Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Uskup di India Menolak Film “Sanatani – Karma hi Dharma”

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Februari 2025 22:07 10:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 Februari 2025 22:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Para uskup dari berbagai Gereja di seluruh India bersama-sama mengecam sebuah film, dengan mengatakan film tersebut menggambarkan agama dan keyakinan mereka di negara bagian India timur yang memiliki sejarah kekerasan anti-Kristen.

Film Sanatani – Karma hi Dharma, yang dibuat dalam Bahasa Odia di Negara Bagian Odisha, dirilis di bioskop-bioskop pada 7 Februari, meskipun ada seruan dari umat Kristen dan kelompok sekuler lainnya untuk menghentikan pemutarannya.

Film tersebut “salah menggambarkan konversi agama sebagai aktivitas kriminal, yang merusak kebebasan beragama,” kata National United Christian Forum.

Forum para uskup Katolik, Protestan, Ortodoks, dan Evangelis juga menuduh film tersebut memutarbalikkan “aspek-aspek utama ajaran Kristen.”

Para uskup mengatakan film tersebut, yang berlatar belakang desa-desa masyarakat adat, berpotensi “mendorong perpecahan di antara kelompok-kelompok masyarakat adat.”

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Film tersebut dilaporkan berkisah tentang konversi agama Kristen dan ilmu sihir di desa-desa masyarakat adat di negara bagian tersebut.

Judul film tersebut menggunakan kata Sansekerta – Sanatani – yang mengacu pada mereka yang menganut agama Hindu.

Negara bagian India timur itu memiliki sejarah kekerasan anti-Kristen. Kejadian yang terburuk tahun 2008 ketika kelompok Hindu menyerang dan membakar ratusan rumah dan gereja Kristen di Distrik Kandhamal yang didominasi masyarakat adat, menewaskan sekitar 100 orang, sebagian besar beragama Kristen.

Kelompok Hindu, yang berupaya membangun negara hegemoni Hindu, menentang aktivitas misionaris dan konversi agama ke Kristen, khususnya di desa-desa di mana mereka mengatakan bahwa misionaris menargetkan masyarakat adat yang miskin secara sosial dan  kasta rendah.

Kandhamal yang didominasi masyarakat adat beragama Kristen, yaitu 20 persen dari 750.000 penduduk di distrik tersebut, dengan mayoritas masyarakat adat beragama Hindu atau tradisi animisme.

Forum uskup tersebut mengatakan masyarakat adat dengan tradisi, ritual, dan kepercayaan yang berbeda merupakan bagian dari tatanan sosial pluralistik di India. Mereka khawatir pernyataan berbasis agama dalam film tersebut dapat memecah belah masyarakat adat berdasarkan agama.

“Setiap upaya untuk memecah belah mereka dapat dilihat sebagai upaya jahat untuk melemahkan hak dasar mereka atas tanah, air, dan hutan. Kita harus mengingat sejarah kekejaman dan kekerasan yang dialami komunitas Kristen di Odisha,” kata mereka.

Pemeran utama, Sambit Acharya, mengatakan kepada media bahwa “tidak ada yang menentang agama apa pun dalam film ini, namun konversi agama menjadi fokusnya. Kami hanya menunjukkan realitas yang ada dalam kaitannya dengan konversi agama.

Pastor Manoj Kumar Nayak, seorang imam paroki di Distrik Kandhmal, mengatakan kepada UCA News bahwa munculnya film tersebut di seluruh negara bagian itu telah “meningkatkan kekhawatiran dan ketakutan di kalangan masyarakat kami.”

Komunitas Kristen di Kandhamal menulis surat kepada Ketua Menteri Mohan Charan Majhi pekan lalu dan mendesaknya untuk menghentikan peluncuran film tersebut karena film tersebut menggambarkan misionaris dalam sudut pandang yang buruk.

Namun, Pengadilan Tinggi Orissa pada 5 Februari menolak mengabulkan perintah penundaan setelah mendengarkan dua petisi terpisah yang diajukan oleh aktivis sosial setempat.

Pastor Dibakar Parichha, seorang imam dari Keuskupan Agung Cuttack-Bhubaneswar, mengatakan kepada UCA News bahwa film tersebut tidak boleh diputar karena dapat “memecah belah masyarakat dan merugikan tatanan sosial negara bagian dan juga negara.”

Dia mengatakan kelompok non-Kristen juga mengajukan petisi meminta intervensi pengadilan untuk menghentikan pemutaran film. Petisi tersebut menuduh bahwa film tersebut dapat mengancam perdamaian.

Dewan Pusat Sertifikasi Film India telah memberikan film tersebut sertifikat UA, yang berarti film tersebut cocok untuk ditonton publik tanpa batasan. Namun bimbingan orang tua dianjurkan untuk anak di bawah usia tertentu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti-Kristenfilm Sanatani Karma hi Dharmagereja Indiakristen Indiauskup India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kedutaan Besar AS Menolak Kibarkan Bendera ‘Pelangi’
Tulisan selanjutnya Presiden Prabowo Subianto Sambut Hangat Kedatangan Presiden Erdogan 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?