Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

100 Tahun Gontor Mendidik Umat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 September 2023 11:15 11:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 September 2023 10:00
Bagikan
Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG)
Bagikan

Didirikan 3 bersaudara– KH. Ahmad Sahal, KH. Zainuddin Fannanie, KH. Imam Zarkasyi – Pondok Gontor berkembang dan menjadi aset umat hingga berusia 100 tahun melalui wakaf

Oleh: Henri Salahuddin

Hidayatullah.com | MAULID NABI tahun ini terasa lebih istimewa bagi Gontor. Sebab hari ini, seratus tahun lalu tepatnya pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal 1345, dalam suasana peringatan kelahiran Baginda Nabi ﷺ, diproklamirkan pembukaan kembali Pondok Gontor.

Pendirian Pondok Gontor yang baru tidak lepas dari tekad Ibu Nyai Santoso yang mengantarkan ketiga puteranya – KH. Ahmad Sahal, KH. Zainuddin Fannanie, KH. Imam Zarkasyi – untuk memperdalam ilmu ke beberapa lembaga pendidikan Islam. Harapan beliau agar kelak mereka itu dapat menghidupkan kembali Pondok Gontor Lama yang telah mati.

Pondok Modern (PM) Darussalam Gontor didirikan oleh tiga pemuda adik beradik yang saat itu masih muda belia. KH. Ahmad Sahal berusia 25 tahun, KH. Zainuddin Fanani berusia 18 tahun, dan KH. Imam Zarkasyi berusia 16 tahun.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Sulit dibayangkan dalam usia sebelia itu alam pikiran mereka sudah melampaui zaman dan lingkungan tempat tinggalnya yang jauh dari perkotaan dan informasi.

Pada tahun 1958 begitu pondok yang mereka dirikan sudah bertumbuh membesar, tiba-tiba secara resmi diwakafkan untuk umat Islam. Artinya para pendiri dan keturunannya tidak bisa mengklaim lagi bahwa pondok adalah aset kekayaan mereka.

Susah payah mendirikan pondok dengan uang pribadi dan aset warisan keluarga, tetapi setelah berkembang dan terkenal langsung diwakafkan. Inilah makna zuhud hakiki yang sulit dinalar kecuali bagi mereka yang dikarunia kejernihan qalbu.

Di sisi lain terdapat pelajaran penting bahwa mewakafkan aset berharga untuk tujuan mulia harus dikelola dengan penuh kesungguhan, tidak boleh asal-asalan, apalagi sekedar untuk menarik sumbangan dan simpati masyarakat.

Wakaf aset tidak akan berjalan fungsinya jika tidak ditopang dengan wakaf diri. Dalam tradisi Turki Utsmani, istilah ini biasa disebut “Insan Vakfı”. Yaitu manusia-manusia yang mewakafkan dirinya, pikirannya, dan jiwanya fi sabilillah, demi menggapai Ridho dan SurgaNya.

Segera setelah diwakafkan, disusunlah pengurus Badan wakaf yang merupakan lembaga yang secara umum bertugas untuk melaksanakan visi dan misi pondok (amanat Trimurti Pendiri PM. Gontor).

Di antara adalah mewujudkan agar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menjadi Universitas Islam yang bermutu dan berarti. Amanah ini sekaligus merupakan visi seorang kiai dari pelosok desa yang jauh ke depan melintasi zamannya.

Di tahun 1958 atau 13 tahun setelah Indonesia merdeka, sudah tercetus visi bahwa pendidikan tingkat menengah saja tidaklah cukup untuk memperbaiki kualitas umat dan bangsa.

Syeikh Hasan Al-Baquri, Menteri Wakaf Mesir tahun 1952, saat datang PMDG mengatakan bahwa yang menjamin kelestaraian pondok bukanlah gedung-gedung yang megah, santri-santri yang banyak, guru-gurunya yang hebat tetapi falsafahnya.

Maka tidak heran jika Syeikh Syaltut (Rektor Al-Azhar thn 1958) pernah mengatakan supaya di Indonesia ini ada 1000 Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).

Nah, apa falsafah hidup Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG)?

Berikut adalah sekilas contoh saja:

  • “Andaikata muridku tinggal satu, akan tetap kuajar, yang satu ini sama dengan seribu, kalaupun yang satu ini pun tidak ada, aku akan mengajar dunia degan pena.“ (KH. Imam Zarkasyi)
  • “Ya, Allah dari pada aku melihat bangkai pondokku, pundutlah (matikanlah) aku lebih dahulu.” (KH. Ahmad Sahal)
  • “Kalau makan, minum dan tempat tidur saya lebih baik daripada makan, minum dan tempat tidur anak-anak saya (santri saya), supaya anak-anak protes.” (KH. Ahmad Sahal)
  • “Saya malu kalau rumah saya lebih baik dari pada masjidnya.” (KH. Ahmad Sahal)
  • “Sebesar keinsyafanmu sebesar itu pula keuntunganmu.” (KH Imam Zarkasyi)
  • “Berdiri diatas dan untuk semua golongan.” (TRIMURTI )
  • Motto pendidikan PMDG: “Berbudi tinggi berbadan sehat, berpengetahuan luas, berpikiran bebas.” (TRIMURTI)
  • “Panca Jiwa Pondok, yaitu; Keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, kebebasan.” (TRIMURTI)
  • “Hidup sekali hiduplah yang berarti.” (KH. Imam Zarkasyi)
  • “Jadilah ulama yang intelek, bukan intelek yang tahu agama.” (KH. Imam Zarkasyi)
  • “Berjasalah tapi jangan minta jasa.” (KH. Imam Zarkasyi)
  • “Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja.” (KH. Ahamad Sahal)

Maka tidak heran jika Prof. Said Yuce, mantan DPR Turki selama dua periode di bidang penguatan keluarga, mempunyai kesan yang sangat mendalam sekali selama mengunjungi PMDG putra dan putri sejak 7 September 2023 lalu.

Di depan santriwati, Yuce mengatakan bahwa meskipun sudah lebih dari 100 negara yang dikunjungi, tapi tidak pernah didapati kesan yang sangat mendalam seperti yang dialaminya selama mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor. “Saya seperti berada di tengah-tengah ribuan malaikat,” katanya.

Saat berkeliling melihat area pondok putri, melihat koperasi pelajar, unit-unit usaha pondok hingga peternakan milik pondok, beliau berkata: “Henribey, saya berkeluh kesah padamu, sejak kemarin di Gontor Putra, saya hanya diajak melihat, tapi tidak ada yang menjelaskan tentang apa yang saya lihat,” katanya lagi.

Lalu pelan-pelan saya jelaskan tentang apa yang sudah, sedang dan akan beliau lihat. Intinya itu adalah unit-unit usaha wakaf milik pondok, bukan aset pribadi kiai atau pengasuh pondok.

Unit-unit usaha wakaf ini untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan santri. Guru tidak digaji dari SPP santri, jadi guru tidak perlu merasa canggung mendidik santri.

Sehingga tidak ada santri yang mengatakan pada guru: “Kamu saya gaji!”

Inilah salah satu bentuk kemandirian balai pendidikan berbasis wakaf yang hari ini tengah memperingati kesyukuran 100 tahun miladnya. Pondok Modern Darussalam Gontor adalah ladang keikhlasan, semuanya ‘rebutan’ beramal.

Kiainya menjadi contoh, bukan hanya memberi contoh. Dari sekian banyak unit usaha wakaf milik pondok yang di-manager-i oleh santri dan guru itu, tidak ada setoran khusus sedikit pun dari hasilnya untuk keluarga para pendiri pondok.

Ini terjadi karena semuanya sudah diwakafkan untuk umat. Maka tidak mengherankan jika tidak sedikit dari anak dan cucu pendiri PMD Gontor yang belum mempunyai rumah pribadi hingga sekarang, tapi hanya mewarisi amanah, bukan aset kekayaan pondok.

Selamat Milad 1 Abad, Gontorku, Gontor ayahku, Gontor anakku, dan semoga Gontor cucu cicitku. Kami tiga generasi telah merasakan manfaat pendidikanmu dari para kiai dan guru-guru yang ikhlas menjalankan kiprahnya sebagai “munzirul qaum”.

Sepi ing pamrih rame ing gawe, inilah salah satu kunci 100 Tahun perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor, hingga akhir zaman, in sya’Allah.*/Depok, 12 Rabi’ul Awwal 1445

Alumni Kulliyyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Modern Gontor Ponorogo, peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

Yuk bergabung dengan dakwah media melalui BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:1 Abad Gontor100 Tahun GontorHeadlineKH. Ahmad SahalKH. Imam ZarkasyiKH. Zainuddin FannaniePMDGPondok GontorPondok Modern Darussalam Gontor
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gegara Kembang Api Pesta Pernikahan Lebih 100 Orang Tewas di Nineveh Iraq
Tulisan selanjutnya Kelakuan Remaja Indonesia Sudah Over Stay Menyamar Pula Jadi Polisi Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah

Berita
12 September 2026 09:43
Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’

Terbaru

  • Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?