Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Muslim Sejati Harus Tahu Diri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Desember 2023 10:08 10:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Desember 2023 10:06
Bagikan
Bagikan

Seorang  Muslim,  harus  mengetahui  apa  makna  menjadi  Muslim,  perbuatan  apa  yan  harus  dilakukan, apa batasan dan tanggung  jawabnya, sehingga kita ada pembeda dengan orang kafir

Hidayatullah.com | ISLAM  adalah  karunia  terbesar  yang  Allah  SwT  karuniakan  kepada  umat  manusia.  Atas  karunia-Nya  ini  kita  sebagai  seorang  Muslim  memiliki  kewajiban  untuk  bersyukur  kepada-Nya,  dengan  menjadi  Muslim  yang  seutuhnya  lahir  dan  batin. 

Jika  kita  tidak  bersyukur  kepada-Nya  maka  sudah  dimaklumi  bahwa  adzab-Nya  setimpal  dengan  besarnya  karunia  yang  telah  ia  berikan.

Menjadi  seorang  Muslim  adalah   karunia  sekaligus  nikmat  terbesar  dari  Allah  yang  diberikan  kepada  kita. 

Seseorang  yang  telah  mendapatkan  nikmat  tersebut  berarti  dia  telah  mengikuti  satu-satunya  jalan  yang  diridhai  oleh  Allah  SwT,  dimana  jalan  tersebut  akan  mengantarkan  dirinya  menuju  kebahagiaan  abadi.  Allah  SwT  berfirman:

Baca Juga

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah
Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan

ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا ۚ

“Pada  hari  ini  telah  Kusempurnakan  untuk  kamu  agamamu,  dan  telah  Ku-cukupkan  nikmat-Ku,  dan  telah  Ku-ridhai  Islam  itu  jadi  agama  bagimu.”  (QS: Al-Maidah  [5]:  3)

Ayat  ini  merupakan  ayat  yang  langsung  ditujukan  kepada  kaum  Muslimin.  Ayat  ini  secara  konteks  historis  sebagaimana  diterangkan  oleh  Al-Baghawi  dalam  Ma`alimut  Tanzil  turun  pada  hari  Jumat  di  Arofah,  ketika  Rasulullah  ﷺ  melaksanakan  Haji  Wada,  atau  tepatnya  81  hari  menjelang  wafatnya  beliau  ﷺ.

Berkenaan  dengan  ayat  ini  Ath-Thabari  dalam  Jamiul  Bayan  an  Tawil  ayil  Quran  menjelaskan  bahwa  ayat  ini  maksudnya,  “Wahai  orang-orang  beriman,  hari  ini  Aku  (Allah)  menyempurnakan  kepada  kalian  kewajiban-kewajiban  dan  batasan-batasan  dari-Ku.”

“Juga  perintah-perintah  dan  larangan-larangan.  Juga  halal  dan  haram.  Juga  Aku  sempurnakan  wahyu  yang  Aku  turunkan  kepada  kalian  dalam  kitab-Ku.  Dan  Aku  sempurnakan  wahyu  yang  aku  turunkan  melalui  lisan  rasul-Ku.” 

“Dan  Aku  sempurnakan  dali-dalil  yang  menjadi  landasan  untuk  semua  perkara  yang  kalian  butuhkan.  aku  sempurnakan  semua  itu,  sehingga  tidak  butuh  kepada  tambahan  lagi  sejak  hari  ini.”

Besarnya  nikmat  Islam  akan  dirasakan  oleh  seseorang,  ketika  dia  melihat  bagaimana  keadaan  orang-orang  yang  tidak  mendapatkan  kenikmatan  ini.  Besarnya  nikmat  Islam  juga  akan  dirasakan  manakala  seseorang  mengetahui  janji  Allah  SwT  bagi  orang-orang  yang  mendapatkan  nikmat  ini  dan  ancaman-Nya  bagi  orang-orang  yang  tidak  mendapatkannya.

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَتَمَتَّعُوْنَ وَيَأْكُلُوْنَ كَمَا تَأْكُلُ الْاَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

“Orang-orang  kafir  bersenang-senang  (di  dunia)  dan  mereka  makan  seperti  makannya  binatang-binatang  dan  neraka  Jahannam  adalah  tempat  tinggal  mereka.”  (QS:Muhammad  [47]:  12).

Seorang  Muslim  adalah  orang  yang  menerima  Islam.  Yaitu  menerima  apa  yang  dibawa  oleh  Nabi  Muhammad  ﷺ  dan  secara  kosnsiten  mengaplikasikannya  dalam  kehidupan  baik  pribadi,  keluarga  maupun  masyarakat. 

Jika  tidak  demikian  maka  orang  tersebut  bukanlah  seorang  Muslim  yang  sesungguhnya. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt;

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

“Katakanlah:  sesungguhnya  sembahyangku,  ibadahku, hidupku  dan  matiku  hanyalah  untuk  Allah,  Tuhan  semesta  alam.”  (QS: Al-An`am  [6]:  162).

Untuk  menjadi  seorang  Muslim  yang  sesunnguhnya  maka  seseorang  harus  memiliki  pengetahuan  yang  mendalam  tentang  hakikat  Islam  dan  mengamalkannya  dalam  wujud  amal  shaleh. 

Sebab  seseorang  tidaklah  menjadi  Muslim  sejati  tanpa  mengetahui  makna  Islam,  karena  menjadi  Muslim  bukanlah  sekedar  pengakuan  ataupun  atas  dasar  keturunan  melainkan  berdasarkan  pengetahuan.  Dan  inilah  yang  menjadi  pembeda  antara  Muslim  dan  kafir.

Beda Kafir dan Muslim

Perbedaan  antara  Muslim  dan  kafir  adalah  pada  pengetahuannya.  Orang  kafir  tidak  memahami  hubungan  antara  Tuhan  dengan  manusia,  dan  manusia  dengan  Tuhan. 

Karena  tidak  mengetahui  kehendak  Tuhan,  orang  kafir  tidak  mengetahui  jalan  lurus  yang  harus  ditempuh  dalam  kehidupannya.  Sedangkan  seorang  Muslim  adalah  orang  yang  dengan  pengetahuannya  tunduk  patuh  kepada  Allah  SwT,  menjalankan  perintah-perintah-Nya  dan  menjauhi  segala  larangan-Nya.

فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ ࣖ

“Maka  ketahuilah,  bahwa  sesungguhnya  tidak  ada  tuhan  (yang  patut  disembah)  selain  Allah,  dan  mohonlah  ampunan  bagi  dosamu  dan  bagi  (dosa)  orang-orang  beriman,  laki-laki  dan  perempuan.”  (QS: Muhammad  [47]:  19)

Dalam  ayat  ini  Allah  SwT  mendahulukan  perintah  untuk  mengenal-Nya,  mengetahui  dan  meyakini  keesaan-Nya,  daripada  beristighfar  memohon  ampun  kepada-Nya.  Ini  dikarenakan  pengetahuan  tentang  Allah  SwT  merupakan  dasar  yang  paling  utama  dari  agama  Islam. 

Sesuatu  yang  sifatnya  dasar  sudah  semestinya  untuk  diutamakan.  Selain  itu,  tidak  mungkin  seorang  menaati  Tuhan  dan  beribadah  kepada-Nya  jika  dia  belum  meyakini  dan  mengetahui  keberadaan-Nya. 

Pentingnya  pengetahuan  tentang  Allah  SwT  ini  menunjukkan  bahwa  untuk  menjadi  seorang  Muslim  sejati  diperlukan  pengetahuan  kemudian  diikuti  dengan  amal  perbuatan.  Dan  inilah  yang  juga diteladankan  Nabi  Ibrahim  AS  dalam  salah  satu  doanya:

رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ

“Ya  Tuhanku,  berikanlah  kepadaku  ilmu  (pengetahuan)  dan  masukkanlah  aku  ke  dalam  golongan  orang-orang  yang  shaleh. “ (QS: Asy-Syuara  [26]:  83).  

Nabi  Ibrahim  AS  dalam  doanya  memohon  agar  diberi  pengetahuan  terlebih  dahulu.  setelah  itu  memohon  agar  dimasukkan  ke  dalam  golongan  orang-orang  shaleh. 

Nabi  Ibrahim  AS  dilahirkan  dari  keluarga  penyembah  berhala,  namun  dengan  kecerdasan  akal  dan  pengetahuannya  dia  menyembah  Allah  SwT,  mentaati  perintah-perintah-Nya  dan  menjauhi  segala  larangan-Nya.  Maka  Allah  pun  menjadikan  beliau  sebagai  imam  bagi  seluruh  umat.

وَإِذِ ٱبْتَلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَٰتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّى جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى ٱلظَّٰلِمِينَ

“Dan  (ingatlah),  ketika  Ibrahim  diuji  Tuhannya  dengan  beberapa  kalimat  (perintah  dan  larangan),  lalu  Ibrahim  menunaikannya.  Allah  berfirman:  “Sesungguhnya  Aku  akan  menjadikanmu  imam  bagi  seluruh  manusia.”  Ibrahim  berkata:  “(Dan  saya  mohon  juga)  dari  keturunanku.”  Allah  berfirman:  “Janji-Ku  (ini)  tidak  mengenai  orang-orang  yang  dzalim.”  (QS:Al-Baqarah  [2]:  124).

Dari  sini  jelaslah  bahwa  untuk  menjadi  Muslim  sejati,  hal  yang  paling  penting  adalah  pengetahuan,  yaitu  pengetahuan  tentang  Islam. 

Seorang  Muslim  dewasa  maupun  anak-anak,  harus  mengetahui  apa  makna  menjadi  Muslim,  perbuatan  apa  yan  harus  dilakukan  untuk  menjadi  Muslim  sejati,  apa  tanggung  jawab  yang  diembannya,  dan  apa  batasan-batasan  yang  diberikan  Islam  yang  mengkarakteristikkan  seorang  tetap  disebut  sebagai  seorang  Muslim  dan  apa  yang  mencirikhaskan  seseorang  bukan  seorang  Muslim.*/Suko  Wahyudi, aktivis  Masjid  Timuran  Kota  Yogyakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:batasan muslim. muslim dan kafirHeadlineMuslim sejatiPilihan Redaksitanggung  jawab Muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jonathan Hewan Darat Hidup Tertua di Dunia Memasuki Usia 191 Tahun
Tulisan selanjutnya Pria Muslim Setengah Buta Dipukuli, Dipaksa Mengatakan ‘Hidup Dewa Rama’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Hikmah

Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba

5 Mei 2026 11:04
Jendela Keluarga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?

26 April 2026 14:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?