Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Memperbaiki Bacaan Sejak Kecil

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juli 2014 13:10 1:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2014 13:10
Bagikan
Remaja dalam kegiatan Gerakan Cinta al-Quran di Bogor (ilustrasi)
Bagikan

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

ADA yang menarik dari kegiatan khatmil Qur’an di SDIT Salman Al-Farisi Yogyakarta pagi tadi. Ini bukanlah kegiatan membaca Al-Qur’an dari juz 1 hingga 30 dalam satu hari yang kadangkala diwarnai kebut-kebutan baca di sore hari sebagaimana dulu kerap saya dapati di kampung. Ini merupakan kegiatan ujian sekaligus syahadah bahwa seseorang telah dinyatakan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah membaca Al-Qur’an.

Anak-anak dinyatakan lulus hanya jika mampu membaca dengan benar, tahu nama hukum bacaan dan mengerti hukum bacaan sebagaimana terdapat dalam ilmu tajwid.

Melalui mekanisme yang jelas, proses yang terjaga dan menerapkan standar tanpa toleransi (zero tolerance), anak menguasai bacaan dengan baik. Tak perlu terjadi anak gelagapan baca اللهِ sehingga terdengar awoh atau awloh di kelas atas SD jika sejak awal telah dijaga ketat bacaannya. Sebagian anak telah mampu membaca dengan tepat sebelum mereka bersekolah, meski belum sempurna, tapi bermasalah ketika sekolah tidak mengajarkan membaca dengan benar.

Banyaknya jumlah murid di tiap angkatan bukanlah kendala untuk mengajari anak membaca dengan benar dan sempurna jika mekanisme ditegakkan. Mengajari membaca Al-Qur’an dengan benar semenjak awal memang tampak lambat, tapi sesudah menguasai, anak akan lebih asyik membaca. Di awal anak sangat mungkin ketinggalan jauh dibanding rekan-rekannya yang belajar membaca dengan prinsip asal lancar, tetapi sesudah itu anak akan lebih mudah membaca karena memahami prinsipnya dengan matang.

Baca Juga

teman
Membebaskan Anak dari Label Negatif
Lembut Itu Tak Berkata Kasar
Diistimewakan Allah Bersebab Niat Jujur Orangtua
Tanpa Ta`dib dan Pendidikan Adab, Boarding School Ibarat Rumah Kost Belaka
Kreatif Tanpa Musik

Mengoreksi bacaan ketika “lidah terlanjur kaku” jauh lebih sulit dibanding mengajari membaca dengan benar dan faham kaidah semenjak dini. Ketika pola yang salah sudah terbentuk, perlu kerja ekstra untuk meruntuhkan pola tersebut, lalu menata kembali agar mampu mengucapkan dengan benar. Dan perlu upaya lebih keras lagi untuk mampu merangkai serta mengucapkannya secara sempurna. Ini berbeda dengan mengajari membaca dengan benar dan sempurna sesuai kaidah. Ada kesulitan memang, tapi begitu anak mampu membacanya secara sempurna, ia akan mudah mempelajari serta membaca yang lebih kompleks. Lebih mudah pula baginya membaca beberapa bacaan yang gharib (keluar dari kaidah umum).

Ketika anak telah benar-benar mampu membaca sesuai kaidah, proses menghafal secara mandiri jauh mudah. Ini yang kadang dilupakan. Di luar itu, lebih banyaknya hafalan tidak sama dengan matangnya pemahaman dan kokohnya komitmen terhadap Al-Qur’anul Karim. Maka hal awal yang perlu dibekalkan kepada anak di saat kecil adalah kecintaan, keyakinan dan kemauan berpegang kokoh pada Al-Qur’an.

Al-Qur’an itu petunjuk bagi seluruh ummat manusia, penjelas dari petunjuk dan pembeda. Tapi tak semua dapat memperoleh petunjuk. Lalu siapa yang mendapatkan petunjuk itu? Allah Ta’ala kabarkan kepada kita di awal surat Al-Baqarah bahwa, orang-orang bertaqwalah yang memperoleh petunjuk Al-Qur’an. Salah satu cirinya iman kepada yang ghaib; meyakini sepenuhnya segala yang ada dalam Al-Qur’an, termasuk apa yang belum terjadi maupun yang sudah berlalu berabad-abad sebelum turunnya Al-Qur’an.

Inilah yang perlu diperhatikan dalam menanamkan Al-Qur’an dalam diri anak. Jika sekedar banyak hafalannya, khawatirilah mereka jadi munafik. Na’udzubillahi min dzaalik.

Mari kita renungi sabda Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam tentang orang munafik:

أَكْثَرَ مُنَافِقِي أُمَّتِي قُرَّاؤُهَا

“Kebanyakan orang munafik di tengah-tengah umatku adalah qurra’uha (penghafal Al-Qur’an).” (HR. Ahmad).

Lho? Apa sebabnya qurra’ (penghafal Al-Qur’an) tersebut sampai tergelincir dalam kemunafikan? Mereka adalah orang-orang yang menghafalkan Al-Qur’an, tapi lalai mendidik niat dan menguati iman. Atau, mereka menghafalkan Al-Qur’an memang untuk tujuan dunia. Amat besar kemuliaan orang yang membaca Al-Qur’an, terlebih yang menghafalkannya. Tetapi jika salah niat atau tak mengimaninya, maka banyaknya hafalan tak membawanya kepada keselamatan. Itu sebabnya mendidik niat dan memperbaiki iman perlu kita perhatikan, terlebih saat anak kita masih belia.*

Twitter Mohammad Fauzil Adhim @Kupinang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Qurananakhafalan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Tugaskan Wakil Tetap RI di PBB Tekan Israel
Tulisan selanjutnya AS Memblacklist Syiah-Hizbullah Beli Komponen Drone

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?