Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Kisah Mualaf dan Dai Kota Banda Aceh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2023 14:59 2:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2023 17:55
Bagikan
Bagikan

Para jamaah mualaf sangat antusias mengikuti pengajian, bahkan pada sesi tanya jawab sampai minta tambah waktu karena ngantri bertanya

Hidayatullah.com—Adzan Ashar berkumandang di mushalla Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh. Saya tiba di area parkiran, yang berseberangan Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh.

Sejumlah orang dengan berbagai kesibukannya masing-masing.  Namun pandangan saya tertuju kepada puluhan orang, tepatnya, ibu-ibu paruh baya, dan beberapa wanita yang mengendong anak, didampingi tiga orang laki-laki.

Satu remaja dan dua orang lain, sepertinya sudah berusia di atas kepala lima. Dari sorot matanya ada pancaran aura cerah. Dari informasi yang saya terima, dari beberapa pegawai, mereka adalah para mualaf (orang yang baru masuk Islam, red) yang akan mengikuti kajian rutin setiap hari Selasa di kantor DSI banda Aceh.

Untuk diketahui, saya dan beberapa dai Kota Banda Aceh ditugaskan secara resmi memberi kajian kepada mualaf, begitu arahan Irwanda S.Ag, Kabid Dakwah DSI Kota Banda Aceh. Selain bertugas sebagai da’i perkotaan, saya  dipercaya sebagai anggota bagian Team Media Center Da’i.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Hari itu, Selasa, 14 Februari 2023, saya bertindak sebagai mu’allim sebagaimana diamanahkan oleh Niyyati Nur, Kasi Bina Aqidah. Ibu Nia begitu ia akrab disapa, menyapa dengan ramah dan mempersilahkan saya naik ke mushalla yang ada di lantai dua depan kantor.

Alhamdullah, ketika saya masuk, Kepala Dinas Syariat Islam sudah duluan datang menunggu iqamah dikumandangkan. “Penceramah hari ini ya, “ demikian sapa Kadis  DSI Banda Aceh, Ridwan, S.Ag., M.Pd.

Selang beberapa menit, kami shalat  diimami Pak Kadis, yang kebetulan juga seorang penceramah di Kota Banda Aceh. Setelah shalat Ashar, saya langsung dipersilahkan mengisi kajian dengan tema seputar aqidah Islamiyah.

Pada sesi kajian dan  tanya jawab, terlihat para jamaah mualaf sangat antusias mengikuti pengajian. Bahkan ketika dibuka sesi tanya jawab sampai minta tambah waktu karena ada beberapa penanya yang masih ngantri bertanya.

Ada hal yang menarik. Di antara lima puluh orang jamaah pengajian dari mualaf binaan Baitul Mal dan DSI, mereka berasal dari Aceh Besar dan Banda Aceh.

Ada satu mualaf perempuan  bernama Juwita (56) yang mungkin tidak asing lagi bagi warga kota wajahnya. Maklum, para pengguna jalan sudah mengenali profesinya.

Ia bukan Polwan, tapi sebagai “penjual berita”. Ia menjajakan koran agar setiap orang data mengetahui informasi teraktual di pagi hari buta.

Ibu Juwita mengaku profesi sebagai loper koran ditekuni untuk membantu meringankan beban suami memenuhi kebutuhan hidup.  Karena itu ia rela bekerja keras, asal bukan perkara yang tercela.

Mualaf asal Sibolga yang sudah menjadi warga Perumahan Komplek Cinta Kasih, Neuheun Aceh Besar biasa berjualan koran setiap pagi di simpang Jam Taman Bustanus Salatin, di dekat Balai Kota Banda Aceh.

Di umur yang tidak muda lagi sebagai loper koran, ia dibantu oleh anaknya yang bernama Nur Halimah.  Setelah usai pengajian, istri dari Muhammad Nasir Usman (60) mengaku menjadi mualaf tersebab yakin dengan kebenaran Islam, dan juga Allah jadikan asbab kenal dengan pria asal Lhoksukon, Aceh Utara.

“Saya dapat rezeki antara delapan puluh hingga seratus ribu perhari,” kata Ibu Juwita.

“Kalau hari biasa, laku 30 eksemplar, jika hari Ahad lebih banyak bahkan terkadang sampai delapan puluh eksemplar, “ tambahnya.

“Harga saya ambil Rp 2.200, saya jual Rp 3.000, jadi laba hanya dapat Rp 800,”  tambahnya.

Walaupun terlihat susah mengais rezeki di jalan yang penting halal, ia mengaku tidak malu menjadi loper koran, dibanding harus mengemis, yang jelas dilarang agama. “Saya tidak malu  menjadi loper koran daripada harus mengemis dan mengambil yang bukan hak,” ujarnya.*/ Tgk Mustafa Husein Woyla

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Banda AcehHeadlinemualaf aceh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PP Muhammadiyah: Gagasan Childfree Tidak Sesuai Konsep Ajaran Islam
Tulisan selanjutnya UI dan Arab Saudi Jajaki Penguatan Program Islamic Studies

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?