Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Refleksi Tradisi Idul Fitri: Antara Doa dan Permintaan Maaf

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 April 2025 14:21 2:21 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 April 2025 14:16
Bagikan
pintu rezeki
[Ilustrasi].
Bagikan

Idul Fitri disertai ucapan permintaan maaf, meski hal ini  bisa dilakukan kapan saja, terutama ketika terjadi kesalahpahaman atau konflik

Oleh: Dr. Kholid A.Harras

Hidayatullah.com | IDUL Fitri adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, Idul Fitri menjadi hari kemenangan yang dirayakan dengan penuh suka cita.

Namun, ada beberapa aspek tradisi Idul Fitri di Indonesia yang menarik untuk direnungkan, terutama terkait dengan makna doa dan permintaan maaf.

Doa dan Harapan di Hari Kemenangan

Baca Juga

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari
Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat
Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI
Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

Secara teologis, Idul Fitri adalah waktu untuk saling mendoakan agar ibadah Ramadan yang telah dijalani diterima oleh Allah SWT.

Ucapan “minal aidin wal faizin” yang sering terdengar, memiliki arti “semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan orang-orang yang menang”. Ini mencerminkan harapan agar setiap Muslim yang telah berpuasa dapat meraih kemenangan spiritual dan kembali ke fitrah, yaitu keadaan suci seperti saat dilahirkan.

Namun, tidak ada jaminan bahwa setiap ibadah puasa yang dilakukan akan diterima oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadist yang artinya; “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Bukhari)

Hadist ini menekankan pentingnya niat dan kualitas ibadah puasa, bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. Oleh karena itu, doa dan harapan agar ibadah diterima menjadi sangat penting dalam tradisi Idul Fitri.

Permintaan Maaf: Lahir dan Batin

Di Indonesia, tradisi meminta maaf lahir dan batin menjadi salah satu ciri khas perayaan Idul Fitri. Ucapan “mohon maaf lahir dan batin” sering kali diucapkan sambil bersalaman dengan keluarga, teman, dan tetangga.

Namun, secara semantik, pengertian “maaf lahir dan batin” bisa jadi membingungkan. Lahir berarti tampak atau di luar, sedangkan batin berarti tidak tampak atau di dalam.

Permintaan maaf ini seharusnya mencakup kesalahan yang terlihat maupun yang tidak terlihat, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Permintaan maaf ini mencerminkan kesadaran bahwa manusia tidak luput dari kesalahan (error) dan kekhilafan (mistake). Dengan meminta maaf, kita mengakui kelemahan dan ketidaksempurnaan kita sebagai manusia, serta berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan sesama.

Namun, perlu diingat bahwa permintaan maaf bisa dilakukan kapan saja, terutama ketika terjadi kesalahpahaman. Oleh karena itu, yang seharusnya lebih diprioritaskan dan dipahami saat Idul Fitri adalah saling mendoakan agar ibadah Ramadan diterima oleh Allah, karena inilah esensi dari hari kemenangan tersebut.

Tradisi di Zaman Rasulullah

Dalam literatur Islam, tidak ditemukan dalil atau hadist yang secara khusus menganjurkan tradisi bermaaf-maafan saat Idul Fitri.

Menurut sejumlah hadist, saat hari Idul Fitri atau usai Ramadan, Rasulullah ﷺ dan para sahabat ketika bertemu saling mendoakan dengan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian)

Pada  masyarakat Timur Tengah saat ini, tradisi saling bermaafan saat Idul Fitri juga tidak umum dilakukan. Perayaan Idul Fitri di negara-negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab lebih fokus pada salat Id, berbagi hidangan, dan saling mendoakan.

Permintaan maaf biasanya dilakukan kapan saja, terutama ketika terjadi kesalahpahaman atau konflik, bukan khusus pada hari raya.

Kesimpulan

Tradisi Idul Fitri di Indonesia, dengan segala keunikannya, mengajarkan kita tentang pentingnya doa dan harapan agar ibadah kita diterima oleh Allah, serta kesadaran akan pentingnya meminta maaf atas segala kesalahan.

Meskipun ada perbedaan dalam penekanan antara doa dan permintaan maaf, keduanya memiliki makna yang mendalam dalam memperkuat hubungan spiritual dan sosial kita. Semoga kita semua dapat meraih kemenangan sejati dan kembali ke fitrah yang suci.*

Penulis dosen FPBS UPI

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hari rayaIdul fitrimohon maafpermintaan maaf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Suriah Hadang Invasi ‘Israel’ ke Daraa, Sebabkan Pertempuran Sengit
Tulisan selanjutnya Rencana Perombakan Pengelolaan Tanah Wakaf Islam di India Picu Kontroversi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaGhazwul Fikr

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

6 Mei 2026 12:55
Pustaka

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka

4 Mei 2026 11:13
Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Pustaka

Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah

22 April 2026 22:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?