Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Ushuluddin atau Uculuddin?

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 8 September 2014 12:04 12:04 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 September 2014 09:08
Bagikan
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINSA mengobrol dengan dekannya, Dr Muhid (berdiri)
Bagikan

EMPAT orang pria berambut gondrong dan bercelana jeans menongkrong di pojokan bawah tangga sebuah gedung berlantai tiga. Seorang di antaranya berambut kribo dan berkaos oblong hitam. Lengan pendek kiri bajunya digulung sedikit, seakan memamerkan otot lengannya.

Seorang lagi rambutnya dikuncir ke belakang. Kedua lengan panjang kemeja putihnya digulung melewati siku. Sedangkan dua orang lainnya, rambut lebatnya dibiarkan jatuh ke punggung. Tampak seuntai ‘gelang tasbih’ bercokol di lengan kiri pria yang berkemeja batik.

Keempat orang itu adalah para  mahasiswa yang kongko-kongko di atas kursi-kursi besi, mengeliling sebuah meja kayu. Di atas meja, tampak dua buah asbak yang dijejali puntung rokok, cemilan, dan gelas-gelas berisi kopi yang mulai surut. Sambil sebagian mengapit rokok dengan jari masing-masing, mereka mengobrol santai menikmati waktu Ashar yang azannya baru saja usai berkumandang dari masjid.

Begitulah suasana di salah satu sudut kampus Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (04/09/2014). Sore itu jam kuliah sudah kelar. Sebagian mahasiswa tampak mengisi waktu dengan berdiskusi di gazebo depan gedung. Sebagian lainnya -yang penampilannya nyentrik- kongko-kongko di berbagai tempat, termasuk di bawah tangga kampus.

Ketika para civitas akademika itu sedang asyik-asyiknya mengobrol, tahu-tahu datang seorang pria berpenampilan rapi. Ia adalah Dr Muhid, dekan fakultas tersebut. Melihat orang nomor satu di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINSA itu, keempat mahasiswa tadi menyambut kedatangan dekan dengan gaya masing-masing. Ada yang tersenyum lepas. Ada pula dua orang di antara mereka yang mulai menyulut rokok.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Sebelum menyamperi para mahasiswanya, Muhid baru saja usai diwawancarai awak hidayatullah.com di ruang baca fakultas tersebut. Muhid dikonfirmasi wartawan terkait kasus tema “Tuhan Membusuk”  [Rekonstruksi Fundamentaslime Menuju Islam Kosmopolitan] pada sejumlah atribut kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR) 2014 (28-30/08) yang akhirnya menimbulkan polemik dan kegelisahan masyarakat.

“Tuhan Ditantang”

Kasus yang awalnya mencuat lewat media sosial ini menambah ‘catatan hitam’ UINSA di mata umat Islam. Berdasarkan penelusuran hidayatullah.com ke berbagai sumber, kasus serupa yang didasari pemikiran dan kelakuan liberalisme anggota akademika UINSA, termasuk Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, sudah pernah terjadi beberapa kali sebelumnya. Seperti tema “Tuhan pun Kami Tantang” pada OSCAAR 2010 dan penginjakan lafadz Allah oleh seorang dosen UINSA (Mei 2006). (Baca juga: Mahasiswa Dakwah UINSA: Baju Panitia OSCAAR Mengganggu Shalat Jumat)

Kasus tema “Tuhan Membusuk” kontan saja ramai-ramai dikecam oleh umat Islam, terkhusus di Jawa Timur. Begitu kasus itu bergulir, sekitar 25 ormas Islam berkumpul di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, Jl Dharma Husada Selatan No. 5, Surabaya, Kamis (04/09/2014) pagi-siang. Mereka -atas nama Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB)- sepakat membawa kasus itu ke kepolisian.

Dalam pertemuan yang dipimpin Sekretaris MUI Jatim Ustadz Muhammad Yunus itu, para perwakilan ormas Islam menyampaikan kegelisahaannya atas perkembangan mahasiswa UIN/IAIN khususnya Fakultas Ushuluddin dan Filsafat pada kasus tersebut. Menariknya, banyak peserta rapat yang mengusulkan agar fakultas ini dihapus saja dari UINSA dan UIN/IAIN secara umum.

Pertemuan Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) di kantor MUI Jatim bahas kasus 'Tuhan Membusuk' UINSA [Foto: Syakur]
Pertemuan Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) di kantor MUI Jatim bahas kasus ‘Tuhan Membusuk’ UINSA [Foto: Syakur]
Di antara alasan penghapusan itu disampaikan oleh Fathurrahman, Ketua Persyarikatan Dakwah al-Haramain Surabaya. Dia mengutip salah satu alasan Imam Suprayogo, mantan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tidak membuka Fakultas Ushuluddin di UIN Malang saat masih rektor. Yaitu, menurut Imam Suprayogo yang dikutip Fathurrahman, karena mahasiswa fakultas tersebut bukan semakin dekat dengan agamanya, tapi semakin jauh. Penyampaian Fathurrahman langsung disambut celetukan sejumlah peserta rapat.

“Uculuddin, bukan ushuluddin,” ujar mereka nyaris serempak.

Fathurrahman menimpali, “Jadi ucul, bukan Ushuluddin.”

Uculuddin  maksudnya gabungan dari kata ucul (lepas, Jawa), ad-din (agama, Arab) yang maksudnya plesetan dari ‘lepas dari agama’.

Belakangan pelesetan ini rupanya mulai populer. Sejumlah aktivis dan tokoh Muslim yang ditemui media ini sempat melontarkan pelesetan serupa. Termasuk dilontarkan oleh Ustadz Muhammad Yunus dalam sebuah wawancara. Yunus mengatakan, mestinya UIN melahirkan tokoh, ulama, dan cendekiawan Muslim yang membela Islam. Bukan sebaliknya, melahirkan anak-anak yang memiliki pemikiran bebas (liberalisme).

“Tapi ini anak-anak yang kuliah di perguruan tinggi Islam, diajari tentang ‘ushuluddin’, pokok-pokok agama, tapi yang terjadi justru dia mendustakan agama. Menjadi ucul, ucul agama,” ujarnya  menyinggung UINSA, Jumat (05/09/2014).

Apa yang terjadi jika agama dilepaskan?

“Jangan sampai yang terjadi seperti ini, ucul,” ujar Yunus.

Belum Matang

Plesetan ushuluddin menjadi uculuddin tampaknya agak berlebihan. Meski demikian, penampilan sebagian mahasiswa Ushuluddin dan Filsafat UINSA yang nyentrik dan pemikiran mereka yang dinilai banyak orang sesuatu yang nyeleneh tentu tak bisa dianggap sepele. Perihal pemikiran nyeleneh ini dikatakan oleh Angga Saputra Pratama, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINSA.

“Tema, corak atau kultur mahasiswa Ushuluddin memang terkesan aneh, nyeleneh dan sudah menjadi pandangan umum. Namun, baru kali ini ada respon tersendiri, khususnya dari media sosial dan beberapa ormas yang mempermasalahkan tema tersebut,” ungkap Angga sambil sesekali mengisap rokoknya saat diwawancarai hidayatullah.com di kompleks UINSA, Rabu (03/09/2014).

Namun anggapan miring terhadap para mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINSA dibantah oleh Muhid. Menurutnya, sikap dan pemikiran anak-anak didiknya itu merupakan bentuk kreatifitas dan pembelajaran dalam proses akademis.

“Masyarakat perlu tahu, mahasiswa itu butuh proses pematangan sehingga pada saatnya diperoleh sebuah kearifan dalam bersikap. Bagaimana pun juga kreatifitas mahasiswa harus disalurkan,” dalih Muhid membela institusinya. (Baca  juga: Dekan Fakultas Ushuluddin UINSA Menampik Dianggap Ajarkan Paham Liberal)

Usai wawancara dengan Muhid, awak media ini langsung bergegas ke Masjid Raya Ulul Albab UINSA untuk shalat Ashar. Sementara Muhid, dari ruang baca masih menyamperi empat orang mahasiswanya yang sedang kongko-kongko di pojokan gedung.

Pria kalem itu pun berbincang dan menyampaikan sejumlah pesan kepada anak-anak didiknya. Entah tentang apa. Yang jelas, keempat mahasiswa itu tampak riang. Sebagian tersenyum lepas. Sebagian lagi mendengar petuah sang dekan sambil mengisap rokok dalam-dalam. Lalu menghembuskan kepulan asap beracun yang perlahan mengotori udara tepat di depan pak dekan.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IAINislamliberalismeperguruan tinggi islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nasyid “Goncangkan Keamanan Israel” Pengaruhi Mental Israel
Tulisan selanjutnya HTI: Khilafah ISIS Tidak Memenuhi Syarat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?