Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Malaysia Gagalkan Penculikan WN Palestina oleh Mossad, Begini Kronologinya

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2022 21:31 9:31 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 18 Oktober 2022 21:27
Bagikan
Mossad Malaysia
Bagikan

Hidayatullah.com—Pihak berwenang Malaysia berhasil menggagalkan penculikan warga negara Palestina oleh Mossad ‘Israel’. Badan intelijen zionis itu merekrut orang bayaran Malaysia yang melakukan operasi rahasia untuk menculik seorang pria Palestina di Kuala Lumpur pada bulan lalu.

Terkuaknya penculikan ini menimbulkan pertanyaan tentang jangkauan Zionis dalam menghentikan musuhnya di seluruh dunia. The New Straits Times melaporkan bahwa sekelompok orang Malaysia ditugaskan untuk menculik seorang programmer komputer Palestina yang diyakini ‘Israel’ bekerja untuk Hamas.

Belakangan ternyata mereka mungkin telah menculik orang yang salah, hanya salah satu dari beberapa kesalahan ceroboh yang dilakukan oleh operator bayaran. “Para operator yang melakukan penculikan mungkin memiliki miskomunikasi dengan penghubung Israel mereka dan beberapa orang Malaysia lainnya yang menunggu di chalet karena mereka ceroboh dan membiarkan orang Palestina lainnya pergi … penangkapan yang berharga,” harian itu mengutip sumber yang mengetahui insiden tersebut.

Laporan itu mengatakan para pelaku mencegat dua pria Palestina di dekat sebuah mal di Jalan Yap Kwan Seng. Mereka kemudian menyerang salah satu dari mereka, Omar ZM Albelbaisy Raeda, 31 tahun.

Para penculik bayaran kemudian membawa Omar pergi, memperingatkan temannya untuk tidak ikut campur. Identitas teman Omar belum diketahui. Namun, dia segera melapor ke polisi dengan rincian kendaraan para penculik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Polisi melacak mobil penculik ke sebuah rumah di Kuala Langat, Selangor, di mana para pelaku sedang melakukan penyiksaan dan interogasi sambil menerima instruksi dari bos ‘Israel’ mereka melalui panggilan video, menurut harian itu.

Polisi menggerebek ruangan di tengah interogasi dan menangkap sekitar selusin pria Malaysia yang diyakini telah disewa oleh Mossad. Pekan lalu, 11 orang didakwa menculik Omar, semuanya menghadapi hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Mereka adalah Edy Ko’im Said, Mohamad Norakmal Hassan, Dody Junaidi, Tengku Arif Bongsu Tengku Hamid, Mohamad Naziree Mustapha, Faizull Hardey Mohd Isa, Muhammad Iqmal Abdul Rahis, Mohamad Sufian Saly, Muhammad Al Hatim Mohd Fauzi, Raibafie Amdan dan Nidarah Zainal.

Insiden terbaru ini mengingatkan pada serangan 2018 terhadap seorang aktivis Palestina terkemuka, Fadi al-Batsh, yang ditembak mati di Kuala Lumpur oleh dua penyerang yang diyakini sebagai agen Mossad. ‘Israel’ seringkali melakukan operasi militer rahasia terhadap warga Palestina di luar negeri.

Tahun lalu, laporan yang mengutip televisi ‘Israel’ mengatakan Zionis telah memerintahkan dinas rahasianya Shin Bet dan Mossad “untuk melenyapkan pejabat tinggi Hamas di dalam dan di luar negeri”, menyebut Malaysia bersama Iran, Turki dan Qatar sebagai negara yang membantu Hamas.

Ini diikuti oleh klaim oleh seorang analis cyber ‘Israel’ bahwa Malaysia telah menjadi “medan perang digital” Hamas dalam serangan cyber yang terakhir terhadap kepentingan ‘Israel’.

Emily Schrader secara khusus merujuk pada tagar #IsraelKoyak yang digunakan oleh pengguna media sosial Malaysia setelah serangan militer ‘Israel’ di Gaza tahun lalu, dengan mengatakan ada “troll anti-Israel” dari Malaysia yang terlibat dalam “serangan intimidasi dunia maya yang terorganisir dan terkoordinasi. .. untuk mengganggu kehidupan sehari-hari orang Israel”.

“Yang lebih mengkhawatirkan, para aktivis ini juga mengadakan kampanye terkoordinasi untuk meretas akun media sosial dari suara-suara utama pro-Israel (termasuk saya) dan mengunci akun mereka,” tulisnya di Jerusalem Post pada Juli tahun lalu.

“Ini bukan hanya ‘hacktivisme’ atau intimidasi dunia maya, ini perang – dan itu memiliki konsekuensi yang mendalam.”

Malaysia, yang merupakan kritikus vokal kebijakan Zionis di Palestina, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan ‘Israel’.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASMalaysiaMossadpalestinaZionis Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Tata Kelola Kerukunan Umat Beragama Indonesia Perlu Go Internasional
Tulisan selanjutnya Ketua Umum PP Muhammadiyah Ingatkan Ancaman Ubah Indonesia jadi Negara Sekuler

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Berita
28 Agustus 2026 09:48
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?