Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kekhawatiran Sikap Anti-Muslim di Eropa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Desember 2003 19:05 7:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Desember 2003 19:05
Bagikan
Bagikan

Sebagaimana diketahui, dalam melepaskannya, tanggal 18 Desember kemarin, Laporan Tahunan kelima kebebasan beragama internasional, menunjukkan suatu peningkatan menakutkan di dalam bentuk sikap anti-muslim sikap di beberapa negara-negara Eropa, mencakup Amerika.

Di Inggris misalnya, di mana sekitar 1,6 juta orang Islam Berada, sebuah lembaga hak azasi manusia Islam Yang berbasis di London Melaporkan setidaknya 344 peristiwa kekerasan anti-muslim yang terjadi semenjak peristiwa 9/11, mencakup ditikamnya seorang wanita orang Islam di negara itu.

Sejak Juni 2002, warga muslim Britania telah melaporkan adanya berbagai sergapan, tindakan merusak, dan serangan terhada masjid, sebagian dikabarkan termotivasi oleh hal negatif dan efek media massa yang tidak bertanggungjawab. Sebagai contoh, pada bulan Juni 2003 gelombang anti-muslim terjadi di masjid Birmingham tidak lama sesudah laporan tidak bertanggungjawab televisi BBC seolah-olah yang mempertunjukkan adanya perekrutan pelaku boom bunuh diri di masjid Birmingham.

Di Italia, sekitar sejuta rumah warga muslim dikabarkan terancam,setelah beberapa pemimpin religius dan politis, termasuk Perdana Menteri Itali Silvio Berlusconi, telah mendukung perasaan anti-Islam yang mana, imigran Islam dilukiskan sebagai “ancaman” di Italia.

Pada bulan September 2001, Berlusconi dikabarkan membakar gerakan anti-Islam dengan mengatakan peradaban Islam lebih rendah dari Barat. Pada suatu konferensi pers di Berlin, Berlusconi pernah mengatakan, “Kita harus sadar akan keunggulan dari peradaban kita, suatu sistem yang telah menjamin kesejahteraan, rasa hormat akan hak azasi manusia -yang teramat kontras dengan negara-negara Islam– menghormati hak politis dan religius, suatu sistem yang mempunyai pemahaman nilai-nilai keaneka ragaman dan toleransi nya.”

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Tak urung, ucapan Berlusconi yang dianggap sangat anti-Islam ini membuat marah orang Islam di seluruh penjuru dunia.

Menurut laporan AS, pembatasan status kebebasan religius menjadi kunci kedua yang menyebabkan gelombang diskriminasi dan anti-muslim di Eropa.

Pada tanggal 18 bulan Desember kemarin, Yohanes Hanford, Duta Besar AS untuk kebebasan religius internasional, mengkritik Perancis mengenai cara berpendirian nya pada isu orang Islam , menyangkut hak dan kebebaran para wanita-wanita muslimah memakai jilbab.

“Semua orang harus bisa mepraktekkan agama mereka dan kepercayaan mereka dengan damai tanpa gangguan dan campur tangan pemerintah, sepanjang mereka melakukan tanpa intimidasi dan provokasi dari yang lain di dalam masyarakat?. Kami akan mengamati ini secara hati-hati, dan ini pasti suatu perhatian penting pada waktu ini,” ujar Hanford.

Debat atas lambang religius –terutama menyangkut hal berjilbab wanita muslim– telah memperhebat di Perancis sejak Presiden Perancis Jack Chirac mengusulkan, pada bulan Desember lalu suatu hukum yang mengutuk lambang religius di sekolah-sekolah negeri di Perancis dan mengatur mereka di tempat kerja.

Islam adalah agama kedua terbesar ci Perancis dengan perkiraan 4 hingga 5 juta penganut, atau sekitar 7 hingga 8 persen populasi penduduk Perancis.

Perdebatan menyangkut jilbab juga terjadi di Jerman pada bulan Juni 2002 setelah pengadilan membuat undang-undang di tahun 1998 yang melarang para guru muslim di sebelah Selatan Baden-Wuerttemburg memakai jilbab di kelas.

Di Spanyol, orang Islam, Yahudi, dan Protestan mengeluh bahwa pemerintah hanya lebih mengakui Katolik, agama yang dominan baik dalam hubungan politik dan dukungan keuangan.

“Para pemimpin Protestan, orang Islam, dan masyarakat Yahudi? melanjutkan untuk menekan pemerintah atas perlakuan khusus terhadap agama Katholik. Perhatian mereka meliputi mepembiayaan, memperluas pengecualian pajak, meningkatkan akses media, dan lebih sedikit pembatasan atas pembukaan tempat beribadat baru” ujar sebuah laporan. Sebagai contoh, Federasi Kesatuan Islam Spanyol ( FEERI), sebuah organisasi Islam Spanyol, memprotes atas sikap pemerintah yang membatasai konstruksi mesjid baru, terutama untuk lokasi bangunan di area metropolitan.

Menurut FEERI, di Spanyol, populasi warga Islam di negara itu telah ditaksir mendekati jumlah satu juga orang.

AS juga telah menyatakan perhatian nya dan beberapa pemerintah juga boleh menggunakan peperangan atas Terorisme untuk mengendalikan kebebasan religius. Pada bulan Desember, Duta Besar AS, Hanford, memperingatkan bahwa “negara-negara sudah menargetkan pengikut religius, bahkan di bawah kedok kampanye anti-terrorism, dan memandu beberapa ke arah kekerasan dan radikalisme.” Jika perhatian Hanford ternyata benar, maka orang Islam di seluruh penjuru dunia mungkin adalah target utama pengekangan seperti itu pasca 9/11.

International Religious Freedom Report 2003, telah membuat suatu pekerjaan sangat dibutuhkan menyangkut monitoring status hak beragama orang Islam di Eropa. Untuk menyudahi hal penting pekerjaan nya, Deparlu AS perlu mendiskusikan penemuan dari melaporkan dengan para pemimpin Eropa dan kelompok hak azasi kemanusiaan internasional lain. Perlu juga membuat konferensi internasional untuk mendiskusikan status hak beragama orang Islam di Eropa dan di tempat lain untuk memastikan bahwa peperangan atas terorisme tidak akan digunakan sebagai pelindung dengan tanggung jawab menyakititi muslim di manapun di dunia. Pasti, konferensi seperti itu akan jadi sangat menolong untuk peperangan melawan terorisme.

*Alaa Bayoumi, seorang penulis asal Arab yang tinggal di Washington D.C dikutip dari Midle East Online

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jepang Ikut-ikutan Diskriminasi Warga Muslim
Tulisan selanjutnya AS Akan Ubah Strategi Besar di Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

Berita
13 Juni 2026 10:30
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum

Terbaru

  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?