Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

PM Inggris akan Berlakukan Larangan Merokok Remaja 14 Tahun ke Bawah 

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2023 21:45 9:45 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 Oktober 2023 21:55
Bagikan
Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak mengusulkan pemberlakuan undang-undang agar anak-anak yang mencapai usia 14 tahun ke bawah mulai tahun ini, tidak diperbolehkan membeli rokok seumur hidupnya.

Hal tersebut diunggahnya di platform media sosial X kemarin dengan judul poster bertuliskan “Generasi yang Tumbuh Bebas Merokok”.

Perdana Menteri Inggris menekankan pentingnya masalah ini dengan temuan penelitian bahwa empat dari lima orang yang merokok memulai kebiasaan tersebut sebelum mencapai usia 20 tahun.

Saat ini adalah ilegal bagi siapa pun untuk menjual rokok atau produk tembakau kepada orang di bawah 18 tahun di seluruh Inggris. Jika Parlemen menyetujui usulan tersebut, perubahan hukum hanya akan berlaku di Inggris – bukan di Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales.

“Orang-orang mulai merokok ketika mereka masih muda. Empat dari lima perokok sudah mulai merokok pada usia 20 tahun,” katanya.

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

“Kemudian, sebagian besar orang mencoba untuk berhenti… jika kita dapat memutus siklus tersebut, jika kita dapat menghentikan permulaan tersebut, maka kita akan berada di jalur yang tepat untuk mengakhiri penyebab terbesar kematian dan penyakit yang dapat dicegah di negara kita.”

Ia juga menyatakan bahwa laju pertumbuhan penggunaan vaping semakin meluas dan kekhawatiran di kalangan pelajar akan diikuti dengan tindakan lanjutan untuk mencegah hal tersebut berlanjut.

Pemerintah Inggris menaikkan usia legal penjualan tembakau dari 16 menjadi 18 tahun pada tahun 2007. Hal ini berhasil mengurangi prevalensi merokok di kalangan anak berusia 16 dan 17 tahun sebesar 30%, kata kantor Sunak.

Pakar kesehatan menyambut baik rencana perdana menteri untuk terus meningkatkan usia legal merokok. Tindakan serupa telah disetujui di Selandia Baru tahun lalu.

Merokok adalah ‘masalah kesehatan nomor satu yang dapat dicegah’, menyebabkan 64.000 kematian setiap tahunnya di Inggris.

Sebelumnya di Malaysia, para dokter dan praktisi medis di negara tersebut juga mendesak Pemerintah Madani untuk segera menerapkan Undang-Undang Generasi Berhenti Merokok (GEG).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlinemerokokPM InggrisremajaRishi Sunakundang-undangusia 14 tahun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gaza, Blokade 17 Tahun, dan Satu dari Tiga Masjid Suci Kita
Tulisan selanjutnya Komandan Pasukan Elit Israel Ghost Israel Rilis Daftar Tentaranya yang Ditewaskan Hamas, Termasuk Komandan Pasukan Elit ‘Ghost’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?