Hidayatullah.com– Ratusan wisatawan di atas kapal pesiar Viking Orion berharap segera dapat mendarat di South Australia setelah tujuh hari terombang-ambing di laut, karena kapal tidak dapat merapat ke pelabuhan sebelum membersihkan tumpukan hewan laut kecil yang menempel di lambung kapal.
Viking Orion belum berlabuh sama sekali sejak bertolak dari Wellington di New Zealand pada Boxing Day 26 Desember, menurut situs web pelacak kapal VesselFinder.com seperti dilansir Australian Associated Press Ahad (1/1/2023).
Kapal tersebut dilaporkan ditolak permintaan izinnya untuk berlabuh membersihkan lambungnya di Christchurch, Dunedin dan Hobart sebelum berangkat ke Adelaide.
Sebelum mencapai tempat itu, Australia’s National Maritime Coordination Centre menetapkan bahwa kapal yang di lambungnya terdapat biofoul (mikroorganisme laut, tanaman, ganggang, atau hewan kecil) harus dibersihkan terlebih dahulu.
Pihak berwenang memerintahkan agen Viking Orion untuk membersihkan lambung kapalnya sebelum memasuki perairan Australia.
“Kapal diharuskan menjalani pembersihan lambung untuk menghilangkan biofoul dan mencegah organisme laut yang berpotensi berbahaya terbawa oleh kapal,” kata Departemen Perikanan Australia hari Ahad.
“Penyelam-penyelam profesional dilibatkan langsung oleh lini/agen kapal untuk membersihkan lambung saat berlabuh di luar perairan Australia.”
“Manajemen biofoul seperti ini adalah praktik umum yang biasa diberlakukan atas semua kapal internasional yang datang,” paparnya.
Seorang perwakilan Viking Orion mengatakan kapal pesiar itu akan berlayar menuju Melbourne pada hari Ahad ini dan melanjutkan jadwal pelayarannya hari Senin.
Nakhoda kapal, Marko Snajdar, menulis surat kepada penumpang pada hari Jumat untuk meminta maaf atas situasi tersebut.
“Kami mengakui bahwa pelayaran saat ini jauh dari harapan Anda,” tulisnya. “Segera setelah Anda kembali, anggota tim pelayanan pelanggan kami akan menghubungi Anda perihal kompensasi yang akan diberikan,” kata Snajdar.*




