Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Gegara Emoji Leopard Kementerian Luar Negeri Jerman Ditegur Uni Afrika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Januari 2023 07:48 7:48 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Januari 2023 07:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kementerian Luar Negeri Jerman mengucapkan “maaf” setelah ditegur oleh Uni Afrika atas cuitan di Twitter yang berasa penghinaan terhadap Afrika dengan menggunakan stereotip benua itu – berupa emoji hewan leopard.

Cuitan itu sebenarnya merupakan sindiran terhadap kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov ke negara-negara di Afrika, lansir BBC Jumat (27/1/2023).

“Lavrov sedang berada di Afrika, bukan untuk melihat [emoji leopard] melainkan terang-terangan mengklaim bahwa mitra-mitra Ukraina ‘ingin menghancurkan semua yang berkaitan dengan Rusia’,” cuit akun @GermanyDiplo.

Banyak pihak menilai cuitan itu menggeneralisasi Afrika sebagai tidak lebih dari benua yang terdiri dari tempat bermukimnya hewan-hewan liar.

Ebba Kalondo, jubir untuk ketua Uni Afrika, termasuk yang menegur Kementerian Luar Negeri Jerman terkait cuitan tersebut.

Baca Juga

senjata israel
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

“Hi @GermanyDiplo. Bos kalian @ABaerbock mengunjungi kantor pusat @_AfricanUnion di salah satu lebih dari 20 negara yang dengannya Jerman memiliki hubungan diplomatik timbal balik. Apakah dia datang untuk melihat hewan-hewan liar? Atau apakah Benua Afrika, penduduknya dan kehidupan satwa liarnya hanya sekedar lelucon bagi kalian?” tegur Kalondo lewat Twitter.

Membalas teguran tersebut Kementerian Luar Negeri Jerman berkata, “Kami paham dan minta maaf. Kami menghargai mitra-mitra Afrika kami.”

“Cuitan kami sama sekali tidak bermaksud untuk menghina,” imbuhnya.

Lebih lanjut pihak Jerman menjelaskan bahwa emoji leopard tersebut merujuk pada tank buatan Jerman, Leopard, yang disetujui penggunaanya untuk perang Ukraina melawan Rusia.

“Kami bermaksud menyinggung kebohongan-kebohongan yang digunakan Rusia untuk menjustifikasi perang imperialisnya yaitu agresi terhadap Ukraina,” cuit Kementerian Luar Negeri Jerman lewat akun @GermanyDiplo.*

Hi @GermanyDiplo.Your boss @ABaerbock visited the @_AfricanUnion based in one of the more than 20 African countries that Germany enjoys reciprocal diplomatic relations with. Did she come to see animals? Or is the Continent of Africa, its people & wildlife just a joke to you? https://t.co/RkzWsBbBoH

— Ebba Kalondo (@EbbaKalondo) January 25, 2023
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:emojiJermanleopardrusiatwitterUkrainaUni Afrika
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Serikat Permudah Pria Gay untuk Mendonorkan Darah
Tulisan selanjutnya Mantan Wali Kota Eks Kader PDIP Diduga Otak Perampokan Rumah Wali Kota Blitar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?