Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Di Mana Anda Bisa Temukan Agama Seadil Islam?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Maret 2013 06:42 6:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Maret 2013 06:42
Bagikan
Bagikan

ALKISAH Sultan murad I suatu ketika mengangkat soerang arsitek untuk mendirikan sebuah masjid untuknya. Sang arsitek merasa telah membangunkan sebuah masjid yang sangat unik untuk sultan, ketika raja datang datang untuk memeriksan masjid itu, ia merasa tidak puas dengan hasil kerjaan sang arsitek. Sang arsitek pun menanyakan pendapat sultan, namun sang sultan malah mencabut pedangnya dan memotong tangan kanan sang arsitek.

Hadiah yang tadinya dinantikan sang arsetik berujung malapetaka. Ia merasa sedih karena sultan memotong tanganya. Ia bertanya kepada beberapa ulama, berdasarkan syariat Islam, apakah sultan dibenarkan memotong tanganya. Ulama berkata bahwa tangan hanya dapat dipotong ketika sesorang mencuri dan apabila dia tidak melakukan kesalahan tersebut tanganya tidak dapat dipotong semata-mata karena pekerjaanya tidak disukai oleh sultan.

Akhirnya sang arsitek mengadukan sultan ke pengadilan. Dalam pengadilan qadhin menjukkan bahwa penggugat tidak bersalah sehingga tanganya tidak boleh dipotong. Seorang sultan adalah penjaga syariat, ia tidak dibolehkan mengambil hukumnya sendiri untuk menindak seorang Muslim.

Setelah mendapatkan penjelasan secara terperinci tentang syariat. Sultan mengakui kesalahanya. Qadhi berkata, “Dalam hukum Islam, darah dibayar dengan darah dan nyawa dibayar dengan nyawa, merupakan prinsip qisas. Hukum ini diberlakukan kepada semua orang, baik yang berkedudukan tinggi maupun berkedududkan rendah, baik budak maupun orang merdeka. Islam ditegakkan untuk menyempurnakan persamaan, dan darah raja tidak lebih baik daripada darah arsitek itu.”

Sultan menarik lengan bajunya kemudaian berkata, “Inilah tangan yang denganya aku telah memotong tangan sang arsitek. Anda boleh mengambil tangan ini untuk dipotong untuk memenuhi syariat Islam.”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Setelah sultan selesai berbicara, penggugat melangkah kedepan dan berkata, “Karena Sultan telah mengaku bersalah atas apa yang telah dikerjakaanya, maka pengaduanku dicabut. Aku memaafkan raja dan tidak akan melakukan Qisas.”

Kisah ini adalah bukti bahwa syariat Islam adalah hukum yang benar – benar menegakkan keadilan secara penuh. Hukum yang tajam ke atas dan juga tajam ke bawah. Tidak ada sejarahnya syariat Islam menindas atau melecehkan hak orang lain.

Pernyataan yang menyebutkan bahwa jika syariat islam ditegakkan maka minoritas akan tertindas adalah fitnah besar yang nyata. Bisa jadi mereka yang bersuaralah yang ingin menjadi segelintir penguasa agar tetap dapat menindas kau minoritas. Mereka takut wewenangnya dicabut, dst. Jika keadilan syariat islam demikian nyata, kenapa harus takut untuk diterapkan?

Hanya orang – orang bodohlah yang tidak ingin keadilan yang penuh ini ditegakkan.

Apa yang terjadi jika syariat Islam tegak di negeri ini?

Ada yang bilang jika syariat Islam ini di berlakukan “minoritas akan tertindas, minoritas teraniaya, Indonesia yang prural ini akan tercerai berai.” Benarkah seperti itu? Apakah syariat Islam adalah sistem penindasan? Sistem yang memecah belah?

Andaikan orang mengetahui betapa indah dan adilnya Islam, barangkali orang akan berlari berebutan.

Rasulullah berkata, “Barangsiapa mengganggu seorang kafir dzimmi, maka sungguh ia mengganggu saya, dan barangsiapa mengganggu saya, maka sungguh ia mengganggu Allah.” (Riwayat Thabarani)

“Barangsiapa mengganggu seorang kafir dzimmi, maka saya adalah musuhnya, dan barangsiapa memusuhi saya, maka akan saya musuhinya nanti di hari kiamat.” (Riwayat al-Khatib)

Hadits lain mengatakan, “Barangsiapa berlaku zalim kepada seorang kafir ‘ahdi, atau mengurangi haknya, atau memberi beban melebihi kemampuannya, atau mengambil sesuatu daripadanya dengan niat yang tidak baik, maka saya adalah pembelanya nanti di hari kiamat.” (Riwayat Abu Daud)

Ketiga hadist di atas membuktikan bahwa Islam sama sekali tidak mengajarkan sitem penindasan ataupun penganiayaan. Bahkan syariat Islam adalah satu – satunya agama yang memberikan perlidungan penuh kepada orang – orang yang memiliki kepercayaan berbeda , selama dia tidak menganggu umat Islam. Di mana Anda bisa menemukan agama indah dan seadil itu? */Muhamad Ihsan, Founder PenaAksi[dot]Com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengaku Dipersulit, Pasangan Memilih Menikah Siri
Tulisan selanjutnya Wahai Muslimah, Dekaplah Suamimu!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?