Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Baitul Maqdis: Mengapa Penting?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 April 2023 13:11 1:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 April 2023 13:45
Bagikan
Baitul Maqdis
Bagikan

Masa lalu, kini, dan depan kaum Muslimin berjalin-berkelindan dengan Masjidil-Aqsha dan Baitul-Maqdis. Inilah barometer umat

oleh: Santi Soekanto

Hidayatullah.com | LEBIH dari 1250 kilometer perjalanan –dengan kaki, bergantian dengan unta atau kuda di bawah udara dan angin gurun yang terik– telah dilewati oleh 30 ribu Sahabat Rasulullah ﷺ dari Madinah menuju Tabuk.

Lelah. Haus. Persediaan air terbatas, sampai-sampai seorang Sahabat menyembelih untanya demi mengambil air dari temboloknya.

‘Auf bin Malik RA beruluk-salam dan memasuki tenda Rasulullah ﷺ dalam perang yang disebut juga Perang ‘Usrah (karena susah-payahnya) itu. Pemimpin termulia itu berkata, “Wahai Auf, hitunglah enam hal (sejak sekarang) hingga hari Kiamat datang: Kematianku…”

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

‘Auf mulai menangis.

Beliau meneruskan, “Hitunglah enam hal (sejak sekarang) hingga hari Kiamat: Kematianku, pembebasan Baitul-Maqdis, banyaknya kematian yang menimpa kalian bagaikan penyakit domba, berlimpahnya harta kekayaan sehingga orang memberi 100 dinar membuat si penerima marah, petaka atas semua rumah bangsa Arab, dan gencatan senjata di antara kalian dan keturunan bangsa Romawi…” (Riwayat Bukhari).

Rasulullah ﷺ jelas menggariskan perjalanan hidup kaum Muslimin sampai akhir dunia, termasuk pembebasan Baitul-Maqdis.

Mari berbicara tentang al-Quds, yang suci dan luhur. Al-Quds sama artinya dengan ath-Thuhur (الطهر ) dan at-Tathir (التطهير ) yang bermakna at-tanazzuh ‘an al-uyyub wa an-naqais (terbebas dari berbagai bentuk aib dan kekurangan).

Al-Quds adalah juga al-Muqaddasah —tempat yang disucikan dari berbagai bentuk kesyirikan, menjadi tempat tinggal para Nabi, yang berarti pula tempat dosa-dosa dibersihkan. Baitul-Maqdis, karenanya, adalah rumah atau tempat menyucikan dosa-dosa, dan rumah yang tidak boleh dijadikan tempat untuk sedikit pun kekufuran dan kesyirikan kepada Allah SWT.

Ketika Rasulullah ﷺ menerima amanah kenabian, telah dipahamkan kepada beliau tentang the integrity (integritas) dan ketidakterpisahan risalah Allah SWT tentang apa-apa yang suci dan luhur. Apa yang suci di awal penciptaan manusia adalah suci hingga akhir masa. Yang duniawiah maupun hina-dina pun telah jelas, sama jelasnya dengan ketetapan-Nya tentang penghambaan dan kedurhakaan manusia kepada Sang Pencipta.

Apa yang suci ketika Allah SWT letakkan Nabi Adam AS di muka bumi, adalah suci ketika Allah muliakan Muhammad ﷺ menjadi penutup segala nabi. Ketetapan Allah tak akan pernah berubah.

Namun Islam adalah sebuah jalan hidup yang sangat realistis: diperlukan tuntunan praktis dan simbol-simbol yang dapat menjadi fokus keimanan manusia. Karenanya sejak awal kepada Muslim telah diajarkan untuk meluhurkan tiga tempat sebagai pusat suci dunia.

Itulah Ka’bah, Masjidil-Aqsha, dan kemudian, Madinah.

Allah SWT menetapkan bahwa Muhammad ﷺ menjadi Rasulullah ketika integritas kesucian ini dalam keadaan diinjak-injak. Bukan saja oleh kesyirikan yang adalah kezhaliman terbesar, tapi juga secara fisik.

Makkah -dalam hal ini Ka’bah- kala itu dikuasai oleh kaum pagan penyembah berhala. Baitul-Maqdis dijajah oleh Romawi sudah lebih dari 600 tahun.

Tempat ibadah para Nabi sebelum beliau (termasuk Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, dan Nabi Isa AS) itu dalam keadaan dihinakan –dijadikan tempat pembuangan sampah dan semua kotoran lainnya oleh orang-orang Romawi.

Taslim dan Tahrir

Tugas Rasulullah ﷺ adalah mengingatkan manusia untuk membebaskan dirinya dari penghambaan kepada apa pun agar dapat sempurna menghamba kepada Allah SWT.

Tugas yang juga dipikulnya adalah membebaskan tempat-tempat yang disucikan Allah agar kesucian itu intact (utuh) di bawah hukum penuh rahmah Allah. Taslim (penghambaan) dan tahrir (pembebasan) adalah tak terpisahkan.

Visi Rasulullah ﷺ tentang pembebasan pusat dan simbol kesucian demi bebasnya manusia menghamba hanya kepada Allah SWT itu menjadi semakin kokoh sejak peristiwa Isra’ Mi’raj, dari Masjidil-Haram ke Masjidil-Aqsha dan ke Sidratul-Muntaha.

Visi tahrir Rasulullah ﷺ itu diterjemahkan dalam serangkaian rencana dan tindakan praktis yang strategis. Termasuk di dalamnya adalah  mendidik dan menanamkan kecintaan di kalangan para Sahabat terhadap Baitul-Maqdis, sedemikian rupa sehingga hanya orang munafik (dan tiga orang Sahabat yang kemudian dihukum boikot) yang mangkir dari perintah jihad Rasulullah di Perang Tabuk.

Rangkaian rencana itu kemudian ditutup dengan langkah puncak: mempersiapkan pasukan jihad terbaik untuk membebaskan tanah-tanah suci.

Pembebasan pertama terjadi melalui Fathu Makkah pada 10 Ramadhan 8 H. Madinah menjadi Haram sesudah hijrahnya beliau. Baitul-Maqdis masih tetap dalam keadaan terjajah, namun beliau tahu, pembebasannya akan terjadi sesudah wafatnya.

Rasulullah ﷺ wafat pada 12 Rabiul Awwal 11 H. Hanya beberapa hari sesudah melepas pasukan khusus yang dipimpin seorang pemuda belasan tahun, Usamah bin Zaid RA, menuju Baitul-Maqdis.

Mengapa Baitul-Maqdis?

Jadi, mengapa peduli dan mementingkan Palestina dan Suriah, dan keseluruhan Baitul-Maqdis?

  • Sebab itulah tuntunan Rasulullah ﷺ: berjihad membebaskan tempat suci dari penjajahan dan kezhaliman.
  • Sebab Baitul-Maqdis akan menjadi titik kebangkitan kedua umat Islam. Titik kebangkitan pertama adalah di Makkah, titik kedua adalah Baitul-Maqdis, dengan ditegakkannya khilafah ‘ala minhajul-nubuwwah.
  • Sebab kita menanti berita gembira sesudah dibebaskannya Baitul-Maqdis, yaitu dibebaskannya Roma.
  • Sebab Baitul-Maqdis barometer umat. Ketika Baitul-Maqdis terjajah, maka seluruh wilayah Muslim –baik Arab maupun non-Arab- dalam keadaan terjajah. Ketika Baitul-Maqdis dibebaskan, maka ketika itu seluruh elemen umat dalam keadaan terbaik dan mulia.

Selama beratus tahun sesudah ‘Umar bin Khaththab RA dan 4000-an Sahabat dengan gagah memasuki Baitul-Maqdis dan menerima kunci kota dari Pendeta Sophronius, Islam dan kaum Muslimin yang minoritas memimpin dengan adil. Dengan izin Allah SWT, keberkahan dan kedamaian tumbuh subur di negeri yang telah dipulihkan kesuciannya bersebab strategi Rasulullah ﷺ dan jihad para Sahabat itu.*/

Peneliti Institut Al-Aqsa untuk Riset Perdamaian (ISA), artikel pernah dimuat di Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QudsBaitul MaqdisHeadlineMasjid Al-AqshapalestinaPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siswa SMK Payakumbu Meninggal setelah Dilempar Batu Pemuda Mabuk Lem
Tulisan selanjutnya KPK Ingatkan ASN dan Penyelenggara Negara Terima Gratifikasi Hari Raya Termasuk Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?