Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Ibu Sandera ‘Israel’ yang Dibebaskan Hamas: Kondisi Kesehatan Anaknya lebih Baik dari Yang Diharapkan

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Januari 2025 05:56 5:56 am
Ahmad
Dipublikasikan 22 Januari 2025 08:30
Bagikan
Ibu Emily Damari mengatakan anaknya dalam kondisi kesehatan lebih baik meski lebih dari setahun ditawan pejuang Hamas /AFP
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang sandera Inggris-Israel yang ditawan pejuang Hamas dan menghabiskan 15 bulan dalam penyanderaan diakui dalam kondisi kesehatan yang jauh lebih baik dari yang diharapkan, demikian pengakuan sang ibu, setelah anaknya kembali ke keluarganya sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata.

Emily Damari (28 tahun), berpose untuk foto dengan tangan yang diperban di fasilitas militer ‘Israel’ beberapa jam setelah dibebaskan pada hari Ahad (19/1/2025) dan kemudian menggunakan media sosial hari Senin untuk menyatakan bahwa dia adalah “orang paling bahagia di dunia” setelah bersatu kembali dengan keluarganya.

Ibunya, Mandy, mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membantu membawa Emily pulang dan mengatakan bahwa ia “lega melaporkan” bahwa Emily “dalam kondisi yang jauh lebih baik daripada yang dapat kami perkirakan”.

“Saya juga senang bahwa selama pembebasannya, dunia dapat melihat sekilas kepribadiannya yang bersemangat dan karismatik,” katanya dikutip AFP.

Emily Damari, bersama Romi Gonen, 24, dan Doron Steinbrecher, 31, adalah orang pertama yang dibebaskan oleh Hamas setelah perjanjian gencatan senjata ditandatangani pada akhir pekan.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Ketiga wanita tersebut berada dalam kondisi yang menurut laporan media Israel “stabil” dan tampak sehat serta berpenampilan menarik saat mereka masuk ke dalam mobil Palang Merah pada hari Ahad.

Ibunya mengatakan dia sekarang membutuhkan waktu bersama orang-orang yang dicintainya dan dokter saat dia memulihkan diri dari cobaan yang dialaminya.

 “Akan memakan waktu beberapa hari lagi untuk menyelesaikan semua pemeriksaan yang dibutuhkan,” kata Dr. Sefi Mendelovich, Wakil Direktur Jenderal Kesehatan di Sheba Medical Centre di Ramat Gan, tempat para sandera yang dibebaskan dirawat.

Meirav Leshem Gonen, ibu Romi, mengatakan dia “mengambil waktu sejenak untuk menghirupnya dan mempercayai kenyataan baru ini”.

Ibu Gonen mengatakan “realitas barunya” perlu juga diwujudkan bagi 94 sandera yang tersisa dan keluarga mereka.

Ia menambahkan bahwa dirinya berada dalam “realitas alternatif, terputus dari dunia luar, di mana tidak ada yang ada selain keluarga”.

 “Setelah 471 hari yang tak tertahankan, Dodo kesayangan kami akhirnya kembali ke pelukan kami,” kata keluarga Doron Steinbrecher.

Doron Steinbracher bersama ibunya di lokasi yang dirahasiakan di “Israel” setelah pembebasannya sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, kutip AFP.

Belum banyak diketahui tentang kondisi para sandera lain yang ditawan pejuang Hamas sejak 7 Oktober 2023 selama setahun terakhir. Beberapa ada yang telah meninggal dalam penahanan oleh bom “Israel’ sendiri, sementara status yang lain tidak pasti.

Media “Israel” melaporkan bahwa Hamas memberikan cinderamata kepada tiga tahanan wanita Israel, termasuk peta Jalur Gaza, foto-foto tahanan wanita selama penahanan mereka, dan “sertifikat penghargaan kelulusan”.

Ini bukan pertama kalinya gerakan perlawanan dan pembebasan Masjid Al-Aqsha ini menunjukkan perlakuan manusiawi terhadap para tahanan “Israel”, dalam pertukaranan tawanan sebelumnya, pada November 2023. Hal ini berbeda dengan perlakukan penjajah terharap tahanan Palestina di penjara ‘Israel.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Emily Damarigencatan senjatagenisida GazaHeadlineibu sandera Israelisraelkesehatan tawananpejuang HamasTawanan Hamas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban Afghanistan Afghanistan dan AS Umumkan Pertukaran Tawanan, Dimediasi Qatar
Tulisan selanjutnya Baru Menjabat, Trump Langsung Cabut Sanksi Pemukim Ilegal ‘Israel’ di Tepi Barat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?