Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

ITJ: Para Influencer Ikut Bertanggujawab atas Kasus Rohingya

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 19 Januari 2024 11:39 11:39 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 19 Januari 2024 10:39
Bagikan
Randy Iqbal, Koordinator Pusat (Korpus) ITJ.
Bagikan

Hidayatullah.com—Para influencer yang kerap menyuarakan sikap anti-Rohingya terbukti telah menyebarkan hoaks, dan mereka wajib bertanggung jawab.

Dalam akun resmi Instagram-nya @tanpajil pada hari Selasa (16/01/2024), Komunitas #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) mengunggah ulang liputan Metro TV yang membeberkan fakta seputar kasus pengrusakan Rumah Susun Taman Sidoarjo.

Kerusakan tersebut rupanya bukan disebabkan oleh pengungsi etnis Rohingya, sebagaimana yang dituduhkan oleh influencer TikTok dengan nama akun @hamzali_abredinezad.

“Warga Rohingya kembali membuat masalah dan kali ini mereka merusak Rumah Susun Taman Sidoarjo,” demikian ucapan konten kreator yang memiliki followers lebih dari 2 juta tersebut pada salah satu unggahannya.

Belakangan, terungkap fakta bahwa rumah susun tersebut hanya dihuni oleh lima orang pengungsi asal Rohingya dari total keseluruhan pengungsi sebanyak 297 orang.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Berdasarkan hasil penyelidikan, pengrusakan yang terjadi dilakukan oleh sekitar 30 orang pengungsi asal wilayah lain. Rumah susun tersebut memang diketahui menampung pengungsi dari berbagai daerah konflik, seperti Afghanistan, Sudan, Suriah, Iraq, dan Somalia.

Keributan di Sidoarjo ditengarai telah dipicu oleh masalah padamnya listrik, ditambah lagi kondisi psikologis para pengungsi yang kurang baik karena tak kunjung mendapatkan suaka setelah sekian lama.

Mereka mendiami tempat tersebut selama bertahun-tahun tanpa hak bekerja, sebab Indonesia tidak meratifikasi konvensi PBB soal pengungsi.

Maraknya hoaks yang disebarkan oleh influencer yang memiliki banyak pengikut adalah sebuahf fenomena yang sangat membahayakan umat Muslim di Tanah Air. Untuk itu, ITJ mengajak para pengikutnya untuk bersikap bijak dalam menerima berita.

“Akhir-akhir ini, semakin banyak framing negatif yang bersileweran di media sosial yang memberitakan tentang Rohingya,” ungkap Koordinator Pusat #IndonesiaTanpaJIL (ITJ), Randy Iqbal, dalam wawancara yang dilakukan melalui aplikasi Whatsapp pada Selasa (16/01).

Randy menyatakan keprihatinannya terhadap kasus Rohingya yang sedang ramai diperbincangkan warganet.

“Pertama, pendapat kami tetap seperti suara umat dan ulama pada tahun-tahun sebelumnya tatkala warga Rohingya singgah, yakni membantu dengan tulus ikhlas atas nama Ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Menurut Randy, umat Muslim Indonesia memang sudah semestinya menawarkan bantuan sesuai kemampuan kepada warga Rohingya, karena alasan kemanusiaan.

“Mereka (warga Rohingya) terzalimi di tanah kelahirannya di Arakan, Myanmar. Sejak abad ke-8 mereka telah menempati wilayah itu. Tetapi mirisnya, Junta Militer Myanmar-lah yang secara keji melakukan penghapusan etnis Rohingya,” ungkapnya lagi.

Akun resmi Instagram ITJ Pusat (@tanpajil) juga telah beberapa kali memposting konten yang menyatakan keprihatinan terhadap isu Rohingya. Salah satunya adalah pernyataan yang dilontarkan oleh salah seorang pegiat ITJ yang juga merupakan Kepala Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat, Akmal Sjafril. Dalam postingan tertanggal 30 Desember 2023 itu, akun @tanpajil mengutip kata-kata Akmal yang mengatakan bahwa “…kita tahu sendiri bahwa para influencer ini bukan intelektual. Mereka sudah terbiasa mengendarai isu-isu yang viral. Tapi, sikap mereka bisa memberikan konsekuensi yang serius dalam masalah Rohingya.”

Menurut Akmal, yang paling bertanggungjawab atas provokasi ini adalah para influencer yang tidak melakukan cek dan ricek terlebih dahulu. Pernyataan ini bersesuaian dengan pandangan Randy Iqbal yang berupaya menjelaskan sikap ITJ terhadap penyebaran fitnah tersebut.

“Mari kita selesaikan masalah etnis Rohingya bersama-sama, karena penolakan dan pengusiran adalah tindakan yang tidak memanusiakan manusia. Para influencer yang menjadi sumber awal penyebaran propaganda keliru ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandas Randy.*/ kiriman ITJ Media Center

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden ‘Israel’: Normalisasi Hubungan dengan Saudi Jadi Bagian Penting untuk Akhiri Perang
Tulisan selanjutnya Ponpes Lirboyo Luncurkan Outlet Baru Usaha Roti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan

Berita
30 Juni 2026 19:51
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?