Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Protes Gaji Rendah Resto Cepat Saji di Amerika >450 Orang Ditangkap

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 September 2014 17:05 5:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 September 2014 17:05
Bagikan
Pekerja McDonald's di Amerika berunjuk rasa menuntut pembayaran gaji dan upah lembur yang dicurangi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 450 orang telah ditanggkap di berbagai tempat di Amerika Serikat karena melakukan aksi unjuk rasa menggugat upah rendah buruh restoran cepat saji, kata penyelenggara demonstrasi.

Pihak penyelenggara mengatakan unjuk rasa hari Kamis (4/9/2014) itu merupakan yang terbesar yang dilakukan dengan target jaringan rumah makan cepat saji besar seperti McDonald’s, Burger King, Wendy’s dan Kentucky Fried Chicken.

Gwen Moore, seorang anggota kongres AS, merupakan salah satu dari 27 orang yang ditangkap di dekat Milwaukee, Wisconsin. Penangkapan ratusan demonstran itu terjadi di Chicago, Detroit, Little Rock, Kansas City, Houston dan Nashville, lapor Reuters dikutip Aljazeera (5/9/2014).

Unjuk rasa buruh restoran cepat saji yang mendapat dukungan dari serikat pekerja itu berawal di New York dan terus berulang sejak tahun 2012. Mereka turut memicu perdebatan soal upah minimum yang sejak tahun 2009 ditetapkan sebesar $7,25.

Demonstrasi hari Kamis itu menuntut pekerja dibayar $15 perjam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dengan $15 saya akan bisa menabung cukup untuk membayar sewa rumah bagi anak-anak,” kata Latoya Walker pekerja McDonald’s yang tinggal di penampungan tunawisma dengan upah $8 perjam.

Para buruh juga memprotes jam kerja 40 jam atau lebih perminggu, dan mengatakan mereka tidak bisa bertahan hidup dengan bayaran seperti sekarang.

Para ahli mengatakan upah $11 perjam sama dengan garis kemiskinan untuk sebuah keluarga terdiri dari 4 jiwa.

Restoran-restoran cepat saji di Amerika Serikat tahun ini diperkirakan akan mencetak laba hingga $7,2 milyar dari omset hampir $200 milyar, kata firma riset IBISWorld.

Kebanyakan restoran cepat saji di Amerika Serikat dimiliki oleh pengusaha melalui sistem waralaba, di mana masing-masing pemilik menetapkan sendiri upah untuk pekerjanya dan mengatakan jika upah itu dinaikkan maka akan membuat bangkrut usahanya.

Seorang jurubicara McDonald’s mengatakan perusahaannya mendukung pemberian upah yang kompetitif dengan pasar lokal, serta mencerminkan keterampilan dan pengalaman pekerjanya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wartawati Perekam Video Brigade Helwan Ditangkap
Tulisan selanjutnya KTT NATO Bahas Ukraina, ISIS/ISIL, Afghanistan di Hari Ke-2

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?