Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

27 Agen Rahasia Terlibat Skandal Abu Ghraib

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2004 09:44 9:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Agustus 2004 09:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–“Tak ada satu alasan yang dapat menjelaskan mengapa penyiksaan di Abu Ghraib terjadi,” demikian disampaikan laporan penyelidikan secara tertulis itu.

Menurut laporan itu, “Kemungkinan yang paling besar adalah adanya penyimpangan dalam cara penanganan tawanan dari tak berperikemanusiaan hingga ke hal yang sadistis dilakukan oleh sekelompok kecil personil militer serta staf sipil yang diakibatkan oleh kurangnya disiplin dari atasan hingga bawahan, termasuk tentara anggota pasukan brigade 205 (dinas rahasia) dan kurangnya atau kegagalan para pemimpin pasukan AS di Iraq.”

Laporan ini juga menulis, “Sebagian besar, jadi tidak keseluruhan, dari sejumlah pelanggaran berupa tindakan kekerasan dan kejahatan seksual dari kegiatan interogasi yang terjadwal itu tidak terfokuspada perorangan tertentu dengan tujuan kepentingan rahasia negara.”

Hal itulah yang terjadi pada skandal yang terungkap melalui hasil jepretan kamera yang muncul April lalu yang memperlihatkan tawanan Iraq dicambuk dalam keadaan telanjang bulat dan diperintahkan untuk membentuk susunan piramid manusia dan dalam keadaan tertutup mata dan tanpa busana mereka menerima sengatan listrik di penjara Abu Ghraib.

Laporan tersebut bertentangan dengan keterangan yang diperoleh dari tujuh orang personil militer yang diajukan ke depan sidang pengadilan yang mengatakan para perwira telah memerintahkan mereka untuk “bersikap lunak” terhadap tawanan sebelum melakukan interogasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan tersebut juga mengungkapkan peran personil brigade 205 yaitu unit pasukan dinas rahasia di mana 27 anggotanya termasuk empat staf sipil.

Tiga orang lainnya anggota satuan polisi militer dikatakan ikut serta dalam proses penyiksaan dan dua orang lainnya yang tidak berusaha untuk menghentikan penyiksaan sama halnya dengan dua staf medis. Pelaku penyiksaan terrhadap tawanan Irakq dapat menghadapi ancaman hukuman hukuman kriminal atau administratif.

Pelecehan terhadap tawanan Iraq di penjara Abu Graib tak jarang menyebabkan bentuk penyiksaan fisik demikian dikatakan seorang jendral yang menulis laporan tersebut. “Dalam sejumlah kasus terjadi penyiksaan fisik,” kata Jenderal George Fay kepada pers.

Laporan militer itu berisi keterangan 44 kasus pelecehan yang terjadi antara Juli 2003 hingga Februari 2004 termasuk salah satunya yang menyebabkan meninggalnya seoranng tawanan.

Selain itu juga diungkapkan, pihak militer AS menahan secara sembunyi-sembunyi 8 anggota Komite Internasional Palang Merah yang jelas merupakan pelanggaran atas konvensi Jenewa.

Dikeluarkannya laporan hasil penyelidikan hanya berselang satu hari setelah satu komite independen juga mengeluarkan laporan yang mengungkapkan mengenai kegagalan kepemimpinan tingkat atas Pentagon yang disumbangkan kepada lingkungan yang dalam suasan rusuh di mana para tawanan di perlakukan secara tak sewajarnya.

“Panel pita biru” yang diketuai mantan menteri Pertahanan James Schlesinger itu mengatakan dan mengecam kekurangan para kepala staf Angkatan di Iraq yang berujung kepada pelcehan dan penyiksaan di penjara Abu Ghraib.

Jendral Paul Kern yang menyerahkan laporan Fay mengatakan bahwa 23 anggota militer dan empat orang staf sipil bekerja di bawah kontrak ikatan kerja.

Kolonel Thomas Pappas komando dari brigade 205 adalah perwira paling tinggi pangkatnya yang kasusnya dikategorikan sebagai kasus pelanggaran disiplin.

Kern yang menyatakan dirinya menyesali terjadinya penyiksaan dan pelecehan mengatakan selain mereka para pelaku juga ada sebagian pihak yang mengetahui kejadian tersebut namun tidak melakukan apapun.

Dia mengatakan laporan tersebut berisi daftar dari 9 ribu dokumen dan melakukan wawancara dengan 170 orang selama melakukan kunjungan sebanyak delapan kali ke Iraq.

Laporan tersebut memfokuskan pada tanggung jawab militer, dinas rahasia dan polisi militer sebagian besar muncul dalam hasil bidikan kamera yang mengungkap skandal pelecehan tersebut.

Seorang perwira tinggi Angkatan Darat berbicara dalam kondisi dirahasiakan identitasnya mengatakan sebagian besar foto-foto yang kini terkenal itu tak ada kaitannya dengan interogasi dinas kerahasiaan. (Ant)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Resmi Dukung SBY-Kalla
Tulisan selanjutnya Agen Israel bobol Rahasia Pemerintahan AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?