Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Penyakit Mematikan Menyebar ke Amerika, Disebut Bisa Mengubah Pasien jadi ‘Zombie’?

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Februari 2023 13:10 1:10 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Februari 2023 13:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Infeksi jamur yang mematikan telah menyebar ke seluruh Amerika Serikat (AS) dan beberapa ilmuwan percaya bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh perubahan iklim, lapor portal berita MailOnline.

Penyakit ‘Demam Lembah’ yang 10 kali lebih mematikan dari flu telah meningkat 20 kali lipat sejak awal abad ini.  Ini disebabkan oleh jamur Coccidioides yang melepaskan spora ke udara saat tanah dieksplorasi.

Demam lembah, adalah infeksi jamur yang paling banyak ditemukan di Amerika Serikat bagian Barat Daya, sekarang cenderung menyebar ke timur, di seluruh Great Plains dan bahkan ke utara ke perbatasan Kanada karena perubahan iklim, menurut sebuah penelitian di GeoHealth.

“Ketika suhu menghangat, dan bagian barat AS tetap cukup kering, tanah kita yang seperti gurun akan meluas dan kondisi yang lebih kering ini memungkinkan coccidioides hidup di tempat baru,” Morgan Gorris, yang memimpin penelitian tersebut saat di University of California, Irvine, kepada Today.com.

Spora jamur tersebut kemudian terhirup oleh manusia, terutama para pekerja bangunan.  Jamur tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan kering.  

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

Disebut Demam Lembah karena 97 persen kasus ditemukan di negara bagian Arizona dan California.  Coccidioidomycosis atau cocci berasal dari jamur yang tumbuh di tanah di beberapa wilayah California dan AS barat daya.

Namun, infeksi telah terdeteksi di beberapa wilayah lain di AS, dan para ahli khawatir pada tahun 2100, penyakit tersebut dapat menjadi endemik di 17 negara bagian.

Kasus meningkat di tengah kekhawatiran tentang wabah jamur menyusul acara televisi HBO The Last of Us yang mengklaim jamur tersebut akan mengubah korban menjadi zombie.

Meskipun Demam Lembah tidak mampu mengubah pasien menjadi ‘zombie’, itu dapat menyebabkan kerusakan serius pada beberapa pasien dan membunuh satu dari setiap 100 orang.

Gejala penyakit

Ketika manusia atau hewan menghirup spora, mereka melakukan perjalanan melalui saluran pernapasan dan ke paru-paru, di mana mereka bereproduksi dan menyebabkan penyakit lainnya.

Sebagian besar infeksi bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu, sementara infeksi tidak dapat menyebar antara manusia atau hewan.

Kebanyakan orang mengalami gejala ringan termasuk kelelahan, batuk, demam, nyeri otot dan sesak napas. Gejalanya mirip dengan infeksi virus pernapasan.

Gejala lainnya termasuk keringat malam, nyeri sendi, dan ruam merah yang biasanya muncul di kaki, tetapi terkadang memengaruhi dada, lengan, dan punggung.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CoccidioidomycosisJamur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ditanya Politik Identitas, Ismail Fajrie Alatas: Kita Tak Bisa Meninggalkan Identitas
Tulisan selanjutnya vape covid Dendanya Berat, Vape dan Shisha Masuk Barang Ilegal di Thailand

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?