Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketua Umum PP Muhammadiyah Ingatkan Ancaman Ubah Indonesia jadi Negara Sekuler

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2022 21:57 9:57 pm
Ahmad
Dipublikasikan 18 Oktober 2022 21:55
Bagikan
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Profesor Dr Haedar Nashir mengingatkan ancaman ingin menjadikan Indonesia negara sekuler
Bagikan

Hidayatullah.com— Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Profesor Dr Haedar Nashir mengingatkan agar kebijakan negara tidak hanya fokus ancaman yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara agama, tapi juga harus waspada terhadap ancaman-ancaman yang berkeinginan mengubah Indonesia menjadi negara sekuler.

Ia berharap, segala bentuk pengorbanan dan perjuangan yang dilakukan oleh agama-agama untuk Indonesia, kebijakan negara setidaknya tidak merugikan agama, apalagi anti-agama.

Penyataan ini disampaikan Haedar Nashir hari Selasa (18/10/2022) di Malang Jawa Timur. Menurut Guru Besar Sosiologi ini, dalam pandangan Muhammadiyah, Indonesia sudah final yang oleh Muhammadiyah dikonseptualisasikan sebagai Negara Pancasila Darul Ahdi Wasy Syahadah.

“Muhammadiyah punya dokumen resmi yang menyebut negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah bahwa negara kita itu dasarnya Pancasila, dan mungkin satu-satunya ormas yang memberi label pada Indonesia pakai negara Pancasila yang lain selalu NKRI harga mati,” ungkapnya di Acara Orasi Ekonomi Kebangsaan dalam rangka Dies Natalis ke 61 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya Malang.

Terkait dengan peran agama-agama dalam proses Indonesia hadir sampai sekarang, Haedar mengatakan supaya kebijakan yang diproduksi oleh negara untuk menyerap pandangan dari agama-agama di Indonesia. Menurutnya, semua agama-agama itu menginginkan kebaikan bagi Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ekspresi keagamaan di Indonesia dijamin oleh konstitusi, oleh karena itu ketika umat beragama mengekspresikan keagamaannya jangan lalu kemudian disebut ekstrem. Aktualisasi atas agama yang diyakininya itu tidak salah, yang salah adalah ketika identitas agama tersebut digunakan untuk menyerang yang lain.

“Jangan dianggap ekstrim, yang muslim pakai kerudung, yang lain pakai identitasnya berdasarkan agamanya. Yang salah itu, umat beragama ketika memakai identitas agamanya lalu menyerang identitas yang lain,” ucapnya dikutip laman resmi Muhammadiyah.

Haedar menegaskan, bahwa antara identitas yang satu dengan yang lain saling dipertentangkan. Jangan sampai menjadikan negara sebagai alat untuk menghadap-hadapkan sesama anak bangsa. Oleh karena itu, dirinya mendorong pandangan moderat sebagai dasar dalam beragama dan bernegara.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akademi Bela Negaraancaman Indonesianegara sekulerPP Muhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mossad Malaysia Malaysia Gagalkan Penculikan WN Palestina oleh Mossad, Begini Kronologinya
Tulisan selanjutnya Singapura Melarang Film tentang Agama dan LGBTQ

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?