Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Jihad Media, Dakwah Utama Ulama dan Ilmuwan Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Desember 2024 12:30 12:30 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Desember 2024 12:27
Bagikan
Bagikan

Ulama dan ilmuwan Muslim terdahulu menjadikan dunia tulis-menulis dan ‘jihad media’ sebagai salah satu dakwah utama selain mengajar

Daftar isi
  • Mengarang untuk Keturunan Bani Umayyah yang jadi Raja-Raja Andalusia
  • Meletakkan pena di tinta,  berdoa, kemudian wafat
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com | PARA ULAMA zaman dulu menghabiskan waktu untuk menulis. Mereka –para ulama dan ilmuwan Muslim— menjadikan jihad media sebagai salah satu dakwah utama.

Imam Ath-Thabari, Imam Al-Ghazali, Imam Nawawi, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qayyim, Imam Ibnu Al-Jauzy, Imam Ibnu Katsir, juga Imam Al-Qurthubi termasuk para ulama yang menghabiskan waktu untuk menulis.

Mereka dikenal dengan karya tulis hingga ribuan judul dan satu judulnya ada yang mencapai ratusan jilid buku. Imam Ath-Thabari, seorang ahli sejarah dan ahli tafsir terkemuka, membiasakan diri selama 40 tahun untuk menulis 40 lembar setiap hari.

Setelah kematiannya, murid-muridnya menghitung apa yang ditulisnya setiap hari. Ternyata sejak beliau berusia baligh sampai meninggalnya, terhitung kurang lebih 14 lembar yang beliau tulis setiap hari.

Baca Juga

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli

Abu Ishaq asy-Syairazi telah menulis 100 jilid buku. Imam Ibnu Taimiyah menyelesaikan setiap buku dalam waktu satu minggu. Beliau pernah menulis satu buku penuh dalam satu kali duduk. Dan bukunya telah dijadikan referensi oleh lebih dari 1000 penulis.

***

Ya’kub bin Yusuf bin Ma’gal bin Sinan An-Naisaburi. Dia adalah orang yang memiliki tulisan tangan yang sangat indah. Dia sudah menyalin banyak kitab dan mendapat manfaat darinya.  Dia wafat pada bulan Muharram 277 H.

Al-Qurthubi Al-Muntashir Billah, penguasa Andalusia, mengarang kitab dengan judul Syu’ara’ Bani Umayyah.  Dia menyempurnakan karangannya itu hingga akhirnya menjadi satu jilid kitab. (dalam Tarikh Al-Islam).

Al-Khathib menyebutkan bahwa dirinya menerima warisan sebesar 700 dinar. Semua uang itu, ia belanjakan untuk membeli kertas dalam sekali transaksi.

Sesudah itu, dalam waktu yang sangat lama, dia hanya berdiam di rumah untuk menulis hadits. Semoga Allah merahmatinya.

Harun An-Nahwi bercerita:

"Abu Ali Al-Qali tiba di Andalusia pada tahun 330 H. Dia hendak menemui Abdurrahman An-Nashir Lidinillah. Dia menghormatinya dan mengarang untuk puteranya Al-Hakam beberapa buah karangan. Dia menyebarluaskan ilmunya di sana. Dia mencari Kitab Sibawaih pada Ibnu Dastawaih Al-Farisi. Dalam pandangan Nahwu, dia cenderung pada pemikiran ulama Nahwu Bashrah.
Dia mendiktekan banyak hal dari hafalannya seperti kitab An-Nawadir dan Al-Amali yang melambungkan namanya serta kitab Al-Maqshur Wa Al-Mamdud. Di samping itu, dia juga mempunyai karangan dengan judul-judul Al-Ibil, Al-Khail dan Al-Bari' Fi Al-Lughah kurang lebih setebal 5000 halaman. Tidak ada orang seperti dirinya yang mengarang kitab dengan penguasaan materi dan informasi melimpah tetapi sayangnya tidak disempurnakan. Dia bersumpah setia pada Abdul Malik bin Marwan. ItulaH kenapa dia secara sengaja merapat ke raja-raja Andalusia yang notabenenya dari keturunan  Bani Umayyah. Dia begitu dihormati oleh mereka. Karya-karyanya sangat detail dan meyakinkan.” (dalam Tarikh al-Islam).  

Adalah Al-Qali, lengkapnya Ismail ibn Qasim bin Aidhun Abu Ali (901-967), menguasai  hampir seluruh aspek kajian bahasa. Dari gramatika, sastra, tata bahasa, serta dua ilmu baru, yakni filologi dan leksikografi atau teknik penyusunan kamus. Bahkan, namanya sejajar dengan nama besar ilmuwan lainnya dalam bidang tersebut.

Mengarang untuk Keturunan Bani Umayyah yang jadi Raja-Raja Andalusia

Abu Ali At-Tanukhi berkata, “Pengarang Kitab Al-Aghani, Abu Al-Faraj Al-Isfahani hafal banyak syair, lagu, berita, riwayat dan nasab dimana aku tidak menjumpai orang yang menghafal semua itu seperti dirinya,” katanya.

Ia adalah seorang ilmuan besar di masanya, dari beragam cabang ilmu seperti bahasa, fikih, sejarah, sejarah Rasulullah saw, lughat dan ahli otak dan anatomi tubuh.

“Selain itu, dia juga hafal ilmu-ilmu yang lain. Seperti ilmu Lughah, ilmu Nahwu, ilmu perang dan IImu sejarah. Dia mempunyai banyak sekali karangan. Dia berhasil menyusun banyak kitab tentang Bani Umayyah yang menjadi raja-raja Andalusia. Dia membawa karyanya itu ke hadapan mereka secara diam-diam dan mendapatkan imbalan besar secara rahasia,” kata Abu Ali At-Tanukhi.

Di antara karangannya adalah Nasab Bani Abdi Syams, Ayyam Al-Arab Alfun Wa Sittu Miati Yaumin, Jamharah An-Nisa, Nasab Bani Syabiban dan Nasab Al-Mahalibah karena dia secara khusus menemani Menteri Al-Muhallabi.

Dia mempunyai banyak karya berisi sanjungan untuknya. Selain itu, dia mempunyai kitab berjudul AkhbarAsy-Syawari, Magatil Ath-Thalibiyin dan Az-Ziyarat. “Ini mencengangkan karena sejatinya dia sendiri adalah pengikut Bani Marwan,” kata Abu Ali At-Tanukhi.  

Abu Ja’far bin Abu As-Sirri berkata;  “Aku bertemu Ibnu Uqdah di Kufah. Pada suatu hari, aku memohon kepadanya agar bersedia mengulangi faut.” Maksudnya, materi pelajaran hadits yang aku ketinggalan dan belum mendengarnya.

Meletakkan pena di tinta,  berdoa, kemudian wafat

Al-Qadhi Abu Zur’ah Rauh Sibth Ibnu As-Sinni, berkata, “Aku mendengar pamanku Ali bin Ahmad bin Muhammad bin Ishaq mengatakan, “Ayahku-semoga Allah merahmatinya-– menulis sebuah hadits lalu meletakkan pena di tabung tinta. Kemudian dia mengangkat kedua tangan berdoa kepada Allah. Sesudah itu dia wafat. Peristiwa ini terjadi pada akhir tahun 364 H. Dia berusia 80-an tahun.* (dalam Siyar ‘alam an-Nubala)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahHeadlineIlmuwan Muslimjihad mediamengajarmenulisPilihan Redaksitulis menulisulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (Video) Warga Menyemut Hadiri Shalat Jumat Pertama di Masjid Umawi setelah Jatuhnya Bashar
Tulisan selanjutnya Kematian akibat Kanker Meningkat Dua Kali Lipat Tahun 2050 akibat Pola Makan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

4 April 2026 18:18
HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?