Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Bacaan Al-Quran Menurunkan Depresi dan Kecemasan

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Juni 2023 00:25 12:25 am
Ahmad
Dipublikasikan 20 Juni 2023 08:00
Bagikan
keutamaan bulan sya'ban
Bagikan

Hidayatullah.com—Bagi orang muslim yang taat, membaca Al-Qur’an adalah amalan harian  yang sangat direkomendasikan. Apalagi membaca secara tartil, dengan tajwid (pelafalan yang benar), dan tidak terburu-buru sangat dianjurkan.

Hal ini bertujuan agar melodi yang diperdengarkan dapat memberikan pengaruh positif berupa kedamaian bagi para pendengarnya.

Sebuah studi menemukan bahwa pembacaan Al-Qur’an, yang disebut sebagai Qur’an recitation approach atau QRP sangat berguna dalam meredakan anxiety (kecemasan) pada kondisi medis tertentu dan pada kondisi psikososial, demikian kajian enam namasiswa Unair yang ditulis di laman balimedicaljournal.org.

Bahkan secara medis, QRP dapat meningkatkan respon kemoterapi terhadap kanker. Di otak, seperti ditunjukkan oleh gambaran electroencephalography (EEG), QRP dapat memberikan pengaruh relaksasi di otak, meski pendengarnya tidak mengetahui apa yang dibaca atau didengarnya.

QRP juga ternyata dapat meningkatkan kadar serotonin pada penderita stroke, dan memperbaiki prognosis klinisnya. Namun demikian hingga saat ini belum ada riset yang mengkaji pengaruh pembacaan Al-Qur’an terhadap sel-sel otak, terutama pada kondisi depresi.

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Penelitian pada hewan coba tikus model depresi, yakni dengan cara menggantung tikus dengan ketinggian 50 cm dari permukaan lantai selama 1 jam dalam 7 berturut-turut hari sehingga menimbulkan perasaan tidak berdaya, ditandai dengan peningkatan waktu berdiam tikus; dan tikus model agresif (dengan cara tail suspension approach selama 7 hari dan dipapar suara berisik), ditandai dengan peningkatan aktivitas maze tikus, dan penurunan waktu berdiam, sehingga tikus menjadi lebih aktif atau agitasi.

Kedua model kejiwaan ini menunjukkan adanya retardasi psikomotorik dan kerusakan kognitif. Pemberian QRP ditemukan meringankan retardasi psikomotorik di kelompok tikus depresi, bahkan menenangkan perilaku agitasi pada tikus.

Sementara pada kelompok tikus yang agresif, mengalami aktivasi perilaku “goal directed” karena kognisi meningkat dengan ketenangan psikomotorik. Hal ini terlihat pada penurunan aktivitas maze yang diikuti dengan peningkatan periode berdiam diri, dengan peningkatan kecepatan mencari makan, namun lebih tenang daripada sebelumnya.

Menariknya, perubahan ini tidak ditentukan oleh dosis atau lama intervensi QRP. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh riset menggunakan musik, dimana music dapat meningkatkan performa belajar dan memori tanpa adanya spesifik dosis dan waktu

Pada saat pembedahan, terdapat satu kelompok yang berbeda bermakna pada jumlah sel-sel neuron, dengan perlakuan optimum, 1 jam per hari pembacaan Al-Qur’an. Namun hal ini tidak berlaku pada kelompok sel-sel glial.

Musik yang lembut dapat menjadi terapi untuk mengatasi anxiety, karena frekuensinya yang rendah, tidak terlalu menghentak dan harmonis.

Sementara pada musik yang keras, dapat menurunkan jumlah neuron dan sel-sel glia karena stres oksidatif yang berlebihan, sehingga menimbulkan frekuensi vibrasi, yang disebut sebagai ototoksisitas.

Sehingga musik keras menjadi sebuah ancaman pada individu. Pada pengamatan di hipokampus, yakni area otak yang menjadi dasar memori spasial dan pembelajaran, mangalami kerusakan pada tikus agresif akibat paparan suara keras.

Bahkan setelah tidak dipapar, terjadi penurunan neurogenesis di hipokampus. Diduga sel-sel glia berperan sebagai pengatur neuroplastisitas yang diinduksi oleh QRP, namun terjadi penurunan sel-sel glia setelah intervensi QRP.

Hal ini membutuhkan penelitian lebih lanjut. Dosis optimal intervensi QRP untuk mengatasi depresi adalah 1 jam, lebih dari itu, terapi QRP menjadi penyebab stres dan tidak efektif.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QurandepresiHeadlineKecemasanKeutamaan Membaca Al-Qur'anManfaat Membaca Al-Qur'anPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Viral Video Pelajar Jepang Berebut Menutupi Siswi Berhijab yang Pingsan
Tulisan selanjutnya Keramahan Warga Palestina Bikin Pebasket Ini Masuk Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?