Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Beginilah Pemeliharaan Pemurniaan Al-Qur’an di Masa Nabi Muhammad ﷺ

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 November 2024 12:44 12:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 November 2024 13:00
Bagikan
Penghafal Al-Quran di Gaza
Bagikan

Rasulullah menganjurkan menjaga Al-Quran dengan mengajak umatnya menghafal ayat-ayat yang diturunkan dan mencatatnya

Oleh: Muhammad Fawwaz Aydin

Hidayatullah.com | PADA permulaan Islam bangsa Arab adalah satu negara yang buta huruf, sedikit diantara mereka yang pandai menulis dan membaca mereka belum mengenal kertas seperti yang dikenal sekarang.

Sebelumnya, mereka hanya menggunakan bahan-bahan alami untuk menulis seperti daun, kulit binatang, batu yang tipis licin, tulang binatang, dan pelapah kurma.

Setelah mereka menaklukkkan negeri Persia, yaitu sesudah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, barulah bangsa Arab mengenal kertas yang disebut kertas itu “kaghid”.

Baca Juga

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari
Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat
Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI
Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

Ketika Al-Qur’an dikumpulkan dimasa Khalifah Utsman bin Affan, belum ada istilah “Mushaf” hingga akhirya disepakati untuk menamainya sebagai “Al-Mushaf”, yang berarti kumpulan lembaran bertuliskan wahyu.

Meskipun bangsa Arab mayoritas tidak terampil menulis, mereka memiliki daya ingat yang kuat, terbiasa menghafal syair dan silsilah peristiwa sejarah. Sehingga banyak orang yang hafal Al-Qur’an.

Rasulullah menganjurkan dan memanfaatkan kemampuan ini untuk menjaga Al-Qur’an, dengan mengajak umatnya untuk menghafal ayat-ayat yang diturunkan dan mencatatnya.

Rasulullah juga mengatur urutan ayat-ayat yang turun dalam setiap surah dan melarang menulis penulisan hal lain selain Al-Qur’an agar kemurniannya terjaga.

Setiap kali turun wahyu dan diturunkan ayat ayat, Nabi mendorong para sahabat untuk menghafal dan menulis. Beliau menunjuk beberapa sahahat penulis untuk mencatat ayat-ayat, seperti Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib, dan Utsman bin Affan.

Dan Rasulullah menerangkan bagaimana ayat-ayat itu mesti disusun dalam suatu surah, oleh Rasulullah mengadakan peraturan, yaitu Al-Qur’an sajalah yang boleh dituliskan, selain dari Al-Qur’an itu, yakni hadis atau pelajaran yang mereka dengar mulut Rasulullah, dilarang menuliskannya.

Larangan ini ialah dengan maksud dengan maksud  supaya Al-Qur’an al-Karim itu terpelihara, jangan campur aduk dengan yang lain lain, yang juga didengar dari Rasulullah

Ada tiga cara utama pemeliharaan Al-Qur’an di masa Rasulullah: Melalui hafalan para sahabat, naskah yang ditulis khusus untuk Rasulullah dan  naskah yang ditulis oleh sahabat untuk pribadi mereka.

Rasulullah ﷺ mengajurkan supaya Al-Qur’an itu dihafal, selalu dibaca, dan diwajibkan membacanya dalam sholat. 

Dengan jalan demikian banyaklah orang yang hafal Al-Qur’an. Surah yang satu macam, dihafal oleh ribuan manusia, dan hafal sama sekalipun banyak, dalam pada itu tidak ada satu ayat pun yang tak dituliskan.

Kepandaian menulis dan membaca itu amat dihargai dan didorong oleh Rasulullah, Beliau bersabda yang artinya;

“Pada hari kiamat tinta (karya tulis) ulama ditimbang bersama tetesan darah syuhada. (Hasilnya lebih berat nilai tetsan tinta ulama sebagaimana riwayat lain),” (HR Ibnu Abdil Barr, Ibnun Najjar, Ibnul Jauzi, As-Syairazi, Al-Marhabi, dan Ad-Dailami).

 Pada Perang Badar, orang musyrikin yang ditawan oleh Rasulullah, bagi yang tidak mampu menembus dirinya dengan uang, tetapi pandai menulis dan membaca, masing-masingnya diharuskan mengajarkan sepuluh orang Muslim menulis dan membaca sebagai ganti tebusan.

Di dalam Al- Qur’an Firman Allah SWT, perintah membaca dan menulis dalam Surah Al-‘Alaq mengandung maksud agar manusia memiliki pengetahuan dan informasi serta di dalam melakukan aktivitas membaca, memahami, menelaah, mendalami, meneliti, menghimpun senantiasa mengingatkan akan kebesaran Allah swt. Agar kelak memperoleh keselamatan di dunia dan di akhirat.

Pengajaran atau pembelajaran yang diterima oleh Nabi Muhammad ﷺ hendaklah dijadikan teladan bagi umatnya agar memiliki keterampilan membaca sehingga  umat islam akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta membawa perubahan dan peradaban umat Islam.*

Penulis sarjana S1-Ekonomi Syariah, PTIQ JAKARTA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Quranmenghafal al-Quranmenjaga Al-Quranrasulullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puluhan Ribu Umat ​​Islam India Protes RUU Wakaf yang Bisa Merampas Tanah Muslim
Tulisan selanjutnya Kehadiran Mahakarya: Merayakan Perjuangan Syaikh Ahmad Surkati di Tengah Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaGhazwul Fikr

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

6 Mei 2026 12:55
Pustaka

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka

4 Mei 2026 11:13
Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Pustaka

Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah

22 April 2026 22:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?