Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Perhitungan PBNU dan BRIN: Awal Ramadhan Mungkin Sama dengan Muhammadiyah

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Maret 2023 09:01 9:01 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Maret 2023 08:58
Bagikan
Ketua Lembaga Falakiyah PBNU (LF-PBNU) KH Sirril Wafa | Peneliti Ahli Utama (Profesor Riset) Astronomi dan Astrofisika, BRIN, Thomas Djamaluddin
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkirakan awal Ramadan 1444 H/2023 H sama dengan Muhammadiyah, yakni pada Kamis, 23 Maret 2023. Perkiraan serupa juga disampaikan oleh Peneliti Astronomi dan Astrofisika, BRIN, Thomas Djamaluddin.

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU (LF-PBNU) KH Sirril Wafa mengatakan, berdasarkan perhitungan hisab LF-PBNU, hilal sudah cukup tinggi, yaitu 8 derajat 00 menit 05 detik di atas ufuk dengan elongasi yang besar pula, 9 derajat 43 menit 10 detik. Jika hilal dapat terlihat, maka awal Ramadan 1444 H akan dilaksanakan bersama pada Kamis, 23 Maret 2023.

Secara perhitungan falakiyah sudah memenuhi syarat tinggal menunggu hasil rukyat.  

“Diharapkan banget, bisa awali Ramadan bersama-sama. Mudah-mudahan hasil perhitungan Falakiyah kali ini terkonfirmasi dengan hasil rukyat,” kata Kiai Sirril dikutip dari situs resmi NU, Selasa (7/3/2023).

Menurut Sirril, potensi perbedaan awal Ramadan tetap ada. Sebab, ketinggian hilal belum memenuhi kriteria qathiy rukyah, yaitu di atas 3 derajat dengan elongasi 9,9 derajat.

Baca Juga

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

“Kalau dari segi Falakiyyah, berbagai sistem perhitungan hasilnya cenderung sama atau tidak terpaut jauh. Perbedaan itu terjadi dari cara pemahaman fiqihnya,” katanya.

Sirril berpesan jika awal Ramadhan 1444 H nanti berbeda, umat Islam harus menyikapinya secara arif dengan saling memahami satu sama lain akar perbedaannya. Apalagi perbedaan awal Ramadan sudah sering terjadi, sehingga tidak asing lagi bagi umat Islam di Indonesia.

“Sudah seharusnya masing-masing anggota kelompok yang berbeda memahami akar perbedaannya, dan tidak ambil sikap apriori,” katanya.

Sementara menurut Peneliti Ahli Utama (Profesor Riset) Astronomi dan Astrofisika, BRIN, Thomas Djamaluddin, awal ramadan 2023 diprakirakan akan jatuh pada Kamis 23 Maret 2023. Sebab Simulasi Stellarium menunjukkan penampakan hilal pada saat maghrib 22 Maret 2023.

“Hilal sangat tipis dengan lengkungan menghadap matahari di bawahnya. Diprakirakan hilal akan terlihat di Indonesia sehingga insyaAllah sidang isbat akan memutuskan awal Ramadhan 1444 pada 23 Maret 2023,” kata Djamaluddin yang dikutip Selasa (7/3/2023).

Dia menjelaskan, pada saat maghrib, 21 Maret 2023 di Indonesia posisi bulan masih di bawah ufuk dan belum terjadi ijtimak (wilayah dengan arsir merah). Ijtimak (bulan baru astronomis, newmoon) terjadi pada 22 Maret 2023 pukul 00.23 WIB.

“Garis tanggal Wujudul Hilal terjadi di Samudera Atlantik pada 21 Maret, jadi pada saat maghrib 22 Maret 2023 di Indonesia telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal yang dipedomani Muhammadiyah. Oleh karenanya, Muhammadiyah mengumumkan awal Ramadhan 1444 jatuh 23 Maret 2023,” kata dia.

Dengan kriteria baru MABIMS (tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat) saat maghrib di Indonesia posisi bulan sudah memenuhi kriteria. Jadi berdasarkan kriteria tersebut yang dipedomani oleh Persis dan NU dalam pembuatan kalendernya, 1 Ramadhan 1444 pada 23 Maret 2023.

“Namun, bagi pengamal rukyat perlu menunggu hasil rukyat yang nanti di-itsbat-kan (ditetapkan) pada sidang itsbat,” terang dia.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1444 H pada Kamis, 23 Maret 2023. “Umur bulan Syakban 1444 H adalah 30 hari dan tanggal 1 Ramadhan 1444 H jatuh pada hari Kamis Pon, 23 Maret 2023 M. Jadi mulai tarawih, Rabu malam,” kata Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Senin (6/2/2023).

Sementara untuk Syawal 1444H, dia menyampaikan pada Kamis Legi, 29 Ramadhan 1444 H bertepatan dengan 20 April 2023 M, ijtimak jelang Syawal 1444 H terjadi pada pukul 11:15:06 WIB.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Awal RamadhanBRINHeadlineLembaga Falakiyah PBNUMuhammadiyahPBNU
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turis Jepang Memeluk Islam setelah Mendengar Ayat Al-Quran di Masjid Kuala Lumpur
Tulisan selanjutnya Kemenag Gelar Sidang Awal Ramadhan 1444H pada 22 Maret 2023

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer

Berita
11 Juli 2026 11:43
Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

14 Juli 2026 19:51
Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

14 Juli 2026 17:00
Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

14 Juli 2026 15:30
Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

13 Juli 2026 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?