Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Inspirasi Jihad Dakwah Dan Fatwa Kontemporer

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate: 23 Februari 2023 14:45 2:45 pm
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 23 Februari 2023 14:45
Bagikan
Syaikh Yusuf al Qaradhawi, Sebuah Otobiografi, Sang Pelita Umat
Bagikan

Judul Buku : Syaikh Yusuf al Qaradhawi, Sebuah Otobiografi, Sang Pelita Umat
Penulis : Syaikh Yusuf al Qaradhawi
Halaman : 746 hal
Tahun terbit : Februari 2023
Penerbit : Al Kautsar

Daftar isi
  • Mendirikan Rabithah Alam Islami
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com — Tak terbesit dalam benak Syaikh Yusuf al Qaradhawi untuk menuliskan autobiografi dan perjalanan hidupnya. Karena disebabkan beberapa faktor diantaranya; Pertama, autobiografi itu menceritakan diri sendiri. Dan biasanya mengandung upaya pembersihan diri sendiri, menyanjung diri dan menghiasi diri. Hal ini dikhawatirkan sebagaimana disitir dalam Al Qur’an Surat An Najm ayat 32, “Janganlah sekali-kali kalian menganggap diri kalian bersih (dari kesalahan), karena Dia Maha Mengetahui terhadap siapa yang paling takwa.”

Kedua, ia menyatakan bahwa bukanlah salah seorang tokoh politik yang selama hidupnya selalu disanjung masyarakat yang bisa berakibat menimbulkan marabahaya. Ketiga, peristiwa kehidupan yang dijalani adalah sebuah rutinitas dan agenda harian biasa. Dan kami, kata Yusuf al Qaradhawi, menyadari tidak seperti Imam Abu Hasan An Nadwi yang selalu mencatat seluruh perjalanan hidupnya yang kemudian dikumpulkan dan ditulisnya dalam satu buku.

Sebagaimana umumnya buku biografi, pastilah memaparkan perjalanan kisah hidupnya. Dan tahapan-tahapan kehidupannya sedari masa kecil hingga perjuangannya bersama kawan dan umat serta lawan pemikiran, dakwah, dan jihadnya. Seperti diakui penempaan awal ketika masih menjadi pelajar di madrasah ibtidaiyah. Ia sangat senang mendengarkan ceramah Hasan al Banna secara langsung. Terkagun-kagum, dan menyelami semua yang tersampaikan dari Hasan al Banna.

Satu diantaranya yang masih segar dalam ingatkannya dan terbawa hingga di masa tuanya adalah tatkala Hasan al Banna menyampaikan ceramah Isra’ Mi’raj di kota Thanta. Beliau mengingatkan persoalan Masjid al Aqsha yang merupakan tempat tujuan akhir (muntaha) Isra dan tempat awal perjalanan Rasuullah ke langit (mi’raj). Menurut beliau, salah satu kewajiban yang diemban umat Islam adalah bagaimana berupaya melakukan sebuah perlawanan terhadap kekejaman yang dilakukan kaum Zionis.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Di kesempatan itu juga Hasan al Banna mengemukakan problematika umat dan kesatuan umat Islam. Kedua mengengemukakan soal kaukus negara Arab (al Wathan al Arabi). Dinyatakan olh Hasan al Banna bahwa perbatasannya Teluk Persia sampai Samudra Atlantik (saat itu belum dikenal istilah teluk Arab). Dari penjelasannya itu yang dimaksud negara-negara Islam adalah dari Samudra Atlantik sampai Atlantik lagi. Yaitu dari Samudra Pasifk hingga Samudra Atlantik. Inilah pertama kali Yusuf al Qaradhawi dengar batas wilayah dunia Islam.

Oleh sebab itu, pada kesempatan ini beliau berbicara panjang mengenai Indonesia dan perlunya segera membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda. Di samping membicarakan dan membebaskan Tunisia, Aljazair dan Maroko yang merupakan negara Arab yang paling Barat.

Getaran perjuangannya terus bergejolak. Ketika di Tsanawiyah, persoalan Palestina sudah menjadi pemantik jiwa dan menarik perhatian Yusuf al Qaradhawi. Karena tidak banyak kalangan nasionalis memperhatikan persoalan Palestina dan tidak memperdulikan Palestina.

Bahkan yang mengherankan baginya dari sikap politik Zionis dan kolonialis yang diterima oleh pemimpin Arab adalah upaya mereka untuk mengasingkan persoalan Palestina. Dan mereka sama sekali tak memperdulikan untuk membela harga diri bangsa Palestina. Jadinya sikap apatis itu menghinggapi masyarakat Arab dan dunia Islam.

Mengawali merangkah sebagai sosok seorang tokoh, Yusuf al Qaradhawi juga sempat menikmati kehidupan di penjara militer. Penjara di Mesir dibangun oleh Inggris selama pendudukannya untuk menghukum para prajurit yang melanggar hukum. Saat saya tiba di penjara militer pada sore hari ketika ustad al Hudhaibi dan enam saudaranya dijatuhi hukuman mati, Yusuf al Qaradhawi tidak dapat bertemu dengan mereka atau bahkan melihat dari jauh, tetapi banyak yang melihat mereka berbaris di depan penjara dalam langkah-langkah militer mengikuti melodi lagu Ummu Kulsum.

Ketika Yusuf al Qaradhawi memasuki pintu penjara militer, para prajurit penjara mengawasi kami dengan lebih panas daripada bara untuk menyambut kami dengan penghormatan yang pantas untuk orang-orang seperti kami dengan cambuk yang membakar punggung, cacian yang menusuk telinga, dan tingkah polah buruk yang menyakiti mata. Amukan panas dan gilingan berputar keras, bukan menggiling biji tetapi menggiling manusia di bawah batu gilingannya. Siksaan fisik dan penghinaan psikologis. Ini dimaksudkan untuk menelanjangi manusia dari nilai kemanusiaan.

Mendirikan Rabithah Alam Islami

Otoritas Saudi menyetujui hubungan antara Ikhwanul Muslimin dengan Kerajaan Arab Saudi waktu itu. Kasih sayang dan komunikasi itu di era Raja Faisal bin Abdul Azis al Saud yang menjadi penguasa saat itu. Tidak diragukan lagi bahwa semua orang yang berurusan dengannya memujinya sebagai pribadi yang murah hati, memiliki pemahaman, kesadaran, agama yang baik.

Pemerintah Raja Saud yang menanggapi Ikhwanul Muslimin untuk mendirikan Rabithah Alam Islami. Rekan-rekan Ikhwanl Muslimin terutama Sa’id Ramadhan, Kami Asy Syarif, Abdul Hakim Abidin meyakinkan para pejabat perlunya pendirian organisasi internasional ini dengan tujuan menguraikan modalitas dan mempresentasikan kepada para pejabat untuk kepedulian Islam pada umumnya. Kesadaran akan isu-isu utama bangsa dan sarana untuk memajukan dunia Islam dengan keterwakilan seperti Maulana Abu A’la Maududi dari Pakisan, Maulana Abul A‘la Hasan An Nadwi dari India, Dr. Mohammad Natsir dari Indonesia, Syaikh Muhammad Mahmud As Shawwaf dari Irak, Syaikh Husnain Makhluf dari Mesir, serta para ulama, pemikir, tokoh dakwah dan jihad lainnya.

Perjalanan hidup Yusuf al Qaradhawi seperti tertulis tak lekang bersama para tokoh dakwah internasional dan fatwa-fatwa selalu ditunggu umat. Mereka terus merajut silaturrahim dan saling belajar serta menyampaikan fatwa sebagai tuntunan kepada umat. Ia menyertai dengan keilmuan, dakwah dan jihad hingga akhir hayatnya.

Menurut Dr. Zaghul An Najjar, Yusuf al Qaradhawi tokoh muslim yang memiliki ciri khas, mengedepankan kelembutan dan adab. Allah menganugerhkan kepadanya ingatan dan hafalan yang kuat, kecerdasan alami dan firasat Rabbani, ia teladan dalam berfatwa, itu semua telah mengantarkannya menjadi dai dan ahli fikih berkelas tanpa ada perdebatan. Bahkan menurut Dr Ali Muhammad Ash Shallabi, pakar sejarah Islam, Yusuf al Qaradhawi dai yang mempertemukan ilmu dan realitas, pemilik pilihan kata tepat yang dengan itu nilai-nilai kebaikan bisa merasuk ke dalam hati-hati jutaan manusia di dunia.* Akbar Muzakki

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hasan al-bannaHeadlineIkhwanul Musliminotobiografi syaikh yusuf al-qaradhawiResensiresensi bukusang pelita umatyusuf al-qaradawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waspada! Diabetes pada Anak Indonesia Meningkat
Tulisan selanjutnya Sembunyikan Investasi $32 Miliar Gereja Mormon Didenda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?