Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hijab Syar'i

Islam Memperbaiki Perilaku Jahiliah Terhadap Wanita (5)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Juli 2014 11:11 11:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Juli 2014 11:11
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

DALAM memandang wanita berbeda dengan penganut Masehi. Disebutkan oleh Dr. Musthafa Abdul Wahid dalam bukunya (1990), penganut Masehi (Nasrani) menganggap wanita adalah setan yang menggiring kepada bencana. Mereka memandang keinginan naluriah sebagai kotor dan hina. Orang sebaiknya mengacuhkan dan tidak memberikan hak-hak legal terhadap keinginan tersebut.

Oleh sebab itu penganut Masehi tidak menganggap perkawinan sebagai sesuatu yang ideal. Sebaliknya, tingkah laku yang ideal adalah kependetaan dan menyingkirkan kehidupan keluarga.

Pengekangan terhadap naluri ini kemudian, menurut ahli psikoanalisis Sigmund Freud, telah menimbulkan gangguan kejiwaan di kalangan masyarakat Masehi. Ia menyimpulkan, naluri seks merupakan faktor pertama yang mempengaruhi kehidupan manusia. Pemikiran Freud ini kemudian dijadikan pegangan di masyarakat Barat untuk memenuhi panggilan naluriah (secara bebas), melumatkan belenggu-belenggu moral dan aturan sosial yang menghalangi kebebasan.

Tauhid Nur Azhar (2012) menulis, pada Abad Pertengahan di Eropa wanita dianggap sebagai penyebab penderitaan bagi penduduk bumi. Sikap kaum Kristen terhadap wanita secara eksplisit dijelaskan oleh salah seorang Paus, “Wanita adalah pintu masuk yang digunakan setan untuk memasuki jiwa manusia. Dia yang mengarahkan Adam (kaum laki-laki) untuk mendekati pohon larangan (di Taman Eden), melanggar hukum Tuhan, dan menodai citra Tuhan. Itulah wanita.”

Filsuf Inggris Herbert Spencer menggambarkan kondisi wanita Eropa Abad Pertengahan, “Bahkan di Inggris selama abad ke-11, istri dapat dijual atau digadaikan. Gereja mengesahkan undang-undang yang membolehkan suami untuk meminjamkan atau menggadaikan istrinya kepada laki-laki lain untuk waktu yang terbatas.”

Baca Juga

Warna Hijab Dinilai Berhubungan Dengan Kesehatan kulit
Wanita Jangan Berpakaian Seperti Telanjang (8)
Menahan Pandangan, Suara, dan Wewangian pada Wanita (7)
Hijab Mata, Menjaga Pandangan (6)
Fitnah Wanita, Kecuali Bertujuan Menikah (4)

Kemudian dalam sejarah juga terdapat penyimpangan dalam hal ‘kecintaan kepada apa-apa yang diingini (wanita)’ saat masa jahiliah. Khosru Parviz, penguasa dinasti Sassanid di Persia, memiliki sekitar 3000 wanita di haremnya. Ia tidak pernah puas secara seksual.

Setiap kali ingin mengisi haremnya, dia akan menulis surat kepada para gubernurnya untuk mencari wanita-wanita cantik, dilengkapi gambaran detil yang diinginkan. Tak lama kemudian para gubernurnya akan mengirimkan wanita-wanita yang digambarkan oleh Khosru Parviz.

Dengan demikian Islam pada abad ke-7 telah memperbaiki praktik-praktik buruk jahiliyah terhadap wanita di tanah Arab dan Persia. Juga lebih awal dibanding masyarakat Eropa dalam hal Islam memandang baik dan menjunjung tinggi harga diri wanita dalam posisinya sebagai anak, istri, ibu, dan anggota masyarakat. Dan lain dari itu semua, Islam tetap menempatkan dan memandang wanita sebagai manusia.

Prof. Dr. Yusuf Al-Qardhawi menulis (pada buku Prof. Abdul Halim Muhammad Abu Syuqqah, 1990), wanita adalah mukallaf (orang yang mempunyai tanggung jawab) sebagaimana laki-laki. Wanita juga mendapat perintah dan larangan dari Allah SWT; diberi pahala, atau juga mendapat siksa. Kaum laki-laki dan wanita sama-sama mendapat beban tanggung jawab pertama kali ketika masih menjadi penghuni surga ketika Allah SWT berfirman, “…dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!” (Al-Baqarah [2] : 35)

Dalam Al Quran –sebagaimana Taurat– tidak ada keterangan yang menunjukkan bahwa wanita, Hawa, harus bertanggung jawab atas kesalahan Adam a.s. Bahkan pertangungjawaban pertama kali adalah pertanggungjawaban Adam a.s, sedangkan wanita, Hawa, hanyalah mengikuti. Allah SWT berfirman, “Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.” (Taha [20] : 115).

Juga firman Allah SWT, “…dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya, dan sesatlah dia. Kemudian Tuhannya memilih dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.” (Taha [20] : 121-122)

Dalam pandangan Islam wanita bukanlah musuh pria, juga bukan saingannya. Melainkan sebagai penyempurna bagi pria, dan pria sebagai penyempurna bagi wanita. Wanita bagian dari pria, dan pria bagian dari wanita. Allah SWT berfirman, “Sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain (Ali-Imran [3] : 195). Rasulullah SAW bersabda, wanita itu tiada lain adalah belahan dari laki-laki.

Dalam ajaran Islam sama sekali tidak terdapat pengurangan atas hak asasi wanita atau penganiayaan atas wanita karena memprioritaskan kaum pria, karena Islam adalah syariat Allah SWT, yakni Tuhan bagi laki-laki dan wanita.*/Lighty Hayati (Tulisan sebelumnya)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hijabwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hidayatullah, BMH dan YDSF; Gelar Aksi Peduli dengan Tarawih Bersama Imam Suriah
Tulisan selanjutnya Syeikh Ammar al-Hallaq ajak Jamaah bantu Saudara Muslim di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Hijab Syar'i

Wanita Pun Bisa Aktif Tertarik pada Lawan Jenis (3)

3 Juli 2014 13:32
Hijab Syar'i

Tragedi Pertama Umat Manusia Akibat Tergoda Kecantikan (2)

2 Juli 2014 15:48
Hijab Syar'i

Nabi Adam Pun Malu Saat Auratnya Terbuka (1)

1 Juli 2014 11:21
Hijab Syar'i

Mengatur Tugas, Menyamankan Beribadah Selama Ramadhan

28 Juni 2014 14:40
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?