Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Waspada! Diabetes pada Anak Indonesia Meningkat

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Februari 2023 14:05 2:05 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Februari 2023 14:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat jumlah kasus Diabetes Mellitus (DM) pada anak di Indonesia hingga tahun 2023 ini mencapai 1.645 jiwa. Angka itu, mengalami lonjakan 70 kali lipat lebih tinggi dibanding tahun 2010.

Dari temuan kasus tersebut, 46,23 persen dialami oleh anak usia 10-14 tahun, 31,05 persen anak usia 5-9 tahun, 19 persen pada usia 0-4 tahun dan 3 persen pada anak usia lebih dari 14 tahun.

Firman, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya menyatakan, tipe diabetes mellitus yang terjadi pada anak 90 persen adalah DM tipe 1, dan 10 persen lainnya DM tipe 2.

“Penyebab diabetes pada anak berbeda-beda, tergantung jenis DM yang dialami. Diabetes tipe 1 pada anak disebabkan oleh faktor genetik dan autoimun. Sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan kegemukan atau obesitas,” ucapnya pada Rabu (22/2/2023).

Anak yang sedang mengalami DM, kata dia, secara umum terdapat gejala sering buang air kecil, sering merasa haus, cepat lapar, mata kabur dan penurunan berat badan.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

“Kondisi yang lebih parah bahkan dapat mengalami Ketoasidosis Diabetikum (KAD), dimana pasien anak mengalami peningkatan keton dalam darah, sehingga dapat mengalami sesak napas hingga koma,” imbuhnya.

Untuk mengatasi kasus itu, menurutnya ada beberapa cara. Pertama, dengan mengatur pola makan dan menjaga berat badan ideal.

“Biasakan anak sejak dini untuk mengkonsumsi protein hewani dan sayur-sayuran, serta mengurangi makanan yang mengandung tinggi karbohidrat, gula dan minuman bersoda serta makanan siap saji karena bisa meningkatkan glukosa darah dengan cepat,”katanya.

Ia menyatakan, kebanyakan orang tua senang melihat anaknya bertubuh gemuk, padahal menurutnya, kegemukan justru dapat meningkatkan risiko DM tipe dua pada anak.

“Sebuah hasil studi menunjukkan, angka kejadian faktor risiko DM tipe 2 pada anak usia 5-12 tahun, yaitu sebesar 18,8 persen karena kelebihan berat badan dan 10,8 persen obesitas,” paparnya.

Kemudian kedua, yakni dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Karena menurutnya, hal itu mampu menjaga glukosa dalam darah tetap normal serta dapat mempertahankan fungsi insulin untuk memecah glukosa menjadi energi.

Dan ketiga, dengan mencegah terjadinya DM gestational atau DM pada wanita saat sedang hamil, yakni dengan cara mempertahankan kadar gula darah agar selalu dalam batas normal.

“Sebab DM gestational dapat berperan terhadap kejadian DM pada anak sejak lahir. Dengan menjaga pola hidup sehat bagi wanita sedang hamil sangat penting demi kesehatan dan keselamatan si calon bayi, oleh karena itu wanita juga penting periksa gula darah secara berkala,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, ia menegaskan, DM bukan hanya dapat menyerang orang dewasa saja, melainkan anak-anak juga. Oleh karena itu, ia menyatakan DM harus mendapat perhatian khusus dengan mencegah serta menanganinya, agar tidak terus menjangkit anak-anak.* (Ss)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Diabetes AnakIkatan Dokter Anak IndonesiaObesitas Anak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pentagon Rilis Foto Selfie Pilot yang Membuntuti Balon Mata-mata China
Tulisan selanjutnya Inspirasi Jihad Dakwah Dan Fatwa Kontemporer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?