Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kanada akan Deportasi Ratusan Mahasiswa India

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Maret 2023 09:02 9:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Maret 2023 09:02
Bagikan
pendidikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kanada akan mendeportasi 700 mahasiswa asal India setelah pihak berwenang mengidentifikasi mereka menggunakan dokumen palsu untuk mendaftar di berbagai perguruan tinggi dan tinggal di negara Amerika Utara itu.

Canadian Border Security Agency mengeluarkan surat pemberitahuan deportasi kepada mahasiswa itu, yang kebanyakan tiba di Kanada melalui perusahaan jasa migrasi yang berbasis di Punjab, lapor koran Times of India Kamis (16/3/2023).

Dokumen-dokumen palsunitu baru diketahui ketika para mahasiswa mengajukan izin residensi permanen di Kanada. Dokumen masuk perguruan tinggi yang menyertai formulir permohonan mereka ternyata palsu.

Sebagian besar mahasiswa yang sekarang terancam deportasi, dilaporkan telah menyelesaikan pendidikan mereka, mengajukan dan menerima izin kerja, dan mengumpulkan pengalaman kerja yang diperlukan untuk mengajukan izin residensi permanen.

Semua 700 mahasiswa itu mengajukan visa pelajar usai menyelesaikan sekolah menengah atas (kelas 12) melalui sebuah firma Education Migration Services di Jalandhar, Punjab.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Perusahaan konsultansi migrasi lewat pendidikan yang dipimpin oleh Brijesh Mishra itu memasang tarif hampir $20,000 (INR 1.600.000) untuk setiap calon mahasiswa, konon untuk biaya pengurusan migrasi termasuk pendaftaran masuk Humber College, lapor Indian Express (TIE).

Biaya ini belum termasuk termasuk ongkos penerbangan (pesawat), yang paling rendah berbiaya $1.600 (INR 135.000) sekali jalan, dan besaran security deposits yang tidak diketahui.

Visa studi Kanada diberikan antara 2018 dan 2019 berdasarkan surat masuk perguruan tinggi yang sekarang diketahui ternyata palsu, lapor media di India.

Mengutip keterangan mahasiswa korban penipuan Times of India (TOI) melaporkan bahwa Mishra tiba-tiba memberi tahu mereka tentang perubahan perguruan tinggi dari Humber ke institusi yang kurang dikenal setelah mereka mendarat di Kanada.

Mahasiswa yang tidak menaruh curiga, yang mempercayai Mishra setelah dia mengembalikan uang pendaftaran Humber yang lebih mahal, kemudian didaftarkan ke sebuah sekolah alternatif untuk mengikuti kuliah diploma 2 tahun.

Laporan TOI menyebutkan bahwa Mishra, yang diduga melakukan aksi penipuan yang pelik ini, tidak menandatangani dokumen apa pun, termasuk aplikasi visa. Artinya, para mahasiswa tersebut dituding memalsukan dokumen itu sendiri, karena dalam dokumen tidak disebutkan adanya surat lamaran yang diajukan oleh sebuah agensi atau instansi.

Pemberitahuan deportasi dikeluarkan setelah para mahasiswa diberi kesempatan untuk mengajukan kasusnya ke pengadilan. Selain deportasi, tidak ada sanksi keuangan yang diberikan kepada mereka.

Mereka akan diberi kesempatan untuk mengajukan banding atas keputusan deportasi, meskipun prosesnya kemungkinan akan memakan waktu tiga sampai empat tahun dan ada biaya mahal untuk menyewa pengacara, lapor TOI.

Perusahaan Mishra kabarnya pernah digerebek oleh polisi lebih dari 10 tahun yang lalu. Dia ditangkap pada 2013 karena memalsukan dokumen untuk mengirim siswa ke luar negeri, lapor TIE. Kala itu dia memimpin perusahaan dengan nama berbeda, Easy Way Immigration Consultancy.

Anehnya, mengapa pemalsuan dokumen itu tidak terdeteksi ketika para korban mengajukan visa pelajar.

Migrasi lewat jalur pendidikan merupakan salah satu jalan alternatif bagi sebagian warga India untuk melepaskan diri dari kerumitan hidup di negaranya dan mencari peluang kehidupan lebih baik di negeri asing. Kanada dan Australia merupakan dua negara favorit tujuan mereka karena regulasinya dinilai relatif lebih mudah dibandingkan negara-negara lain yang berbahasa Inggris, bahasa asing yang sangat familiar bagi orang India.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:deportasiIndiakanadamahasiswa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BMH Gelar Publik Expose Ramadhan dan Seminar Nasional
Tulisan selanjutnya Presiden Musevani: Barat Jangan Paksa Afrika Akui Hak LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?