebih tinggi, dan risiko ini paling menonjol pada orang yang tinggal di negara berpenghasilan tinggi. Ada kemungkinan bahwa setidaknya beberapa hubungan antara isolasi sosial dan umur panjang bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Sebuah penelitian terhadap lebih dari 35.000 orang dewasa lanjut usia menemukan isolasi sosial terkait dengan risiko kematian dini 22 persen lebih tinggi, tetapi juga menemukan bahwa sebagian besar ini dijelaskan oleh usia lanjut dan oleh masalah kesehatan mendasar yang mungkin menyulitkan orang untuk keluar.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kematian dinikesepianketidakbahagiaanmerokoktidak bahagian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Panggil Duta Besar Jerman setelah Politisi Samakan Erdogan dengan ‘Tikus Selokan’
Tulisan selanjutnya Warga Palestina Gelar Shalat Ghoib untuk Syeikh al-Qaradhawi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?