Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Tidak Perlu Terlena dengan Pujian

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Mei 2024 15:38 3:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Mei 2024 16:00
Bagikan
Bagikan

Jangan tertipu pujian manusia dan jangan bersedih dengan cercaan mereka

Hidayatullah.com | KEHIDUPAN tak lepas dari penilaian mausia. Sebagian orang menganggap kita sebagai orang yang bertakwa, sebagian memandang kita pendosa dan ada pula yang melihat dengan pandangan sebelah mata.

Banyak di antara kita sering terlena oleh pujian. Bahkan, banyak di antaranya yang akan merasa sangat tidak dihargai jika hasil pekerjaan atau pengorbanan yang telah kita lakukan.

Padahal, jika kita mau mengambil pelajaran dan merenungkannya, sungguh pujian ini sangat membahayakan.

Mengenai Pujian

Baca Juga

KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

Pujian sering diberikan kepada kerabat dekat, teman, maupun orang yang mereka kagumi. Namun, sering kali pujian tersebut akan mengakibatkan seseorang yang dipuji merasa tinggi hati dan terlena dengan pujian yang diterimanya.

Kita lupa dengan maha pencipta sehingga membuat hati keras dan terlalu menginginkan dunia. Seseorang yang mendapat pujian lebih mudah jatuh daripada seseorang yang mendapat celaan dari orang lain.

Ibnu ‘Ajibah mengatakan; “Janganlah engkau tertipu dengan pujian orang lain yang menghampirimu. Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu kecuali yang nampak saja bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang mengetahui isi hatimu.”

Ya, pujian memang bisa menjadi ancaman bagi diri kita sendiri. Terkadang kita hanya disibukan dengan urusan dunia demi mengejar sebuah pujian dari orang-orang disekitar. Padahal pujian yang kita dapat belum tentu sesuai dengan apa yang ada dalam diri kita sendiri.

Bahkan pujian yang diterima dapat menjauhkan diri kita dari Dia, sang maha mengetahui segalanya.

Jangan Sibuk Menilai Manusia
Kita selalu diajarkan bahwa tidak ada pujian yang berarti selain pujian Allah. Dan tidak ada celaan yang berarti, selain dari celaan Allah. Karna Dia-lah Dzat yang mengetahui kondisi hamba-Nya lahir batin.

“Allah ﷻ berfirman :

فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ التَّقَى ( النجم : ٣٢ )

“Janganlah kalian memuji-muji diri kalian sendiri,karena DIA-lah yang paling tahu siapa yang bertaqwa.”  (QS: An-Najm:32)

Sebagai seorang mukmin, kita harus pandai menjaga serta memperhatikan kondisi batin ketimbang harus sibuk dengan penilain makhluk.

Harus kita sadari, manusia itu terbatas dan tentu hanya menilai berdasarkan apa yang dilihatnya, sedangkan masalah amalan hati(batin),manusia tidak punya kemampuan untuk menilai itu.

Karena itu jangan tertipu dengan pujian manusia. Jangan pula bersedih dengan cercaan mereka. Tidak ada yang mengetahui hubungan kita dengan Allah kecuali diri kita sendiri. Bukanlah Allah berfirman,

بَلِ الْإِنْسَانِ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيْرَةٌ ( القيامة : ١٤ )

“Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri.” (QS: Al-Qiyamah:14)

Doa Ketika Dipuji

Ketika ada pujian, sangat dianjurkan untuk menganggap pujian itu muncul lebih karena ketidaktahuannya tentang sisi kejelekan diri sendiri. Rasulullah ﷺ dalam menanggapi pujian, berdoa;

اللّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُوْلُوْنَ، وَاغْفِرلِي مَالاَ يَعْلَمُوْنَ وَجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّوْن

“YA ALLAH, jangan engkau menghukumku di sebabkan pujian yang dia ucapkan, ampunilah aku, atas kekurangan yang tidak mereka ketahui.dan jadikan aku lebih baik dari pada penilaian yang mereka berikan untuk ku.” (HR Bukhari).

Semoga Allah ﷻ senantiasa melindungi dan membimbing kita dari penyakit hati yang mana bisa merusak seluruh pahala kebaikan yang selama ini telah kita lakukan. Wallahu a’alam bish shawab.*/ Nur Hafidzatul Jannah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cercaanHeadlinePilihan Redaksipujian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Cianjur Ini Menanggung Malu setelah Tahu ‘Istrinya’ Pria Tulen
Tulisan selanjutnya Remaja Amerika Ini Rela Berjalan Kaki Tiga Jam ke Masjid untuk Belajar Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Iptekes

Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru

Iptekes
3 Oktober 2026 07:44
Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya
Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Kajian

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

22 Agustus 2026 11:43
Kajian

Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

22 Agustus 2026 10:58
Sejarah

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

17 Agustus 2026 07:05
Kajian

Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an

8 Agustus 2026 07:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?