Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Ikhlas dalam Ibadah Seorang Mukmin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Desember 2022 10:12 10:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Desember 2022 10:45
Bagikan
Bagikan

Di hari kiamat, ikhlas dan syirik berlutut di hadapan Allah. Allah mememintahkan ikhlas ke surge dan menendang syirik ke neraka

Hidayatullah.com | SEMUA amal kebaikan itu jasad dan ikhlas adalah ruhnya. Maka tidaklah berguna suatu jasad apabila tidak memiliki ruh.

Imam Ad-Dimyati dalam kitabnya al-Muttajjir ar-Rabih fi al-Amal As-Sholih berkata: “Ketahuilah! Syarat umum agar diterimanya semua amal kebaikan dan memperoleh pahala di sisi Allah ialah dengan adanya ikhlas. Dan setiap amal yang tidak bersumber dari keikhlasan maka amal tersebut rusak.”

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “مَنْ فَارَقَ الدُّنْيَا عَلَى الْإِخْلَاصِ لِلَّهِ وَحْدَهُ [وَعِبَادَتِهِ] لَا شَرِيكَ لَهُ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ مَاتَ وَاللَّهُ عَنْهُ رَاضٍ”.  رواه ابن ماجه و الحاكم

“Dari Anas bin Malik ra. ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan ikhlas kepada Allah, beribadah kepada-Nya dengan tidak menyekutukan-Nya, menegakkan salat dan menunaikan zakat, maka ia meninggal dalam keridaan Allah.” (HR: Ibnu Majah (70) dan Al-Hakim (2/332).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Allah Swt. berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Bayyinah ayat 5:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

“Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS: Al-Bayyinah: 5)

Apa itu ikhlas?

Imam Nawawi ra. dalam Bustanul Arifin berkata, telah diriwayatkan kepada kami dari Hudzaifah bin al-Yaman ra. beliau berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ mengenai ikhlas, apa itu ikhlas? Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku bertanya kepada Jibril a.s. mengenai apa itu ikhlas? Lalu dijawab: “Aku bertanya kepada Tuhan Yang Mahamulia mengenai apa itu ikhlas? Lalu Allah Swt. berfirman: “Salah satu sir daripada sekian sir milikku, kutitipkan sir tersebut di hati setiap hamba yang mencintaiku.”

Imam Junaid Al-Baghdadi berkata: “Ikhlas adalah sir antara Allah dan hambanya. Tidak diketahui oleh malaikat sehingga ia mencatatnya, tidak pula setan sehingga merusaknya dan tidak pula hawa sehingga mencondongkannya.”

Sebagian arifin berkata: “Tanda ikhlas itu ialah nur yang diperoleh seorang hamba di dalam nurani yang dengannya kekurangan dalam ketaatan dapat diketahui dan nampak olehnya kecacatan dalam keiklasannya.” Karena tidaklah seorang hamba dapat terlepas dari belenggu setan kecuali dengan keikhlasan dalam beramal baik.

Nabi ﷺ bersabda: “Pada hari kiamat kelak, didatangkan ikhlas dan syirik lalu keduanya berlutut di hadapan Tuhan Yang Mahamulia. Lalu Allah Azza wa Jalla berkata kepada ikhlas: Pergilah kamu dan rombonganmu (para mukhlis) masuk ke dalam surga. Dan Allah berkata kepada syirik: Pergilah kamu dan rombonganmu (musyrikin) masuk ke dalam neraka.” kemudian Rasulullah ﷺ  membaca firman Allah Q.S An-Naml ayat 90:

وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِۗ هَلْ تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

“Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Tidaklah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS: An-Naml: 90)

Keberkahan ikhlas dan pengaruhnya

Syekh Ad-Damiri ra. dalam kitabnya Hayatul Hayawan menceritakan: Aku pernah melihat di dalam kitab Mukhtasor Ihya’ karangan Syeikh Syarofuddin bin Yunus di dalam Bab Ikhlas: “Sesungguhnya siapa saja yang ikhlas lillahi taala dalam beramal baik walaupun tidak diniatkan, maka akan tampak atsar (pengaruh) keberkahan dari ikhlasnya tersebut kepada dirinya dan anak cucunya hingga hari kiamat. Sebagaimana yang diceritakan, konon ketika Nabi Adam a.s. diturunkan ke bumi, datanglah segerombolan hewan liar sahara mengunjungi dan mengucapkan salam kepada Nabi Adam a.s. Pada saat itu Nabi Adam a.s. mendoakan tiap mereka.”

Lalu datang pula sekawanan kijang. Beliau mendoakan mereka dan mengusap punggung mereka lalu muncul kelenjar misik pada tubuh mereka.

Tatkala mereka kembali pulang dan dilihat oleh gerombolan hewan yang lain, mereka bertanya, “Darimana kalian mendapatkan ini (kelenjar misik)?”. “Kami baru saja mengunjungi kekasih Allah, Nabi Adam a.s., lalu beliau mendoakan dan mengusap punggung kami,” jawab sekawanan kijang tadi.

Walhasil, berangkatlah segerombolan hewan lain mengunjungi Nabi Adam a.s., lalu mereka didoakan dan diusap punggungnya juga namun tidak muncul kelenjar misik pada mereka. Sepulangnya, mereka protes sembari berkata: “Kami telah melakukan seperti yang kalian lakukan namun tidak mendapatkan seperti yang kalian dapatkan!?” Lalu dijawab: “Kalian berbuat seperti itu karena berharap mendapatkan seperti apa yang mereka dapatkan. Sedangkan mereka itu mengunjungi Nabi Adam a.s ikhlas semata karena Allah tanpa niatan lain.”

Maka kelenjar misik tadi juga Allah anugerahkan kepada anak keturunan kijang hingga hari kiamat kelak. Inilah dampak amal yang ikhlas, tak hanya orang tersebut yang mendapatkan keberkahan, namun anak keturunannya pun ikut mendapatkan keberkahan atas amal yang ikhlas.

Penerapan ikhlas dalam ibadah

Imam Fudhail bin Iyadh berkata; “Meninggalkan amal baik karena manusia itu ria. Adapun beramal baik karena manusia itu syirik. Sedangkan ikhlas itu menafikan keduanya karena Allah semata.”

Ikhlas ialah menyucikan amal dari segala niatan selain lillah dan tidak bercampur dengan segala kehendak nafsu. Hadis pertama tadi dapat menjadi motivasi untuk meraih rida Allah Swt.*/Risalah Hadramiyah, PCIM Yaman

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalikhlasnerakasurgasyirik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama: Membela Al-Aqsha Kewajiban Agama, akan Ditanya di Hari Kiamat
Tulisan selanjutnya Sedikitnya 19 Pelajar Gugur, 24 Luka dalam Ledakan di Afghanistan Utara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?