Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Beluga Terduga Mata-mata Hvaldimir Mati Ditembak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 September 2024 11:29 11:29 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 September 2024 11:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Hvaldimir, seekor paus beluga yang diduga mata-mata Rusia, yang ditemukan mati terapung di perairan Norwegia belum lama ini mati karena ditembak, klaim pata aktivis peduli binatang.

Bangkai Hvaldimir – panggilan publik untuk hewan tersebut – ditemukan mengambang di sebuah teluk di pesisir bagian barat daya Norwegia.

Kelompok hak asasi hewan mengatakan paus itu ditemukan dengan beberapa luka tembak dan dibunuh dalam suatu tindakan “kejahatan keji”.

“Kami akan menuntut keadilan bagi Hvaldimir,” kata pendiri One Whale, Regina Haug, lewat media sosial seperti dilansir BBC Rabu (4/9/2024).

One Whale didirikan untuk melacak beluga tersebut, yang menjadi terkenal setelah terlihat di perairan Norwegia lima tahun lalu.

Baca Juga

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Hvaldimir pertama kali mendekati kapal-kapal Norwegia pada bulan April 2019 di dekat Pulau Ingoya, sekitar 415 km (260 mil) dari Murmansk, tempat Armada Utara Rusia bermarkas.

Paus berwarna kulit pucat itu terlihat membawa kamera GoPro yang diikatkan pada tali pengikat yang bertuliskan “Peralatan St. Petersburg”, sehingga memicu spekulasi bahwa mamalia laut itu mungkin sedang terlibat dalam kegiatan spionase.

Penampakan itu menarik perhatian karena beluga sangat jarang terlihat jauh ke selatan dari perairan Arktik.

Beluga itu kemudian dikenal sebagai Hvaldimir, plesetan dari kata “hval” dalam bahasa Norwegia yang berarti paus dan nama depan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun, pada 1 September mamalia asal perairan Arktik itu ditemukan mengambang di lepas pantai dekat kota Risavika, dan kemudian dibawa ke pelabuhan terdekat untuk diperiksa.

Organisasi peduli kesejahteraan binatang NOAH dan One Whale mengatakan mereka telah mengajukan pengaduan kepada pihak kepolisian Norwegia untuk meminta mereka membuka penyelidikan kriminal.

“Dia memiliki banyak luka tembak di sekujur tubuhnya,” kata Haug dari One Whale melalui akun Instagram resminya setelah melihat bangkai Hvaldimir pada hari Senin.

Foto-foto yang diterbitkan oleh One Whale di media sosial menunjukkan apa yang mereka katakan sebagai luka tembak di tubuh Hvaldimir yang berdarah.

“Cedera yang dialami paus itu mengkhawatirkan dan tidak menutup kemungkinan merupakan tindak pidana – sungguh mengejutkan,” kata Direktur NOAH Siri Martinsen.

Namun menurut Marine Mind, organisasi yang menemukan mayat tersebut mengatakan “tidak ada hal yang dapat langsung menunjukkan penyebab kematiannya”.

“Kami melihat tanda-tanda bekas luka, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apa penyebab kematiannya,” kata Sebastian Strand, direktur Marine Mind, kepada para reporter.

Bangkai Hvaldimir diangkut ke cabang terdekat Institut Kedokteran Hewan Norwegia pada hari Senin (2/9/2024) untuk diautopsi.

Laporan hasil pemeriksaannya diharapkan akan keluar “dalam waktu tiga pekan”, kata juru bicara institut tersebut.

Diperkirakan berusia sekitar 15 tahun, Hvaldimir terkategori belum tua untuk seekor paus beluga yang umumnya dapat hidup hingga usia 60 tahun.

Marine Mind dan One Whale sejak dulu berselisih pendapat tentang cara melindungi Hvaldimir dari bahaya yang dihadapinya.

One Whale meminta agar Hvaldimir dipindahkan ke Laut Barents di Norwegia bagian utara – habitat yang lebih alami bagi paus beluga – guna mengurangi risiko bertabrakan dengan kapal.

But Marine Mind menentang gagasan tersebut, dengan alasan bahwa memindahkannya justru dapat membahayakan nyawanya.

Polisi mengatakan kepada media lokal bahwa mereka akan menyelidiki masalah ini “guna memastikan apakah ada motif yang masuk akal untuk memulai penyelidikan” atas kematian Hvaldimir.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hvaldimir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beijing Janji Beri Afrika Pinjaman Baru $51 Miliar
Tulisan selanjutnya Kepala Staf Mesir Tinjau Kesiapan Militer di Gaza dan Perbatasan Rafah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

5 Juni 2026 05:00
Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

4 Juni 2026 21:20
Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

4 Juni 2026 14:01
Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?