Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Imam Masjid Istiqlal bahas Sejarah Syiah di Qatar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Juli 2014 12:26 12:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Juli 2014 12:26
Bagikan
Prof Dr Ali Mustafa Yaqub
Bagikan

Hidayatullah.com–Belum lama Indonesian Muslim Society in Qatar -Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (IMSQA PERMIQA) berkesempatan menghadirkan seorang ulama Indonesia Prof. Dr. KH. Ali Musthafa Yaqub MA, Guru Besar Ilmu Hadits di Institut Ilmu Al Quran (IIQ) dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta.

Selama berada di Qatar, Ali Mustafa Yaqub menjelaskan berbagai perkembangan Islam di Indonesia. Tak lupa pakar hadits ini juga menjelaskan sejarah syiahisasi dan kaitannya dengan negeri khatulistiwa.

Menurutnya, sejarah mencatat bagaimana negeri Persia (atau Iran sekarang) pada awal mula setelah penaklukan oleh para Sahabat Rasulullah Shallalahu alaihi wassa menjadi sebuah negeri yang subur dengan para ulama Ahlus Sunnah dan pendekar-pendekar pembela Islam.

Diantara ulama-ulama Sunnah ini adalah Imam Shams-ud-Din Kermani (w786M), Ishaq Ibn Rahwayh (w853M), Imam al-Bukhari (w870M), Imam Abu Dawood (w889m), Imam Al-Juwayni (w1085m), Imam Al-Bayhaqi (w1066M), Imam Al-Ghazali (w1111M), Imam Abu Abdullah al-Hakim Nishapuri (w1012M), Imam alSarakhsi (w1096M), Imam al Taftazani (w1390M), dan lainnya.

Mereka adalah ulama mu’tabar yang menjadi rujukan dalam ilmu-ilmu keislaman dan telah menghasilkan kitab-kitab yang abadi hingga yaumil qiyamah.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Kegemilangan peradaban Islam ini akan tetapi alangkah malangnya harus berganti dengan peradaban yang menyimpang dari fitrah Islami yang digariskan Rasulullah  dan para Sahabatnya ra.

Peradaban menyimpang ini adalah peradaban aliran Imam dua belas yang sangat kelam dan gelap. Inilah dinasti yang menurut Mustafa dikenal sebagai nama Dinasti Safawiyah yang berlangsung dari tahun 1501 hingga 1722.

Prof. K.H. Ali Mustafa Yaqub menjelaskan bagaimana Raja dari Dinasti Safawiyah ketika mulai berkuasa mengumumkan sumpahnya untuk menyebarkan akidah syiah ini ke seluruh penjuru dunia dan melakukan syiahisasi besar-besaran dengan membasmi dan membunuhi orang-orang ahli sunnah.

Berbasis di Iran, sang Raja dinasti ini bersumpah menyebarkan syiah ke negeri-negeri muslim di sekitarnya. Dimulai dari Iraq, Suriah, Lebanon, Bahrain, dan seterusnya.Negeri khatulistiwa dan negerinya para sunan-sunan tentulah tidak terkecuali.

Ali Musthafa Yaqub mengisahkan di tahun 1984 ketika berkunjung ke Teheran sudah ada sekitar 150 mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di negeri mullah dan penghalal mut’ah ini.

Sekarang menurutnya, sudah ada sekitar 3000 mahasiswa yang menuntut ilmu di negeri mullah ini.

Saat ditanya tentang pendekatan dan dialog antara syiah dan Ahlu Sunnah, Ali Musthafa Yaqub  mengatakan hal itu hanya pepesan kosong.

“Bagaimana mau berdialog kalau mereka mencaci maki para sahabat besar Abu Bakar Umar dan Utsman radhiyallahu ‘anhum…!” tegasnya.

Ia mengaku hingga saat ini tawaran mengunjungi negeri Syiah sudah berulang kali namun ia berulang kali pula menolak seraya mengatakan,”baik saya terima undangannya namun waktunya masih belum pas,” ujarnya yang mengaku baru saja menolak undangan Duta Besar Iran di Indonesia secara halus.

“Kalau seandainya seorang rakyat biasa Ali Mustafa Yaqub yang diundang ke Iran maka tentulah tidak besar dampaknya. Akan tetapi apabila seorang Imam Masjid Negara, Masjid Istiqlal diundang ke negeri mullah dan bertemu serta berpelukan dengan ulama-ulama Syiah di sana maka tentu tersebarlah fitnah diantara umat Islam,” ujarnya.*/kiriman Ady Chandra Effendy, Doha, Qatar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekolah Kedokteran Buang Potongan Tubuh Manusia, 8 Orang Ditangkap
Tulisan selanjutnya Inilah Kerugian Besar Zionis Selama Serangan Darat Menurut Al Qassam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?