Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Belut Panggang Jepang Semakin Terjangkau dengan Akuakultur Terbaru

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Juli 2024 21:01 9:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juli 2024 20:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Hidangan populer belut panggang diharapkan akan semakin terjangkau harganya dan mudah didapat dengan ditemukannya teknik akuakultur terbaru.

Badan Perikanan Jepang mengumumkan pada hari Kamis 4 Juni 2024 bahwa pihaknya telah mengalami kemajuan signifikan dalam teknologi penetasan telur belut, dengan produksi tahunan 40.000 sampai 50.000 belut remaja.

Konsumsi tahunan belut di Jepang diperkirakan sekitar 100 juta ekor, dan Badan Perikanan mengatakan mereka tidak lama lagi akan dapat melakukan penetasan buatan telur belut dalam skala komersial.

Target mereka semua belut remaja yang dipasok ke petani merupakan hasil penetasan buatan pada 2050.

Temuan terbaru ini dapat menekan secara signifikan biaya produksi. Penetasan dan pembesaran setiap ekor belut remaja siap untuk dibudidayakan saat ini membutuhkan biaya sekitar 1.800 yen ($11), turun drastis dari 40.000 yen pada tahun fiskal 2016.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Namun, biaya itu masih jauh lebih tinggi dibandingkan harga belut liar yang berharga sekitar 500-600 yen per ekor.

Badan Perikanan berharap nantinya biaya produksi bisa ditekan di bawah 1.000 yen, dengan penggunaan alat pakan dan perlengkapan otomatis lainnya.

Meskipun sebagian besar belut yang dikonsumsi di Jepang merupakan hasil akuakultur, prosesnya dimulai dengan penangkapan belut remaja liar. Menetaskan telur belut, berdasarkan pengalaman sepanjang sejarah, terbukti sangat sulit dilakukan.

Masalahnya, hasil tangkapan belut remaja liar di Jepang juga terus menurun, sehingga setengah dari kebutuhan mengandalkan impor, terutama dari Hong Kong.

Sejak 1990-an, Badan Perikanan Jepang berusaha membudidayakan belut mulai dari penetasan telur. Hasil kerja keras mereka memperoleh kesuksesan pertama di tahun 2002.

Meskipun belut populer di kalangan masyarakat, hanya sedikit pengetahuan yang dimiliki oleh manusia tentang kebiasaan dan biologi dari hewan air itu, terutama di tahap-tahap awal kehidupan mereka.

Belut yang dikonsumsi di Jepang diduga berasal dari telur belut yang menetas di kawasan perairan sekitar Mariana Trench di Pasifik bagian barat, sekitar 2.000 kilometer jauhnya.

Terombang-ambing arus laut Kuroshio Current selama kira-kira 170 hari, barulah mereka mencapai Jepang dan perairan di sekitarnya, di mana belut remaja liar ditangkap oleh nelayan untuk kemudian dibudidayakan.

Meskipun mereka terbawa arus yang jauh dari kawasan Pasifik, belut remaja panjangnya hanya sekitar 6 cm dengan berat 0,2 gram saja ketika ditangkap atau jauh dari ukuran layak konsumsi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:belutJepang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rumah Sakit di Filipina Tempat Buronan Kriminal Ganti Wajah
Tulisan selanjutnya Brasil Meratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Otoritas Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?