Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jonathan Hewan Darat Hidup Tertua di Dunia Memasuki Usia 191 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Desember 2023 09:30 9:30 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Desember 2023 09:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Hewan darat tertua di dunia yang masih hidup saat ini, seekor kura-kura raksasa Seychelles bernama Jonathan, baru saja merayakan pertambahan usia yang ke-191 tahun.

Jonathan diperkirakan dilahirkan pada tahun 1832, sebelum ditemukannya prangko pos, telepon, dan kamera foto.

Jonathan bukan hanya hewan darat tertua yang masih hidup di dunia, tetapi ia juga merupakan chelonian tertua – hewan kelas reptil termasuk kura-kura, kura-kura, dan terrapin – yang pernah tercatat.

Hewan ikonik ini hidup selama perang saudara di Amerika Serikat, sebagian besar masa pemerintahan Ratu Victoria, kebangkitan dan kejatuhan Uni Soviet, dan dua perang dunia.

Namun kura-kura raksasa – yang telah tinggal di Pulau Saint Helena sejak tahun 1882 itu – menjalani semua episode kehidupannya dengan tenang.

Baca Juga

Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

Di St Helena, pulau vulkanik terpencil di bagian selatan Samudera Atlantik yang merupakan teritori Inggris, kura-kura jenis Seychelles giant tortoise (Aldabrachelys gigantea hololissa) itu dianggap sebagai harta berharga nasional, ditampilkan kepada publik dengan tarif satu koin lima pence uang lokal.

Dalam kondisi buta dan tidak memiliki indera penciuman, sekarang ini dia menghabiskan hari-harinya berkeliaran bebas di halaman rumah Gubernur St. Helena.

“Jonathan berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan semua indikasi yang ada saat ini membuat kami berharap dia akan mencapai abad ketiganya – jika memang dia belum mencapainya!” kata dokter hewan yang memantau kesehatannya, Joe Hollins, kepada Guinness World Records seperti dikutip Euronews (4/12/2023).

Usianya merupakan perkiraan, berdasarkan fakta bahwa ia sudah dewasa sepenuhnya (dan setidaknya berusia 50 tahun) ketika ia tiba di pulau itu pada tahun 1882.

“Orang sering menanyakan tanggal ulang tahun Jonathan kepada kami. Jawabannya adalah kami tidak tahu,” tulis situs web St. Helena Island.

Lebih lanjut situs web itu mengatakan, “Ada contoh sebelumnya untuk penetapan tanggal kelahiran secara sewenang-wenang seperti ini. [Contohnya] Umat ​​​​Kristen memperingati hari lahir Yesus pada tanggal 25 Desember, padahal tidak ada yang menunjukkan bukti bahwa ini adalah tanggal kelahirannya yang sebenarnya.”

Usia bukan halangan untuk menjalani hidup dengan semangat. Jonathan buktinya.

Dia menjadi sangat galak pada tahun 1980-an disebabkan kesepian. Setelah dipertemukan dengan temannya bernama Frederica pada tahun 1991 hidupnya menjadi lebih tenang. Sayang mereka tidak memiliki keturunan. Penyebabnya baru diketahui 26 tahun kemudian, Frederica adalah kura-kura jantan.

Menurut dokter hewan yang sudah lama merawatnya, ‘gairah seksual’ Jonathan masih bagus.

“[Dia] terlihat kerap berhubungan badan dengan Emma dan terkadang Fred. Hewan seringkali tidak terlalu sensitif terhadap gender!” kata Hollins.

“Meskipun kehilangan indera penciuman dan hampir buta karena katarak, nafsu makannya tetap tinggi,” kata Hollins kepada Guinness World Records, yang memantau pergerakan Jonathan dari waktu ke waktu.

“Dia masih diberi makan dengan tangan (disuapi) sepekan sekali dengan tambahan buah dan sayuran oleh tim kecil yang dibetuk khusus untuk mengurusnya. Ini tidak hanya untuk menambah kalori yang dibutuhkannya, tetapi juga memberikan pendorong penting bagi metabolismenya seperti vitamin, mineral, serta unsur kelumit.”

Sepanjang sejarah hidup yang diketahui tentangnya, Jonathan lebih tua dibandingkan senjata revolver, yang pertama kali dipatenkan oleh Samuel Colt pada tahun 1836. Senjata jenis ini dipakai pada banyak pertempuran selama Perang Saudara Amerika Serikat 1860-1864.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jonathankura-kura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Toyota Garap Bisnis Baterai Bekas di Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya Muslim Sejati Harus Tahu Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Berita
29 Juni 2026 17:12
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan

Terbaru

  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas

4 Juli 2026 09:52
Berita

Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”

3 Juli 2026 23:58
Berita

BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan

3 Juli 2026 22:30
Berita

DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

3 Juli 2026 21:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?