Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

7 Tahun Sembunyikan Keimanan, Sampai Harus Sholat di Kamar Mandi dan Gereja

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 Juli 2024 13:22 1:22 pm
Ahmad
Dipublikasikan 26 Juli 2024 13:21
Bagikan
Nur Ain (kiri)
Bagikan

Guna menjaga keimanan, Nur Ain harus menyembunyikan keislaman selama 7 tahun dan terpaksa sholat di kamar mandi dan gereja

Hidayatullah.com—Keimanan adalah barang mahal bagi semua orang. Ini pula yang dilakukan Nur Ain. Lebih memilih meninggalkan kuil dan jatuh dalam pelukan Islam, sampai ia terpaksa sholat di kamar mandi dan gereja.

“Setelah memeluk Islam, saya selalu mencari cara untuk sholat bahkan di gereja,”  demikian diungkapkan, Nur Ain Sumaiyah Valaitham, 27 tahun, tentang kisah awal masuk Islam.

Nur Ain mengaku, awal mula mengenal Islam di rumah temannya. Gadis ini aktif menimba ilmu ini sering mendengar ceramah agama di kampus untuk memahami apa itu Islam.

Bahkan, Nur Ain juga kerap berselancar di YouTube untuk mencari ilmu agama dan mengikuti para dai-dai ternama.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

“Saya masuk Islam ketika saya berumur 18 tahun, yaitu pada tahun 2010 di Kantor Agama Ipoh, Departemen Agama Islam Perak (Malaysia). Saat itu saya bahkan tidak memikirkan penerimaan keluarga,” ujarnya mengenang.

Bahkan ketika telah yakin dengan Islam, ia terpaksa harus merahasiakan keimanannya dari keluarga besarnya.

“Saya merahasiakan masuk Islam saya selama tujuh tahun, baru pada tahun 2017 saya ceritakan kepada keluarga,” ujarnya dikutip Berita Harian.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan dalam beribadah, namun hal tersebut tidak menjadi alasan untuk meninggalkan keimanannya.

“Tapi saya yakin semua ada hikmahnya, itu pun tidak membuat saya ingin kembali ke agama asal saya, Hindu. Saya melihatnya sebagai sebuah keindahan, meski ada tantangannya tapi saya yakin dengan pilihan saya.”

Apakah tidak ada penolakan dari keluarga? Tentu saja muncul penolakan.

Di antaranya adalah menghadapi keluarganya, yang sebagaian adalah pemeluk Kristen. Saat itu dia tetap bertekad, bagaimana cara tetap bisa sholat meski di areal gereja.

“Saat itu salah satu keluarga saya yang beragama Kristen mengadakan upacara di gereja, karena sudah waktunya sholat, saya harus mencari tempat yang tenang di gereja untuk berdoa,” ujarnya.

Itulah salah satu pengalaman Nur Ain Sumaiyah tentang tantangan yang harus ia sembunyikan selama tujuh tahun memeluk Islam dari keluarganya.

Iya yakin semua ada hikmahnya. Ketetapan hatinya telah membuat dirinya tidak akan kembali ke agama asalnya, Hindu. “Saya melihatnya (Islam, red) sebagai sebuah keindahan, meski ada tantangannya tapi saya yakin dengan pilihan saya.”

Kini, dia merakan dengan mengadu kepada Allah Swt, menjadikan kekuatanya bertambah. “Saya berdoa dan sholat karena itulah kekuatan saya. Saya tahu Allah swt akan membantu saya dan dengan sholat saya ungkapkan segala persoalan saya,” ujarnya.

Ia mengaku bersyukur memilih teman dan dosen yang pengertian. “Mereka banyak mendukung saya ketika saya dalam keadaan sulit,” ujarnya baru-baru ini  kepada BH Online.  

Alhamdulillah, kini, lambat laun,  perjuangan keimanannya telah diterima pihak keluarga.

Mendengarkan Cerita Sirah

Nur Ain mengaku, sebelum Islam, dia beragama Hindu. Meski dulunya penganut Hindu taat, namun setiap hari, dia hidup di lingkunan etnis Melayu-Muslim. Tentu saja tradisi Islam sudah dia lihat setiap harinya.

“Saya mengenal Islam sejak kecil karena saya besar dikelilingi oleh orang Melayu. Saya mempelajari agama ini lebih banyak ketika saya berusia delapan tahun,” ujarnya.

Hal ini mengharusnya banyak bergaul dengan teman dan sahabat orang Islam.Bahkan ketika dia sekolah, Nur Ain adalah satu-satunya murid yang Hindu.

Nur Ain (kiri) dalam sebuah acara

Hal ini membuatnya kesulitan mengikuti kelas khusus pendidikan Hindu. Akibatanya, ia sering mengikuti kelas mata pelajaran Pendidikan Agama Islam karena tidak ada guru yang menggantikan mata pelajaran moral (Hindu).

Dari situlah dia kerap mendengar kisah-kisah kehidupan Baginda Nabi Muhammad ﷺ. “Saya sangat suka mendengar kisah Sirah, keagungan Nabi Muhammad ﷺ. Hal itu membuatku merasa tercengang,” ujarnya.

Kisah Baginda Nabi Muhammad ﷺ baginya telah membuatnya kagum. Apalagi kisah perjalanan hidup Baginda yang cukup menantang dan tidak bisa dilalui oleh orang awam.

Awal keinginannya untuk belajar Islam adalah ketika ditawari untuk mengambil Tassawur Islam ketika dia duduk di bangku kelas 4 SD. Namun di situ, ada satu bab di buku teks yang sangat ia khawatirkan, yakni bab berjudul “Al-Quran Adalah Panduan Bagi Umat Islam”.

“Waktu itu saya kurang setuju dengan judulnya, tapi saya lihat teman-teman muslim saya tidak seperti itu,” jelas Nur Ain Sumaiyah membuka perbincangan.

Belajar Islam Hingga Akhir Hayat

Nur Ain juga menjelaskan bahwa dia beriman kepada Allah karena merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta. Inilah yang ia rasakan di agama barunya.

“Aspek ibadahnya pasti shalat lima waktu dan menurut saya lebih bermakna hidup di muka bumi ini jika membaca Al-Quran, Allah ingatkan akan kewajiban menjadi hamba Allah dan khalifah, jadi ada sebuah tanggung jawab yang harus dipenuhi bukan sekedar mencari kekayaan, hidup begitu saja dan mati,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, Islam juga telah memberinya arahan bahwa dunia adalah wadah untuk berbuat baik dan menyebarkan agama Allah agar bisa bertemu denganNya di akhirat, lanjut Nur Ain Sumaiyah.

Ditanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar tentang Islam. Nur Ain Sumaiyah menjelaskan, proses belajar dalam Islam sesungguhnya tidak pernah berhenti.

“Sampai saat ini saya masih belajar lebih banyak tentang Islam. Dari segi ibadah saja, alhamdulillah dalam dua tahun saya baru bisa lancar membaca Surat al-Fatihah dan berdoa. Namun saya masih belajar lebih dalam lagi, sehingga proses pembelajaran ini akan berlangsung hingga akhir hayat saya,” katanya.

“Saat ini pun aku merasa hidupku begitu indah, meski ada cobaan, tapi aku selalu yakin Allah selalu ada di setiap perjalananku. Bahkan ada yang mencela, mengejek, namun hati ini sangat tenang ketika mengingat Allah,” tambah dia.

Begitu cintanya pada Islam, ia kini melanjutkan studi S1 bisa Ilmu Islam agar bisa berusaha aktif dalam kegiatan dakwah kepada non-Muslim, khususnya untuk keluarganya.

“Kepada keluargaku, aku hanya menunjukkan dari perbuatanku saat ini. Aku berusaha mengamalkan Islam sebaik-baiknya dan tidak melanggar perintah Allah agar bisa terlihat perbedaan antara Islam dan non-Islam,” kata Nur Ain Sumaiyah.

Menjaga Sholat

Di antara kegiatan yang sering dilakukan dalam mendekatkan diri pada Islam, gadis ini menjelaskan bahwa dirinya selalu menjaga shalat. Nur mengaku menjaga amalan terutama menjaga waktu sholat, terutama Subuh.

“Saya, sangat menghargai waktu sholat karena sebelum masuknya Islam, sholat itu sangat menantang dan saya selalu mencari strategi agar saya bisa sholat, “ ujarnya.

“Bagiku doa dalam sholat adalah anugerah Alah. Hal lainnya, aku selalu mengikuti pertemuan di majelis ilmu dan banyak berdoa selama pertemuan ilmu tersebut agar Allah menerima amalanku,” katanya.

Baru di awal tahun ini, dirinya mengaku jatuh cintanya kepada Allah dan Al-Quran makin bertambah-tambah. Hal ini terjadi saat ia mengikuti ceramah “Surah Taddabur dalam Al-Qur’an”.

“MasyaAllah hebat cerita dan hikmah yang bisa diambil dari taddabur Al-Quran, “ ujar dia.

Carilah Ilmu dan Pelajari Islam

Kepada para mualaf dan bagi orang yang belum berani menyatakan keislaman, Nur Ain berpesan agar terus mencari ilmu dan mengenal Islam lebih dalam.

Menurutnya, orang masuk Islam biasnya karena berbagai alasa. Di antaranya karena pernikahan, karena teman, dan mendapat hidayah.

“Hal pertama yang bisa saya katakan adalah mereka perlu mencari ilmu dan belajar tentang Islam.”

Kedua, harus shalat dan terus shalat. Jangan beralasan mereka mualaf untuk tidak shalat, ujarnya yang awalnya mendapat tentangan keras dari keluarganya atas keputusannya memilih Islam.

Menurutnya, doa dan menjaga hubungan dengan Tuhan akan menjadi penyebab utama seseorang segera memeluk Islam.

“Pahamilah keluarga dan jangan membenci mereka. Bagi mualaf yang diusir oleh keluarganya, beri mereka (keluarga, red) waktu, usahakan tetap bersikap sopan kepada mereka.”

“Teruslah berdoa karena kita tahu Allah memegang hati manusia dan berdoalah agar keluarga kita dapat menerima kita kembali,” ujarnya yang sempat menginformasikan kepada kedua orang tuanya untuk masuk Islam pada tahun 2017.

Ia menambahkan, jika ada non-Muslim mengejek, Nur Ain mengatakan tidak semuanya perlu dijawab dan ditanggapi.

“Sindiran memang menyakitkan, tapi tidak semua dari kita harus menjawab. Beberapa hal butuh waktu, diam bukan berarti kita kalah karena suatu saat kita akan bisa membuktikan semua pertanyaan mereka,” kata dia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejaHeadlineHinduislamkeimananmasuk islammemeluk IslamNur AinPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dilarang Berhijab, Atlet Olimpiade Prancis Terpaksa Pakai Topi
Tulisan selanjutnya Mengenang ‘Yang Budiman’ Mbah Rustam: Dokumentator Sarekat Islam Malang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?