Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ada yang Berupaya Membungkam Suara Pro-Rohingya

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Januari 2024 14:06 2:06 pm
Ahmad
Dipublikasikan 7 Januari 2024 14:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jika dulu pembungkaman suara identik dengan unjuk rasa yang terjadi di dunia nyata, kini fenomena itu meluas ke dunia maya. Salah satu yang mudah terlihat adalah postingan yang sering di-banned oleh Instagram.

Menurut keterangan resmi yang diberikan oleh Instagram kepada mereka yang mengalami hal tersebut, biasanya karena suatu postingan melanggar aturan komunitas.

Akan tetapi, aturan komunitas tersebut seringkali bias makna atau standar ganda. Sebuah isu yang dianggap penting untuk dibicarakan oleh sekelompok orang dapat dianggap terlarang oleh kelompok yang lain.

Sementara itu, berbagai bentuk propaganda dan hoax justru dibiarkan menyebar luas begitu saja. Di antaranya yang sering menjadi korban adalah  pembungkapan terhadap suara Palestina dan kini, isu Rohingya.

“Isu ini viral secara tiba-tiba, dibesarkan oleh influencer yang minim literasi, dan dimakan mentah-mentah oleh netizen,” ujar Akmal, Kepala Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat Sabtu (06/01/2024) silam.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Akibat lemahnya literasi masyarakat, isu tersebut semakin liar dan berdampak negatif. “Banyak hal lahir dari kebencian yang ditimbulkan oleh isu tidak berdasar ini. Mulai dari munculnya dukungan untuk melakukan pengusiran yang kemudian akhirnya dieksekusi oleh sejumlah oknum yang mengaku mahasiswa hingga munculnya para pengidap xenophobia, rasisme dan ultranasionalis dadakan,” ujar Akmal lagi.

Akmal adalah salah satu korban pembungkaman. Salah satu postingan di akun pribadinya (@malakmalakmal) yang diberi judul “Herzl Pasti Bangga” diturun-naikkan hingga tiga kali oleh Instagram.

Postingan tertanggal 29 Desember 2023 ini mengeluhkan minimnya literasi netizen yang menyebabkan mereka mudah terprovokasi untuk membenci Rohingya.

Dalam postingan itu, Akmal ‘menyentil’ logika netizen yang begitu mudah percaya bahwa orang-orang Rohingya akan menjajah Indonesia sebagaimana para imigran Yahudi dahulu mendirikan negaranya sendiri di atas tanah Palestina.

“Para pecandu konspirasi ikut meramaikan suasana. Orang Rohingya disamakan dengan zionis yang menjajah negeri yang menampungnya, padahal tak ada yang setia menyuplai mereka dengan propaganda dan senjata seperti Arthur Balfour yang berkomitmen dengan mengatasnamakan Inggris dahulu,” tulis Akmal.

Diturunkannya postingan tersebut hingga berulang kali pada akhirnya menimbulkan spekulasi bahwa ada kekuatan di belakang layar yang sengaja melakukan pembungkaman.

“Berulang kali postingan saya yang satu itu diturunkan, dengan tuduhan melanggar aturan komunitas. Tapi setiap kali hal itu terjadi, saya melawan dengan meminta Instagram melakukan review, dan pada akhirnya postingan itu dikembalikan lagi. Nampaknya ada pihak-pihak yang sengaja beramai-ramai melaporkan postingan tersebut kepada Instagram supaya diturunkan, meskipun sebenarnya tidak ada pelanggaran apa-apa. Kalau sudah begini, jelas ada kekuatan tak terlihat yang sedang bermain,” tandas Akmal.

Harapan nampaknya masih belum dapat dicapai dalam waktu dekat. Media sosial, sebagaimana media lainnya, nampaknya juga memiliki kepentingan. Hal ini menunjukkan bahwa netizen harus semakin cerdas, keras, dan kreatif dalam menyuarakan kebenaran. */kiriman SPI   

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:RohingyaSekolah Pemikiran IslamSPI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden dan Para Pejabat Tinggi Amerika Tidak Tahu Bos Pentagon Masuk Rumah Sakit
Tulisan selanjutnya Pasukan Komando AL India Membebaskan Pelaut yang Disandera Bajak Laut Somalia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?