Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Penurunan Tekanan Darah Tidak Kurangi Risiko Masalah Jantung

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 18 Juni 2014 21:37 9:37 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 18 Juni 2014 21:37
Bagikan
Bagikan

PARA ahli kesehatan umumnya menyarankan penderita hipertensi menurunkan tekanan darahnya agar risiko serangan jantung dan stroke berkurang. Namun penelitian terbaru menunjukkan, menurunkan tekanan darah sistolik di bawah 120 mmHg tidak mengurangi risiko pasien menderita penyakit kardiovaskular ini.

“Seringkali, kami mengobati pasien tekanan darah tinggi ke tingkat terendah, berpikir ini sebagai cara terbaik,” ujar asisten profesor ilmu kesehatan publik dari Wake Forest Baptist, Dr. Carlos Rodriguez seperti dilansir Medical Daily, Selasa (17/6/2014).

“Studi kami menemukan, menurunkan tekanan darah tidak membantu pasien mengurangi risiko masalah jantung, seperti serangan jantung, gagal jantung dan stroke,” tambah Rodriguez.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, Rodriguez dan koleganya meneliti 4.480 orang partisipan dan mengikuti mereka selama 21 tahun.

Setiap tiga tahun sekali, tim ini mengukur tekanan darah sistolik para partisipan. Mereka juga memeriksa perkembangan kondisi kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke ishemik, gagal jantung atau kematian yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Para peneliti lalu mengelompokkan tekanan darah sistolik dalam tiga kategori, yakni rendah (120 mmHg atau lebih rendah), standar (120-139 mmHg), dan tinggi (140 mmHg atau lebih tinggi).

Hasil studi menunjukkan, partisipan yang mengalami tekanan darah sistolik di bawah 140 mmHg lalu menurun ke bawah 120 mmHg tidak berarti risiko menderita penyakit kardiovaskularnya berkurang.

“Temuan kami menemukan rentang tekanan darah optimal bagi penderita hipertensi adalah 120-139 mmHg, yang secara signifikan mengurangi risiko stroke, serangan jantung atau gagal jantung,” kata Rodriguez, juga dilansir Antara.

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi terjadi saat tekanan darah sistolik berada di atas 140 mm Hg. Pasien hipertensi seringkali diobati agar tekanan darahnya turun ke tingkat normal, yakni kurang lebih 120 mm Hg.

Hipertensi seringkali tidak memiliki gejala dan hanya dapat dideteksi dengan mengukur tekanan darah. Kondisi ini berhubungan dengan masalah kesehatan yang bervariasi, terutama jantung.

Berdasarkan American Heart Association, tekanan darah sistolik optimal adalah kurang dari 120 mmHg dan semakin rendah tekanan darah adalah lebih baik.

Meskipun tekanan darah rendah biasanya dianggap aman, tekanan darah kronis disertai tanda dan gejala tertentu dapat menjadi berbahaya. Gejala seseorang menderita tekanan darah rendah di antaranya, pusing, pingsan, dehidrasi, kurang konsentrasi, penglihatan kabur, mual, pernapasan tak normal, kelelahan dan depresi.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saat Anak-anak Selalu Ada ‘Tamu’ di Rumah
Tulisan selanjutnya OKI Prihatin Atas Kekerasan terhadap Muslim Sri Lanka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?